ALERGIPEDIA.COM

FOOD ALLERGY AWARENESS – BETTER LIVES THROUGH SCIENCE

ALERGI MAKANAN ATAU HISTAMIN DARI MAKANAN? Memahami Perbedaan Mekanisme, Jenis Makanan, Gejala, Diagnosis, dan Prinsip Diet Berdasarkan Bukti Ilmiah

ALERGI MAKANAN ATAU HISTAMIN DARI MAKANAN? Memahami Perbedaan Mekanisme, Jenis Makanan, Gejala, Diagnosis, dan Prinsip Diet Berdasarkan Bukti Ilmiah

Histamin merupakan salah satu biogenic amine yang dapat terbentuk dalam pangan melalui dekarboksilasi asam amino histidin oleh mikroorganisme yang memiliki aktivitas histidine decarboxylase. Pembentukannya dipengaruhi oleh jenis bahan pangan, jumlah histidin bebas, mikrobiota, suhu, lama penyimpanan, fermentasi, pematangan, serta kondisi higiene dan pengolahan. Ikan tertentu, produk ikan fermentasi, keju matang, daging fermentasi, serta berbagai pangan fermentasi dapat mengandung histamin dalam jumlah tinggi. (PubMed Central (PMC))

Kondisi tersebut berbeda secara biologis dari alergi makanan. Alergi makanan merupakan respons imun terhadap protein makanan tertentu. Pada alergi IgE-mediated, sensitisasi terhadap alergen dapat menyebabkan aktivasi sel mast dan basofil serta pelepasan mediator seperti histamin di dalam tubuh. Histamin yang sudah terbentuk di dalam makanan merupakan senyawa kimia yang masuk melalui saluran cerna dan tidak menunjukkan bahwa seseorang mengalami alergi terhadap makanan tersebut. Diagnosis alergi makanan memerlukan riwayat klinis yang sesuai dan pemeriksaan yang tepat. Pada kasus tertentu, oral food challenge yang dilakukan secara medis menjadi metode penting untuk memastikan diagnosis. (EAACI)

Histamin sering muncul dalam pembahasan alergi makanan, tetapi terdapat dua konsep yang harus dipisahkan dengan jelas. Pertama, histamin dapat terbentuk di dalam makanan. Proses ini terutama terjadi akibat aktivitas mikroorganisme yang mengubah histidin menjadi histamin. Kondisinya sering berkaitan dengan fermentasi, pematangan, penyimpanan lama, atau kerusakan mikrobiologis. (PubMed Central (PMC)) Kedua, histamin merupakan mediator biologis yang dilepaskan oleh tubuh dalam reaksi alergi. Pada alergi makanan IgE-mediated, alergen makanan berinteraksi dengan sistem imun yang sudah tersensitisasi. Sel mast dan basofil kemudian dapat melepaskan histamin dan mediator lainnya.

Karena menggunakan nama senyawa yang sama, kedua mekanisme tersebut sering dianggap identik. Padahal, sumber dan mekanismenya berbeda.

Histamin dalam makanan

  • Histamin termasuk kelompok biogenic amine. Senyawa ini dapat terbentuk melalui dekarboksilasi asam amino oleh mikroorganisme.
  • Reaksi sederhananya dapat digambarkan sebagai:
  • Histidin → histamin + CO₂
  • Bakteri tertentu memiliki enzim histidine decarboxylase. Bila kondisi pangan mendukung pertumbuhan atau aktivitas bakteri tersebut, pembentukan histamin dapat meningkat.
  • Faktor yang berpengaruh meliputi:
    • • kadar histidin bebas
    • • jenis mikroorganisme
    • • aktivitas enzim dekarboksilase
    • • suhu penyimpanan
    • • lama penyimpanan
    • • proses fermentasi
    • • proses pematangan
    • • pH
    • • kadar garam
    • • aktivitas air
    • • higiene bahan baku dan proses produksi
  • Karena faktor tersebut sangat bervariasi, satu jenis makanan tidak selalu mempunyai kadar histamin yang sama. Dua produk dengan nama makanan yang sama dapat mempunyai kandungan histamin yang berbeda. (PubMed Central (PMC))

Dua jenis histamin yang sering tertukar

Aspek Histamin dalam makanan Histamin pada alergi makanan
Sumber Sudah terbentuk di dalam pangan Dilepaskan oleh tubuh
Mekanisme Aktivitas mikroorganisme dan dekarboksilasi histidin Aktivasi sistem imun
Pemicu utama Fermentasi, pematangan, penyimpanan, kontaminasi tertentu Protein makanan tertentu pada individu yang tersensitisasi
Hubungan dengan protein alergen Tidak harus ada Berkaitan dengan alergen makanan
Contoh Ikan yang mengalami pembentukan histamin, keju matang, pangan fermentasi Alergi telur, susu, kacang tanah, kacang pohon, ikan dan lainnya
Pemeriksaan Tidak didiagnosis dengan skin prick test Riwayat klinis, pemeriksaan IgE bila sesuai, dan pada kasus tertentu OFC
Pencegahan Pengendalian bahan baku, suhu, higiene, penyimpanan dan proses Menghindari alergen yang terbukti menyebabkan reaksi
Apakah selalu berarti alergi? Tidak Ya, bila diagnosis alergi makanan telah ditegakkan

EAACI menekankan bahwa diagnosis alergi makanan harus dimulai dari riwayat klinis yang terarah dan pemeriksaan yang sesuai. Hasil IgE menunjukkan sensitisasi dan harus ditafsirkan bersama gambaran klinis. (EAACI)

20 Kelompok Makanan yang Dapat Mengandung Histamin Tinggi

Daftar berikut harus dipahami sebagai kelompok pangan yang dilaporkan dapat mempunyai kandungan histamin tinggi. Ini bukan berarti setiap produk dalam kelompok tersebut selalu tinggi histamin.

No Makanan atau kelompok makanan Faktor pembentuk histamin Keterangan ilmiah
1 Tuna Histidin tinggi Salah satu ikan yang paling dikenal dalam keracunan histamin
2 Makarel Histidin tinggi Dapat menghasilkan histamin tinggi bila penanganan suhu buruk
3 Sarden Histidin tinggi Kandungan dapat meningkat selama penyimpanan
4 Herring Histidin tinggi Termasuk ikan dengan risiko pembentukan histamin
5 Ikan asin fermentasi Fermentasi + mikroba Dapat menghasilkan histamin dan biogenic amine lain
6 Ikan fermentasi Fermentasi Kandungan sangat bergantung pada proses
7 Fish sauce Fermentasi Histamin dapat terbentuk selama fermentasi
8 Pasta ikan atau udang fermentasi Fermentasi Dapat mengandung beberapa biogenic amine
9 Keju biru Pematangan Dapat mempunyai kadar biogenic amine tinggi
10 Parmesan Pematangan lama Histamin dapat meningkat selama proses pematangan
11 Keju keras matang Proteolisis + mikroba Kandungan sangat bervariasi
12 Keju semi-keras matang Pematangan Dapat mengandung histamin dan tyramine
13 Keju lunak tertentu Fermentasi Tidak semua produk memiliki kadar tinggi
14 Daging fermentasi Fermentasi Histamin dan tyramine dapat terbentuk
15 Sosis fermentasi Fermentasi + pematangan Kandungan sangat dipengaruhi starter dan proses
16 Ham atau daging matang tertentu Pematangan Biogenic amine dapat meningkat selama proses
17 Miso Fermentasi kedelai Dapat mengandung histamin dan biogenic amine lain
18 Produk kedelai fermentasi tertentu Fermentasi Kandungan berbeda menurut mikroorganisme dan proses
19 Sayuran fermentasi tertentu Fermentasi Histamin dan amine lain dapat terbentuk
20 Minuman fermentasi tertentu Fermentasi Kandungan biogenic amine bergantung pada bahan dan proses
  • Kelompok ikan seperti tuna, makarel, herring, dan sarden mendapat perhatian khusus karena memiliki kadar histidin bebas yang relatif tinggi. Bila bakteri pembentuk histamin berkembang, histidin dapat dikonversi menjadi histamin. (PubMed Central (PMC))
  • Produk keju juga memperlihatkan variasi yang besar. Penelitian menunjukkan bahwa keju matang dapat mengandung histamin dan biogenic amine lain dalam kadar yang sangat berbeda antarproduk. Beberapa penelitian bahkan melaporkan kadar histamin yang mencapai ribuan mg/kg pada jenis keju tertentu. (PubMed Central (PMC))
  • Pada makanan fermentasi, jenis mikroorganisme yang digunakan sangat menentukan. Starter culture tertentu dapat menghasilkan biogenic amine, sementara strain lain dapat membantu menurunkan pembentukannya. Karena itu, istilah “makanan fermentasi” tidak otomatis berarti “makanan tinggi histamin”. (PubMed Central (PMC))

Mengapa Ikan Sangat Penting dalam Histamin Pangan?

  • Ikan merupakan kelompok pangan yang mendapat perhatian khusus dalam keamanan pangan.
  • Beberapa ikan laut mempunyai konsentrasi histidin bebas yang tinggi. Setelah ikan mati, perubahan mikrobiologis dapat memungkinkan bakteri mengubah histidin menjadi histamin.
  • Histamin yang sudah terbentuk tidak dapat dihilangkan hanya dengan memasak biasa. Karena itu, pengendalian suhu sejak penangkapan, transportasi, penyimpanan, dan pengolahan menjadi sangat penting.
  • Histamin juga digunakan sebagai parameter penting dalam pengawasan keamanan produk perikanan. (PubMed Central (PMC))
  • Kondisi ini berbeda dari alergi ikan.
  • Seseorang dapat mengalami keracunan histamin setelah mengonsumsi ikan yang mengandung histamin tinggi tanpa mempunyai alergi terhadap ikan.
  • Sebaliknya, seseorang dengan alergi ikan dapat mengalami reaksi imun setelah mengonsumsi ikan yang masih segar dan tidak mempunyai kadar histamin tinggi.

Histamin Bukan Protein Alergen

  • Ini merupakan prinsip penting.
  • Alergi makanan terutama berkaitan dengan respons imun terhadap protein makanan atau komponen protein tertentu.
  • Contohnya:
  • Telur → protein telur
    Susu sapi → protein susu
    Kacang tanah → protein kacang tanah
    Kacang pohon → protein kacang pohon
    Ikan → protein ikan
    Udang → protein udang
  • Histamin bukan protein alergen tersebut.
  • Pada alergi IgE-mediated, tubuh seseorang telah membentuk IgE spesifik terhadap alergen tertentu. Ketika alergen kembali masuk, terjadi aktivasi sel mast dan basofil. Histamin kemudian dilepaskan sebagai salah satu mediator reaksi alergi.
  • Jadi terdapat perbedaan mendasar:
  • Protein makanan → sistem imun → sel mast/basofil → pelepasan histamin
  • Sedangkan pada pangan yang mengandung histamin:
  • Makanan → histamin yang sudah terbentuk → masuk ke tubuh
  • Kedua jalur tersebut dapat menghasilkan gejala yang sebagian tampak mirip, tetapi penyebab biologisnya berbeda.

Alergi Makanan

Alergi makanan merupakan reaksi imunologis terhadap makanan.

Secara klinis, alergi makanan dapat melibatkan beberapa mekanisme:

Mekanisme Contoh gambaran klinis Karakteristik
IgE-mediated Urtikaria, angioedema, muntah cepat, mengi, anafilaksis Biasanya muncul dalam menit hingga beberapa jam
Non-IgE-mediated Gejala gastrointestinal tertentu Mekanisme tidak terutama melalui IgE
Mixed Misalnya beberapa penyakit alergi gastrointestinal Melibatkan mekanisme lebih dari satu
  • Diagnosis tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan daftar makanan yang dianggap “tinggi histamin”.
  • EAACI merekomendasikan pendekatan yang dimulai dengan riwayat klinis, kemudian pemeriksaan IgE spesifik atau skin prick test bila memang sesuai. Bila diagnosis masih belum jelas, oral food challenge dapat digunakan dalam lingkungan medis yang terkontrol. (EAACI)

Gejala Dapat Tampak Mirip

  • Kesamaan gejala sering menyebabkan kesalahan diagnosis.
Gejala Alergi makanan Paparan histamin pangan
Kemerahan kulit Dapat terjadi Dapat terjadi
Urtikaria Sering pada reaksi IgE Dapat terjadi
Sakit kepala Dapat terjadi Dapat terjadi
Mual Dapat terjadi Dapat terjadi
Muntah Dapat terjadi Dapat terjadi
Diare Dapat terjadi Dapat terjadi
Berdebar Dapat terjadi dalam reaksi berat Dapat terjadi pada paparan biogenic amine tinggi
Sesak Dapat terjadi Dapat terjadi pada kondisi tertentu
Anafilaksis Dapat terjadi Mekanismenya berbeda dan harus dibedakan dari alergi

Paparan biogenic amine dalam jumlah tinggi dilaporkan dapat menyebabkan gejala seperti mual, sakit kepala, kemerahan, palpitasi, gangguan tekanan darah, dan gejala gastrointestinal. Keparahan dipengaruhi oleh jumlah paparan dan faktor individu. (PubMed Central (PMC))

Histamine Intolerance Tidak Sama dengan Alergi Makanan

  • Istilah “histamine intolerance” sering digunakan untuk menjelaskan keluhan setelah konsumsi makanan yang diduga tinggi histamin.
  • Namun, konsep ini perlu digunakan secara hati-hati.
  • Literatur ilmiah masih menunjukkan variasi mengenai definisi, mekanisme, kriteria diagnosis, dan hubungan antara kadar histamin makanan dengan gejala individu.
  • Karena itu, seseorang tidak seharusnya langsung menyimpulkan bahwa setiap sakit kepala, diare, ruam, kembung, atau muntah setelah makan merupakan “intoleransi histamin”.
  • Diagnosis harus mempertimbangkan:
  • • hubungan waktu antara makanan dan gejala
    • jumlah makanan yang dikonsumsi
    • pola gejala berulang
    • kemungkinan alergi makanan
    • penyakit gastrointestinal lain
    • infeksi
    • obat yang digunakan
    • alkohol
    • kondisi makanan dan penyimpanan
    • kemungkinan keracunan histamin

Mengapa Kandungan Histamin Tidak Bisa Dibuat Menjadi Daftar Hitam Absolut?

  • Ini salah satu aspek terpenting dari ilmu pangan.
  • Kandungan histamin tidak hanya ditentukan oleh nama makanan.
  • Misalnya, “keju” bukan satu kategori kimia yang seragam.
  • Keju segar dan keju matang mengalami proses biologis berbeda. Lama pematangan, jenis starter, pH, kelembapan, suhu, aktivitas enzim, dan mikroorganisme memengaruhi pembentukan biogenic amine.

Hal yang sama terjadi pada ikan.

  • Tuna segar yang ditangani dengan rantai dingin berbeda dari tuna yang mengalami penyimpanan pada suhu tidak memadai.
  • Karena itu, “makanan X tinggi histamin” harus dibaca sebagai kecenderungan berdasarkan kategori pangan, bukan angka tetap untuk semua produk.
  • Penelitian biogenic amine menunjukkan variasi besar antarproduk dan antarproses produksi. (PubMed Central (PMC))

Faktor yang Meningkatkan Histamin dalam Pangan

Faktor Pengaruh
Suhu penyimpanan tinggi Mendorong pertumbuhan bakteri tertentu
Penyimpanan lama Memberikan waktu pembentukan histamin
Higiene buruk Meningkatkan peluang kontaminasi mikroba
Fermentasi Memungkinkan pembentukan biogenic amine
Pematangan lama Meningkatkan proteolisis dan ketersediaan asam amino
Histidin tinggi Menyediakan substrat pembentukan histamin
Mikroorganisme pembentuk histamin Menghasilkan enzim histidine decarboxylase
Proses produksi tidak terkendali Meningkatkan variasi kadar histamin
  • Pengendalian bahan baku, higiene, suhu, starter culture, dan kondisi fermentasi merupakan bagian penting untuk mengurangi pembentukan biogenic amine. (PubMed Central (PMC))

Alergi Makanan dan Histamin Makanan: Kesalahan yang Sering Terjadi

Kesalahan Fakta ilmiah
Semua makanan tinggi histamin menyebabkan alergi Tidak benar
Histamin dalam makanan berarti alergi Tidak benar
Semua makanan fermentasi tinggi histamin Tidak selalu
Semua ikan menyebabkan reaksi histamin Tidak
Alergi makanan dapat didiagnosis dari daftar makanan Tidak
Skin prick test digunakan untuk mendiagnosis intoleransi histamin Tidak
Semua keluhan setelah makan berarti alergi Tidak
Semua makanan yang pernah menimbulkan gejala harus dihindari seumur hidup Tidak selalu
Diet rendah histamin cocok untuk semua pasien Tidak
Histamin makanan sama dengan histamin yang dilepaskan saat alergi Mekanismenya berbeda

Bagaimana Membedakan Secara Klinis?

  • Pendekatan yang lebih tepat adalah melihat pola.
  • Pada dugaan alergi makanan, dokter mencari hubungan antara makanan tertentu dengan reaksi yang konsisten. Riwayat klinis menjadi dasar untuk menentukan pemeriksaan yang diperlukan.
  • Pada dugaan paparan histamin pangan, perhatian lebih besar diberikan kepada kondisi makanan, terutama ikan dan produk fermentasi, serta kemungkinan adanya beberapa orang yang mengalami gejala setelah mengonsumsi produk pangan yang sama.
  • Keracunan histamin dari ikan juga dapat menyerang beberapa orang yang mengonsumsi sumber makanan yang sama. Hal ini berbeda dari alergi individual terhadap protein ikan.

Prinsip Diet

  • Diet eliminasi sebaiknya mempunyai tujuan yang jelas.
  • Pada alergi makanan yang sudah terdiagnosis, makanan penyebab alergi perlu dihindari sesuai rekomendasi dokter dan ahli gizi. EAACI juga menekankan pentingnya edukasi diet dan rencana penanganan reaksi setelah diagnosis alergi ditegakkan. (EAACI)
  • Pada dugaan intoleransi histamin, eliminasi luas terhadap banyak kelompok makanan dapat menurunkan kualitas diet dan membuat seseorang menghindari makanan yang sebenarnya dapat ditoleransi.
  • Karena kandungan histamin sangat bervariasi, pendekatan yang lebih rasional adalah mengevaluasi pola gejala dan makanan secara individual, kemudian menghindari makanan yang memang terbukti berkaitan dengan keluhan.

Prinsip Penting untuk Orang Tua

  • Pada anak, daftar “makanan tinggi histamin” tidak boleh digunakan sebagai dasar tunggal untuk memberikan diet eliminasi yang luas.
  • Jika anak mengalami:
  • • urtikaria berulang
    • muntah berulang setelah makanan tertentu
    • diare kronis
    • darah dalam tinja
    • sulit makan
    • gangguan pertumbuhan
    • batuk atau mengi setelah makanan tertentu
    • bengkak bibir atau wajah
    • reaksi cepat setelah makanan tertentu
  • maka perlu dilakukan evaluasi penyebab secara sistematis.
  • Alergi makanan harus dibedakan dari infeksi, gangguan gastrointestinal, food intolerance, penyakit inflamasi, feeding difficulties, serta reaksi terhadap komponen makanan lain.

Tabel Ringkas untuk Edukasi

Pertanyaan Alergi makanan Histamin dalam makanan
Apa penyebabnya? Respons imun terhadap alergen Histamin yang terbentuk di pangan
Apakah melibatkan protein? Ya, sebagai target alergen Tidak harus
Apakah sistem imun harus terlibat? Ya Tidak dalam pengertian alergi
Apakah histamin tubuh dapat meningkat? Ya, pada reaksi tertentu Histamin berasal dari pangan
Apakah ikan harus dihindari? Hanya bila terbukti sebagai alergen Tergantung kondisi dan kadar histamin
Apakah keju pasti bermasalah? Tidak Kandungan biogenic amine sangat bervariasi
Pemeriksaan utama Riwayat + pemeriksaan alergi yang sesuai Tidak ada satu tes tunggal yang tervalidasi untuk semua kasus
OFC Dapat membantu konfirmasi alergi Bukan tes standar untuk “kadar histamin”
Prinsip diet Hindari alergen yang terbukti Hindari paparan yang terbukti menimbulkan masalah, dengan evaluasi klinis

Kesimpulan Ilmiah

  • Histamin dalam makanan dan alergi makanan merupakan dua konsep yang berbeda.
  • Histamin pangan merupakan biogenic amine yang dapat terbentuk terutama melalui aktivitas mikroorganisme selama fermentasi, pematangan, penyimpanan, atau kerusakan pangan. Ikan tertentu, ikan fermentasi, keju matang, daging fermentasi, dan berbagai pangan fermentasi dapat mengandung histamin dalam jumlah tinggi, tetapi kadarnya sangat bervariasi antarproduk. (PubMed Central (PMC))
  • Alergi makanan merupakan respons sistem imun terhadap alergen makanan. Pada alergi IgE-mediated, histamin dapat dilepaskan oleh sel mast dan basofil sebagai mediator reaksi. Jadi, histamin memang dapat terlibat dalam alergi, tetapi keberadaan histamin di dalam makanan tidak otomatis berarti seseorang mengalami alergi terhadap makanan tersebut.
  • Karena itu, daftar makanan tinggi histamin tidak boleh digunakan sebagai pengganti diagnosis alergi makanan. Evaluasi harus mempertimbangkan riwayat klinis, pola reaksi, pemeriksaan alergi yang sesuai, dan bila diperlukan oral food challenge di bawah pengawasan medis. (EAACI)
  • Rujukan utama yang mendasari artikel ini mencakup kajian biogenic amine pada pangan, kajian khusus ikan dan produk fermentasi, serta pedoman EAACI mengenai diagnosis dan tata laksana alergi makanan. (PubMed Central (PMC))
Visited 2 times, 2 visit(s) today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *