Daftar Cluster of Differentiation (CD) Terkini : Sistem Penanda Molekuler Sel Imun dan Perannya dalam Imunologi Modern
Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara
Abstrak
Cluster of Differentiation (CD) merupakan sistem klasifikasi molekul permukaan sel yang digunakan untuk mengidentifikasi, membedakan, dan mempelajari berbagai populasi sel, terutama sel sistem imun. Penamaan CD berasal dari International Workshop and Conference on Human Leukocyte Differentiation Antigens (HLDA) tahun 1982 yang bertujuan menyatukan nomenklatur berbagai antibodi monoklonal terhadap antigen permukaan leukosit. Saat ini, sistem CD telah berkembang menjadi lebih dari 400 molekul yang tidak hanya ditemukan pada leukosit, tetapi juga pada sel endotel, epitel, trombosit, sel punca, dan berbagai jaringan lain.
Molekul CD memiliki fungsi biologis yang luas, termasuk sebagai reseptor antigen, molekul adhesi, ko-reseptor aktivasi, pengatur respons imun, reseptor sitokin, reseptor komplemen, dan mediator komunikasi antar sel. Pemeriksaan ekspresi CD menggunakan teknik imunofenotiping seperti flow cytometry menjadi dasar dalam diagnosis leukemia, limfoma, defisiensi imun, pemantauan terapi kanker, transplantasi, serta penelitian imunologi.
Dalam imunologi klinis modern, kombinasi ekspresi CD digunakan untuk menentukan identitas dan status fungsional sel. Contohnya, CD3 digunakan sebagai penanda utama sel T, CD4 menunjukkan sel T helper, CD8 menunjukkan sel T sitotoksik, CD19 dan CD20 menandai sel B, CD56 menandai natural killer cell, CD34 menunjukkan sel progenitor hematopoietik, sedangkan CD14 dan CD68 berhubungan dengan sistem monosit-makrofag. Pemahaman mengenai CD menjadi dasar penting dalam perkembangan imunoterapi, termasuk terapi antibodi monoklonal dan CAR-T cell therapy.
Kata kunci: Cluster of Differentiation, CD marker, imunofenotiping, flow cytometry, sistem imun, leukosit
Pendahuluan
Sistem imun manusia terdiri dari berbagai jenis sel dengan fungsi yang sangat spesifik. Identifikasi setiap jenis sel memerlukan metode yang mampu membedakan karakteristik molekuler antar sel. Cluster of Differentiation (CD) merupakan sistem standar internasional yang digunakan untuk mengidentifikasi molekul permukaan sel berdasarkan reaktivitas terhadap antibodi monoklonal.
Molekul CD terutama ditemukan pada permukaan sel imun dan berfungsi sebagai penanda identitas serta status aktivasi sel. Ekspresi suatu CD dapat menunjukkan tahap perkembangan sel, fungsi imunologis, maupun kondisi patologis tertentu. Sebagai contoh, CD3 menjadi penanda seluruh sel T matang, CD19 dan CD20 menunjukkan garis keturunan sel B, sedangkan CD16 dan CD56 berhubungan dengan aktivitas natural killer cell.
Sistem CD memiliki peran penting dalam imunologi klinis. Pemeriksaan panel CD dengan flow cytometry digunakan untuk diagnosis keganasan hematologi seperti leukemia limfoblastik akut, leukemia mieloid akut, limfoma, serta evaluasi gangguan imun primer. Selain itu, perkembangan terapi berbasis target molekuler menggunakan antibodi anti-CD seperti anti-CD20 pada limfoma sel B dan terapi CAR-T yang menargetkan CD19 menunjukkan pentingnya pemahaman mengenai molekul CD dalam kedokteran modern.
Klasifikasi Cluster of Differentiation Utama dalam Sistem Imun
| Molekul CD | Sel Utama | Fungsi Imun |
|---|---|---|
| CD1 | Sel penyaji antigen | Presentasi lipid antigen kepada sel T |
| CD2 | Sel T, NK | Adhesi sel dan aktivasi limfosit |
| CD3 | Semua sel T | Komponen reseptor antigen sel T (TCR complex) |
| CD4 | T helper | Regulasi respons imun melalui Th1, Th2, Th17 |
| CD8 | T sitotoksik | Membunuh sel terinfeksi virus dan sel tumor |
| CD11c | Sel dendritik | Presentasi antigen dan aktivasi imun adaptif |
| CD14 | Monosit, makrofag | Pengenalan lipopolisakarida bakteri |
| CD16 | NK, neutrofil | Antibody-dependent cellular cytotoxicity |
| CD19 | Sel B | Identifikasi garis keturunan sel B |
| CD20 | Sel B matur | Target terapi rituximab pada penyakit imun |
| CD21 | Sel B | Reseptor komplemen dan aktivasi sel B |
| CD25 | Treg dan sel T aktif | Reseptor IL-2, regulasi proliferasi T cell |
| CD27 | Sel memori T dan B | Diferensiasi dan aktivasi limfosit |
| CD28 | Sel T | Ko-stimulasi aktivasi sel T |
| CD34 | Sel punca hematopoetik | Marker stem cell |
| CD38 | Plasma cell dan limfosit aktif | Aktivasi dan metabolisme imun |
| CD45 | Semua leukosit | Marker pan-leukocyte |
| CD56 | Sel NK | Aktivitas sitotoksik alami |
| CD57 | NK dan T cell matur | Diferensiasi sel imun terminal |
| CD68 | Makrofag | Marker fagosit mononuklear |
| CD80/CD86 | APC | Ko-stimulasi aktivasi sel T |
| CD95 | Sel imun | Apoptosis melalui jalur Fas |
| CD117 | Mast cell dan stem cell | Reseptor stem cell factor |
| CD127 | T cell dan ILC | Reseptor IL-7 untuk survival limfosit |
| CD138 | Plasma cell | Produksi antibodi |
| CD163 | Makrofag M2 | Regulasi inflamasi dan perbaikan jaringan |
| CD183 (CXCR3) | Th1 | Migrasi sel pada inflamasi tipe 1 |
| CD194 (CCR4) | Th2 | Migrasi sel pada inflamasi alergi |
| CD196 (CCR6) | Th17 | Rekrutmen sel pada inflamasi mukosa |
| CD200 | Sel imun regulator | Kontrol aktivasi imun |
| CD274 (PD-L1) | APC, tumor | Regulasi checkpoint imun |
| CD279 (PD-1) | Sel T | Inhibisi respons imun |
| CD326 (EpCAM) | Sel epitel | Marker kanker dan sel epitel |
Peran CD dalam Precision Immunology
Penggunaan panel CD multiparameter saat ini menjadi bagian penting dalam diagnosis dan penelitian imunologi. Pemeriksaan flow cytometry dengan kombinasi CD3, CD4, CD8, CD19, CD56, CD25, dan marker lainnya dapat menggambarkan kondisi sistem imun seseorang secara detail. Pada imunodefisiensi primer, pola CD dapat membantu menentukan kelainan jumlah atau fungsi sel imun. Pada kanker hematologi, ekspresi CD menjadi dasar diagnosis leukemia dan limfoma serta pemilihan terapi target.
Dalam penyakit alergi dan inflamasi kronis, marker CD membantu memahami jalur imun yang dominan. Sel Th2 biasanya ditandai dengan ekspresi CD4 bersama produksi sitokin IL-4, IL-5, dan IL-13. Regulatory T cell ditandai oleh CD4, CD25, dan FoxP3 yang berperan dalam mempertahankan toleransi terhadap antigen makanan. Gangguan keseimbangan antara sel efektor dan regulator dapat menyebabkan alergi makanan, asma, dermatitis atopik, dan penyakit autoimun.
Perkembangan terapi masa depan akan semakin bergantung pada pemetaan profil imun individu. Analisis CD yang dikombinasikan dengan biomarker molekuler, genomik, metabolomik, dan mikrobiota memungkinkan pendekatan precision medicine dengan pemilihan terapi yang lebih tepat. Dengan demikian, CD tidak hanya berfungsi sebagai marker identifikasi sel, tetapi menjadi alat utama untuk memahami mekanisme penyakit dan mengembangkan terapi imunologi generasi berikutnya.
Daftar Lengkap Cluster of Differentiation (CD): Sistem Penanda Molekuler Sel Imun dan Perannya dalam Imunologi Modern
Klasifikasi Utama Molekul CD
| Kelompok | Contoh CD | Fungsi utama |
|---|---|---|
| Penanda sel T | CD3, CD4, CD8, CD28 | Identifikasi dan aktivasi sel T |
| Penanda sel B | CD19, CD20, CD21, CD22, CD79 | Identifikasi dan aktivasi sel B |
| Sel NK | CD16, CD56, CD94 | Sitotoksisitas dan pengenalan target |
| Monosit/Makrofag | CD14, CD64, CD68 | Fagositosis dan inflamasi |
| Sel dendritik | CD11c, CD83, CD86 | Presentasi antigen |
| Sel punca hematopoietik | CD34, CD117 | Progenitor dan diferensiasi darah |
| Adhesi sel | CD31, CD44, CD54, CD62 | Migrasi dan interaksi antar sel |
| Reseptor sitokin | CD25, CD122, CD127, CD132 | Transduksi sinyal imun |
| Aktivasi imun | CD69, CD70, CD80, CD86 | Ko-stimulasi respons imun |
Daftar Lengkap Marker Cluster of Differentiation Terpilih dan Fungsi Utama
| CD | Nama molekul | Fungsi utama |
|---|---|---|
| CD1a | CD1a glycoprotein | Menyajikan antigen lipid dan glikolipid kepada sel T, terutama natural killer T cell |
| CD1b | CD1b molecule | Presentasi antigen lipid mikobakteri kepada sel T |
| CD1c | CD1c molecule | Marker sel dendritik konvensional dan presentasi lipid antigen |
| CD1d | CD1d molecule | Aktivasi natural killer T cell melalui antigen lipid |
| CD2 | T-cell adhesion molecule | Adhesi sel T melalui interaksi CD58 dan aktivasi sinyal |
| CD3 | T-cell receptor complex | Komponen utama kompleks reseptor sel T |
| CD4 | T helper cell co-receptor | Ko-reseptor MHC kelas II pada sel T helper |
| CD5 | T-cell/B-cell regulatory molecule | Mengatur aktivasi limfosit |
| CD6 | T-cell adhesion molecule | Interaksi sel T dengan epitel timus |
| CD7 | T-cell/NK marker | Marker awal sel T dan natural killer cell |
| CD8 | Cytotoxic T-cell co-receptor | Ko-reseptor MHC kelas I pada sel T sitotoksik |
| CD9 | Tetraspanin | Adhesi sel dan regulasi membran |
| CD10 | Neprilysin | Enzim protease permukaan, marker limfosit tertentu |
| CD11a | Integrin alpha L | Adhesi leukosit melalui LFA-1 |
| CD11b | Integrin alpha M | Fagositosis dan aktivasi neutrofil/makrofag |
| CD11c | Integrin alpha X | Marker utama sel dendritik |
| CD13 | Aminopeptidase N | Diferensiasi mieloid |
| CD14 | LPS receptor | Pengenalan bakteri gram negatif pada monosit |
| CD15 | Lewis X antigen | Adhesi dan migrasi neutrofil |
| CD16 | Fcγ receptor III | Reseptor IgG pada NK cell dan neutrofil |
| CD18 | Integrin beta 2 | Adhesi leukosit dan migrasi imun |
| CD19 | B-cell marker | Identifikasi sel B dan target terapi CAR-T |
| CD20 | B-cell membrane protein | Aktivasi sel B dan target rituximab |
| CD21 | Complement receptor 2 | Reseptor komplemen dan Epstein-Barr virus |
| CD22 | B-cell inhibitory receptor | Regulasi aktivasi sel B |
| CD23 | Low affinity IgE receptor | Regulasi respons IgE |
| CD25 | IL-2 receptor alpha | Aktivasi sel T dan regulatory T cell |
| CD26 | Dipeptidyl peptidase-4 | Aktivasi dan adhesi sel T |
| CD27 | TNF receptor family | Memori dan aktivasi limfosit |
| CD28 | T-cell costimulatory receptor | Ko-stimulasi aktivasi sel T |
| CD30 | Activation marker lymphocyte | Marker Hodgkin lymphoma |
| CD31 | PECAM-1 | Adhesi endotel dan trombosit |
| CD32A/B | Fcγ receptor II | Regulasi respons terhadap kompleks IgG |
| CD33 | Myeloid marker | Marker leukemia mieloid akut |
| CD34 | Hematopoietic stem cell marker | Identifikasi sel progenitor darah |
| CD36 | Platelet glycoprotein | Adhesi trombosit dan pengenalan lipid |
| CD38 | Activation marker | Aktivasi limfosit dan plasma cell |
| CD40 | APC-B cell interaction | Pergantian kelas antibodi pada sel B |
| CD41 | Integrin alpha IIb | Agregasi trombosit |
| CD42 | Platelet glycoprotein complex | Hemostasis dan fungsi trombosit |
| CD44 | Adhesion molecule | Migrasi sel dan interaksi matriks ekstraseluler |
| CD45 | Leukocyte common antigen | Marker seluruh sel hematopoietik |
| CD46 | Complement regulator | Perlindungan sel dari komplemen |
| CD47 | Don’t eat me signal | Menghambat fagositosis makrofag |
| CD48 | Leukocyte membrane molecule | Aktivasi dan komunikasi leukosit |
| CD52 | CAMPATH antigen | Target terapi alemtuzumab |
| CD54 | ICAM-1 | Adhesi leukosit dan inflamasi |
| CD55 | Complement decay accelerator | Regulasi sistem komplemen |
| CD56 | NCAM | Marker natural killer cell |
| CD57 | NK/T-cell differentiation marker | Sel NK matur |
| CD58 | LFA-3 ligand | Interaksi dengan CD2 pada sel T |
| CD59 | Complement inhibitor | Menghambat pembentukan membrane attack complex |
| CD61 | Integrin beta 3 | Agregasi trombosit |
| CD62E | E-selectin | Adhesi leukosit pada endotel aktif |
| CD62L | L-selectin | Homing leukosit ke jaringan limfoid |
| CD62P | P-selectin | Aktivasi trombosit dan inflamasi |
| CD63 | Tetraspanin marker | Aktivasi trombosit dan lisosom |
| CD64 | FcγRI receptor | Reseptor IgG afinitas tinggi pada makrofag |
| CD68 | Macrophage marker | Identifikasi monosit dan makrofag |
| CD69 | Early activation marker | Aktivasi awal limfosit |
| CD70 | Activated lymphocyte ligand | Interaksi CD27-CD70 |
| CD71 | Transferrin receptor | Transport besi dan proliferasi sel |
| CD73 | Ecto-5-nucleotidase | Produksi adenosin imunoregulator |
| CD74 | MHC II invariant chain | Pembentukan kompleks MHC kelas II |
| CD79A/B | B-cell receptor component | Kompleks reseptor antigen sel B |
| CD80 | B7-1 molecule | Ko-stimulasi sel T melalui CD28 |
| CD81 | Tetraspanin | Kompleks reseptor sel B |
| CD83 | Dendritic cell maturation marker | Marker maturasi sel dendritik |
| CD86 | B7-2 molecule | Ko-stimulasi aktivasi sel T |
| CD94 | NK receptor | Pengenalan HLA-E oleh NK cell |
| CD95 | Fas receptor | Apoptosis melalui Fas ligand |
| CD103 | Integrin alpha E | Adhesi limfosit intraepitel |
| CD105 | Endoglin | Regulasi sinyal TGF-β dan angiogenesis |
| CD117 | c-Kit receptor | Diferensiasi sel punca hematopoietik |
| CD119 | IFN-γ receptor | Respons terhadap interferon gamma |
| CD120 | TNF receptor | Respons inflamasi TNF |
| CD121 | IL-1 receptor | Sinyal inflamasi interleukin-1 |
| CD122 | IL-2 receptor beta | Aktivasi sel T dan NK |
| CD123 | IL-3 receptor | Diferensiasi sel hematopoietik |
| CD124 | IL-4 receptor alpha | Jalur IL-4 dan IL-13, alergi tipe 2 |
| CD125 | IL-5 receptor | Aktivasi eosinofil |
| CD126 | IL-6 receptor | Respons inflamasi IL-6 |
| CD127 | IL-7 receptor alpha | Perkembangan limfosit T |
| CD132 | Common gamma chain | Komponen reseptor berbagai sitokin |
| CD133 | Prominin-1 | Marker sel punca hematopoietik dan saraf |
| CD134 | OX40 | Aktivasi dan kelangsungan hidup sel T |
| CD137 | 4-1BB receptor | Aktivasi sel T sitotoksik |
| CD138 | Syndecan-1 | Marker plasma cell |
| CD140A/B | PDGF receptor | Regulasi pertumbuhan dan jaringan ikat |
| CD141 | Thrombomodulin | Antikoagulasi dan marker dendritik tertentu |
| CD144 | VE-cadherin | Adhesi sel endotel |
| CD146 | MCAM | Adhesi vaskular dan angiogenesis |
| CD150 | SLAM | Aktivasi interaksi sel T dan sel B |
| Penanda CD | Nama / Molekul | Fungsi dan Ekspresi Utama |
|---|---|---|
| CD151 | Tetraspanin CD151 | Protein keluarga tetraspanin dengan distribusi luas pada jaringan. Ditemukan pada trombosit, megakariosit, granulosit, dan sel eritroleukemia. Berperan dalam adhesi sel dan integritas membran. |
| CD152 | CTLA-4 (Cytotoxic T-Lymphocyte Antigen-4) | Molekul penghambat aktivasi sel T. Diekspresikan terutama pada limfosit T CD4+, sebagian limfosit B. Berikatan dengan CD80 dan CD86 dengan afinitas lebih tinggi dibanding CD28 sehingga menekan aktivasi sel T. Menjadi target terapi imun seperti ipilimumab pada kanker. |
| CD153 | TNFSF8 / CD30 Ligand | Ligand dari CD30. Berperan dalam aktivasi dan proliferasi sel T melalui jalur TNF. Dikode oleh gen TNFSF8. |
| CD154 | CD40 Ligand (CD40L) | Molekul kostimulator pada sel T yang berikatan dengan CD40 pada sel B dan antigen presenting cell (APC). Berperan penting dalam aktivasi sel B, pergantian kelas imunoglobulin, dan aktivasi APC. |
| CD155 | Poliovirus receptor (PVR) / Necl-5 | Reseptor permukaan sel yang dikode oleh gen PVR. Berperan dalam adhesi sel, migrasi, dan menjadi reseptor masuknya poliovirus. Juga menjadi ligan bagi reseptor sel NK seperti CD226 dan CD96. |
| CD156 | Keluarga ADAM (A Disintegrin And Metalloprotease) | Kelompok protein protease membran yang berperan dalam pemotongan protein permukaan sel, migrasi leukosit, inflamasi, dan regulasi sinyal sel. |
| CD156a | ADAM8 | Enzim disintegrin dan metalloprotease yang dikode oleh gen ADAM8. Berperan dalam migrasi sel imun dan proses inflamasi. |
| CD156b | ADAM17 | Juga dikenal sebagai TACE (TNF-α converting enzyme). Berperan dalam pelepasan TNF-α dari membran sel dan regulasi inflamasi. |
| CD156c | ADAM10 | Metalloprotease yang berperan dalam pemrosesan protein permukaan sel, termasuk regulasi sinyal Notch dan migrasi sel. |
| CD157 | BST1 (Bone Marrow Stromal Cell Antigen-1) | Molekul yang berhubungan dengan CD38. Ditemukan pada sel stroma sumsum tulang dan berperan dalam pertumbuhan prekursor sel B. Ekspresinya meningkat pada beberapa kondisi inflamasi seperti artritis reumatoid. |
| CD158 | KIR (Killer Cell Immunoglobulin-like Receptor) | Kelompok reseptor imunoglobulin pada sel NK. Mengatur aktivitas sitotoksik sel NK melalui pengenalan molekul HLA kelas I. |
| CD158A | KIR2DL1 | Reseptor penghambat pada sel NK yang mengenali alel HLA-C. Menghambat aktivitas sitotoksik NK sehingga mencegah penghancuran sel normal. |
| CD158B1 | KIR2DL2 | Reseptor sel NK untuk beberapa alel HLA-C. Memberikan sinyal penghambatan terhadap aktivitas NK. |
| CD158B2 | KIR2DL3 | Reseptor inhibitor sel NK yang mengenali HLA-C. Mengatur keseimbangan aktivasi dan inhibisi sel NK. |
| CD158C | KIR3DP1 | Protein mirip KIR yang diekspresikan pada sel darah perifer. Fungsi spesifik masih terbatas. |
| CD158D | KIR2DL4 | Reseptor pada sel NK yang berhubungan dengan pengenalan HLA dan regulasi aktivitas NK. |
| CD158E1 | KIR3DL1 | Reseptor inhibitor sel NK yang mengenali alel HLA-Bw4. Menghambat aktivasi NK. |
| CD158E2 | KIR3DS1 | Reseptor aktivasi sel NK yang berhubungan dengan pengenalan molekul HLA tertentu. Tidak memberikan sinyal inhibisi. |
| CD158F1 | KIR2DL5A | Reseptor inhibitor sel NK yang menekan aktivitas sitotoksik NK. |
| CD158F2 | KIR2DL5B | Reseptor inhibitor sel NK dengan fungsi regulasi aktivitas NK. |
| CD158G | KIR2DS5 | Reseptor aktivasi sel NK yang mengenali HLA-C. Meningkatkan respons sitotoksik NK. |
| CD158H | KIR2DS1 | Reseptor aktivasi sel NK yang mengenali alel HLA-C tertentu. |
| CD158I | KIR2DS4 | Reseptor aktivasi sel NK yang berperan dalam pengenalan target imun. |
| CD158J | KIR2DS2 | Reseptor aktivasi sel NK yang berikatan dengan HLA-C tertentu. |
| CD158K | KIR3DL2 | Reseptor inhibitor sel NK yang mengenali HLA-A. Menghambat aktivitas sitotoksik NK. |
| CD159a | NKG2A/NKG2B | Reseptor tipe II pada sel NK dan sebagian sel T sitotoksik. Mengenali HLA-E dan menghambat aktivasi NK. |
| CD159c | NKG2C | Reseptor aktivasi sel NK yang mengenali HLA-E. Berperan dalam respons imun terhadap infeksi virus. |
| CD160 | CD160 | Ditemukan pada sel NK perifer dan limfosit T CD8 sitotoksik. Berperan dalam pengenalan molekul MHC kelas I dan aktivitas efektor imun. |
| CD161 | KLRB1 (NK1.1) | Reseptor lektin sel NK. Berperan dalam regulasi aktivitas sitotoksik NK dan terdapat pada beberapa subset sel T. |
| CD162 | PSGL-1 (P-selectin Glycoprotein Ligand-1) | Molekul adhesi leukosit yang berikatan dengan P-selectin pada trombosit dan endotel. Berperan dalam migrasi leukosit. |
| CD163 | Hemoglobin-haptoglobin scavenger receptor | Reseptor pada monosit dan makrofag. Berperan dalam pengambilan kompleks hemoglobin-haptoglobin dan memiliki fungsi antiinflamasi. |
| CD164 | Endolyn / MUC24 | Protein permukaan sel yang berperan dalam hematopoiesis, migrasi sel, dan interaksi sel dengan matriks ekstraseluler. |
| CD165 | SN2 | Glikoprotein permukaan yang digunakan sebagai penanda fungsi trombosit dan diekspresikan pada sebagian sel leukemia limfoblastik akut tipe T. |
| CD166 | ALCAM (Activated Leukocyte Cell Adhesion Molecule) | Molekul adhesi sel yang berikatan dengan CD6. Berperan dalam interaksi leukosit, perkembangan saraf, dan migrasi sel. |
| CD167a | DDR1 | Reseptor tirosin kinase untuk kolagen fibriler. Berperan dalam adhesi sel, diferensiasi, dan remodeling jaringan. |
| CD167b | DDR2 | Reseptor kolagen yang mengatur diferensiasi sel, migrasi, proliferasi, dan perkembangan tulang. |
| CD168 | RHAMM | Reseptor hyaluronan yang berhubungan dengan migrasi sel dan proliferasi. Ekspresinya meningkat pada beberapa kanker. |
| CD169 | Sialoadhesin / SIGLEC1 | Molekul adhesi pada makrofag yang mengenali asam sialat. Berperan dalam interaksi makrofag dengan sel lain. |
| CD170 | SIGLEC5 | Molekul adhesi yang mengenali struktur asam sialat pada permukaan sel. |
| CD171 | L1CAM | Molekul adhesi sel saraf yang penting untuk perkembangan sistem saraf, pertumbuhan neurit, dan migrasi neuron. |
| CD172a | SIRPα | Reseptor penghambat pada makrofag yang berikatan dengan CD47. Memberikan sinyal “jangan makan saya” untuk mencegah fagositosis sel normal. |
| CD172b | SIRPβ1 | Reseptor imun pada sel mieloid yang berperan dalam aktivasi sinyal melalui protein tirosin kinase SYK. |
| CD172g | SIRPγ | Reseptor keluarga SIRP yang berikatan dengan CD47 dan berperan dalam interaksi sel imun. |
| CD173 | Antigen golongan darah H | Struktur karbohidrat pada permukaan sel yang menjadi dasar pembentukan antigen golongan darah ABO. |
| CD174 | FUT3 / Lewis antigen | Enzim fukosiltransferase yang berperan dalam pembentukan antigen golongan darah Lewis. |
| CD175 | Antigen Tn | Struktur glikan pada permukaan sel yang berhubungan dengan perubahan glikosilasi pada kanker. |
| CD175s | Sialyl-Tn (STn) | Antigen glikan yang sering meningkat pada berbagai kanker epitel. |
| CD176 | Antigen Thomsen-Friedenreich (TF) | Antigen karbohidrat permukaan sel yang dapat meningkat pada beberapa keganasan. |
| CD177 | PRV1 / NB1 glycoprotein | Antigen permukaan neutrofil. Ekspresinya meningkat pada polisitemia vera dan beberapa kelainan mieloproliferatif. |
| CD178 | Fas Ligand (FasL) | Ligand untuk reseptor Fas/CD95. Aktivasi jalur ini menyebabkan apoptosis sel dan berperan dalam regulasi sistem imun. |
| CD179a | VPREB1 | Komponen rantai imunoglobulin pada sel prekursor B. Berperan dalam perkembangan dan maturasi sel B. |
| CD179b | IGLL1 | Protein mirip rantai ringan imunoglobulin yang penting untuk perkembangan sel B. |
| CD180 | LY64 | Reseptor pada sel B yang bekerja bersama MD-1 dan TLR4 dalam respons imun bawaan terhadap lipopolisakarida bakteri. |
| CD181 | CXCR1 | Reseptor kemokin IL-8/CXCL8 pada neutrofil. Mengatur migrasi sel inflamasi menuju lokasi infeksi. |
| CD182 | CXCR2 | Reseptor IL-8 yang berperan dalam rekrutmen neutrofil dan respons inflamasi. |
| CD183 | CXCR3 | Reseptor kemokin CXCL9, CXCL10, dan CXCL11. Berperan dalam migrasi limfosit T pada inflamasi. |
| CD184 | CXCR4 | Reseptor CXCL12/SDF-1 yang berperan dalam migrasi sel punca, hematopoiesis, dan menjadi koreseptor masuknya HIV. |
| CD185 | CXCR5 | Reseptor kemokin pada sel B dan subset sel T folikular helper (Tfh). Mengatur migrasi menuju folikel limfoid. |
| CD186 | CXCR6 | Reseptor kemokin CXCL16 yang berperan dalam migrasi sel T dan respons imun mukosa. |
| CD191 | CCR1 | Reseptor kemokin yang mengatur migrasi monosit, makrofag, dan sel imun lainnya. |
| CD192 | CCR2 | Reseptor CCL2/MCP-1 yang berperan dalam rekrutmen monosit ke jaringan inflamasi. |
| CD193 | CCR3 | Reseptor utama eosinofil terhadap eotaxin. Berperan penting pada alergi dan asma. |
| CD194 | CCR4 | Reseptor kemokin CCL17 dan CCL22. Berhubungan dengan migrasi sel Th2 pada penyakit alergi. |
| CD195 | CCR5 | Reseptor kemokin yang berperan dalam migrasi limfosit T dan menjadi koreseptor masuknya HIV-1. |
| CD196 | CCR6 | Reseptor CCL20 yang berperan dalam migrasi sel Th17 dan imunitas mukosa. |
| CD197 | CCR7 | Mengatur migrasi limfosit T dan sel dendritik menuju kelenjar getah bening. |
| CDw198 | CCR8 | Reseptor kemokin CCL1 yang berhubungan dengan migrasi sel T tertentu. |
| CDw199 | CCR9 | Reseptor kemokin CCL25 yang penting dalam imunitas mukosa usus. |
| CD200 | OX-2 | Molekul imunomodulator yang memberikan sinyal inhibisi pada sel mieloid dan makrofag. Diekspresikan meningkat pada beberapa keganasan hematologi dan tumor padat. |
| Marker CD | Nama / Molekul | Fungsi dan Makna Biologis |
|---|---|---|
| CD201 | Endothelial Protein C Receptor (EPCR), Activated Protein C Receptor, gen PROCR | Reseptor pada sel endotel yang mengikat protein C teraktivasi. Berperan dalam regulasi koagulasi, perlindungan endotel, dan respons inflamasi. Mutasi PROCR berhubungan dengan tromboemboli vena, infark miokard, dan keguguran trimester akhir. EPCR juga menjadi reseptor bagi protein PfEMP1 dari Plasmodium falciparum pada malaria berat. |
| CD202b | TEK/TIE2, Angiopoietin-1 receptor, gen TEK | Reseptor tirosin kinase yang terutama diekspresikan pada sel endotel. Berikatan dengan angiopoietin-1 untuk mengatur stabilitas pembuluh darah, angiogenesis, dan komunikasi sel endotel dengan sel otot polos pembuluh darah. Mutasi TEK berhubungan dengan malformasi vena herediter. |
| CD203a | ENPP1 (Ectonucleotide Pyrophosphatase/Phosphodiesterase Family Member 1) | Enzim permukaan sel yang memecah nukleotida ekstraseluler seperti ATP dan NAD. Berperan dalam pembentukan adenosin yang dapat memengaruhi inflamasi dan lingkungan mikro tumor. |
| CD203c | ENPP3 (Ectonucleotide Pyrophosphatase/Phosphodiesterase Family Member 3) | Enzim membran tipe II yang memiliki aktivitas ATPase dan hidrolisis nukleotida. Ditemukan pada basofil, sel mast, dan jaringan uterus. Sering digunakan sebagai marker aktivasi basofil dan sel mast pada penelitian alergi. |
| CD204 | Macrophage Scavenger Receptor 1 (MSR1/SCARA1) | Reseptor pada makrofag yang membantu pengambilan LDL termodifikasi melalui endositosis. Berperan dalam aterosklerosis, pertahanan terhadap patogen, dan proses inflamasi kronis. |
| CD205 | Lymphocyte Antigen 75 (LY75), DEC-205 | Reseptor endositik pada sel dendritik yang membantu menangkap dan memproses antigen untuk presentasi kepada sel T. Penting dalam regulasi respons imun adaptif. |
| CD206 | Mannose Receptor C-Type 1 (MRC1/MC1) | Reseptor pada makrofag, sel dendritik imatur, fibroblas kulit, dan keratinosit. Berfungsi membersihkan glikoprotein dari sirkulasi dan membantu pengenalan patogen. Merupakan marker makrofag tipe M2 yang terkait dengan resolusi inflamasi dan perbaikan jaringan. |
| CD207 | Langerin (CLEC4K) | Reseptor lektin tipe C pada sel Langerhans kulit. Berperan dalam pengambilan antigen dan pembentukan granula Birbeck yang khas pada sel Langerhans. |
| CD208 | LAMP3 (Lysosome-associated membrane glycoprotein 3) | Protein membran lisosom yang berhubungan dengan pematangan sel dendritik dan proses presentasi antigen. |
| CD209 | DC-SIGN (Dendritic Cell-Specific ICAM-3 Grabbing Non-integrin) | Reseptor lektin tipe C pada sel dendritik. Membantu pengenalan patogen dan interaksi antara sel dendritik dengan limfosit. |
| CD210 | IL-10 Receptor Alpha (IL10RA) | Reseptor sitokin IL-10 yang menghasilkan sinyal imunosupresif. Menghambat produksi sitokin proinflamasi. Mutasi IL10RA berhubungan dengan penyakit radang usus dini (early-onset inflammatory bowel disease). |
| CDw210a | IL10RA | Subunit alfa reseptor IL-10 dengan fungsi mengatur respons antiinflamasi melalui jalur IL-10. |
| CDw210b | IL10RB | Subunit beta reseptor IL-10. Diperlukan untuk aktivasi sinyal IL-10, IL-22, IL-26, IL-28, dan IFN lambda. Mutasi berhubungan dengan gangguan imun dan penyakit radang usus. |
| CD211 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD212 | IL12RB1 (Interleukin-12 Receptor Beta 1) | Komponen reseptor IL-12 dan IL-23. Kekurangan ekspresi menyebabkan imunodefisiensi dengan kerentanan berat terhadap infeksi Mycobacterium dan Salmonella. |
| CD213a1 | IL13RA1 (Interleukin-13 Receptor Alpha 1) | Subunit reseptor IL-13. Mengaktifkan jalur JAK1, TYK2, STAT3, dan STAT6 melalui IL-13 dan IL-4. Berperan dalam respons alergi tipe Th2. |
| CD213a2 | IL13RA2 | Reseptor IL-13 alfa-2. Berperan sebagai pengikat IL-13 dan terlibat dalam regulasi fibrosis serta beberapa jenis kanker. |
| CD214 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD215 | IL15RA (Interleukin-15 Receptor Alpha) | Reseptor IL-15 yang penting untuk perkembangan dan aktivasi sel NK serta sel T memori. |
| CD216 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD217 | IL17R (Interleukin-17 Receptor) | Reseptor IL-17A yang mengatur respons imun terhadap infeksi terutama bakteri dan jamur. Berperan dalam inflamasi mukosa. |
| CD218a | IL18R1 (Interleukin-18 Receptor 1) | Reseptor IL-18 yang berperan dalam aktivasi sel NK dan sel T melalui produksi IFN-gamma. |
| CD218b | IL18RAP (IL-18 Receptor Accessory Protein) | Protein pendamping reseptor IL-18. Variasi gen IL18RAP berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit celiac. |
| CD219 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD220 | Insulin Receptor (INSR) | Reseptor insulin dengan aktivitas tirosin kinase. Mengatur metabolisme glukosa, pertumbuhan sel, diferensiasi, dan apoptosis. Mutasi INSR dapat menyebabkan gangguan sensitivitas insulin dan diabetes. |
| CD221 | IGF-1 Receptor (IGF1R) | Reseptor insulin-like growth factor 1 yang mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan proliferasi sel. |
| CD222 | IGF-2 Receptor (IGF2R), Cation-independent Mannose-6-phosphate Receptor | Reseptor IGF-2 yang berperan dalam regulasi pertumbuhan sel dan transport enzim lisosom. |
| CD223 | LAG-3 (Lymphocyte Activation Gene 3) | Reseptor penghambat pada sel T. Mengatur aktivasi imun dan menjadi target terapi imun kanker. |
| CD224 | GGT1 (Gamma-glutamyltransferase 1) | Enzim yang berperan dalam metabolisme glutathione dan transport asam amino. Digunakan sebagai marker fungsi hati dan metabolisme oksidatif. |
| CD225 | IFITM1 (Interferon-induced Transmembrane Protein 1) | Protein antivirus yang menghambat replikasi virus seperti influenza A. |
| CD226 | DNAM-1 (CD226) | Molekul kostimulator pada sel NK dan sel T. Membantu adhesi dan aktivasi sel imun terhadap sel target. |
| CD227 | MUC1 (Mucin-1) | Protein mukin permukaan epitel yang melindungi mukosa dari patogen. Digunakan sebagai marker diagnostik beberapa kanker epitel. |
| CD228 | Melanotransferrin (MFI2) | Glikoprotein permukaan sel yang banyak ditemukan pada melanoma dan beberapa sel kanker. |
| CD229 | LY9 / SLAMF3 | Molekul permukaan keluarga SLAM pada limfosit T dan B. Berperan dalam komunikasi antar sel imun. |
| CD230 | PRNP (Prion Protein) | Protein prion normal pada permukaan sel saraf. Mutasi PRNP menyebabkan penyakit prion herediter seperti Creutzfeldt-Jakob disease familial. |
| Marker CD | Nama / Molekul | Fungsi dan Makna Biologis |
|---|---|---|
| CD231 | Tetraspanin-7 (TSPAN7) | Protein membran keluarga tetraspanin yang berperan dalam adhesi sel dan komunikasi antar sel. Mutasi TSPAN7 berhubungan dengan gangguan intelektual terkait kromosom X dan beberapa gangguan neuropsikiatri. |
| CD232 | Plexin-C1 (PLXNC1/VESPR) | Reseptor semaforin yang berperan dalam migrasi sel, perkembangan jaringan, dan interaksi dengan protein virus tertentu. |
| CD233 | SLC4A1 (AE1/Band 3) | Protein pertukaran anion pada membran eritrosit dan sel tubulus ginjal. Berperan dalam transport bikarbonat dan keseimbangan asam basa. Mutasi menyebabkan kelainan membran eritrosit seperti hereditary spherocytosis dan renal tubular acidosis. |
| CD234 | DARC (Duffy Antigen Receptor for Chemokines) | Reseptor kemokin pada eritrosit. Menjadi reseptor masuknya parasit malaria Plasmodium vivax dan Plasmodium knowlesi. |
| CD235a | Glycophorin A (GYPA) | Protein permukaan eritrosit yang merupakan bagian dari sistem golongan darah MNS. Marker utama identifikasi sel darah merah. |
| CD235b | Glycophorin B (GYPB) | Protein membran eritrosit yang berperan dalam sistem golongan darah MNS. |
| CD236 | Glycophorin C (GYPC) | Protein membran eritrosit yang membantu stabilitas bentuk sel darah merah melalui interaksi dengan sitoskeleton. |
| CD237 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD238 | Kell Blood Group Protein (KEL) | Protein membran eritrosit yang memiliki aktivitas enzim endotelin-3-converting enzyme. Penting dalam sistem golongan darah Kell. |
| CD239 | Lutheran Blood Group / BCAM | Molekul adhesi sel yang membantu interaksi eritrosit dengan jaringan. Berperan pada sistem golongan darah Lutheran. |
| CD240CE | RHCE | Protein antigen Rh yang menentukan antigen C, c, E, dan e pada permukaan eritrosit. |
| CD240D | RHD (RhD Antigen) | Protein antigen RhD pada eritrosit yang menentukan status Rh positif atau negatif. |
| CD241 | RHAG (Rh-associated glycoprotein) | Protein transporter amonia pada membran eritrosit. Mutasi RHAG dapat menyebabkan kelainan bentuk eritrosit seperti stomatositosis. |
| CD242 | ICAM4 / LW Blood Group | Molekul adhesi eritrosit yang membantu interaksi eritrosit dengan sel imun dan endotel. |
| CD243 | ABCB1 / P-glycoprotein / MDR1 | Pompa membran yang mengeluarkan zat asing dan obat dari dalam sel. Berperan dalam resistensi obat pada kanker. |
| CD244 | 2B4 / SLAMF4 | Reseptor pada sel NK dan sebagian sel T. Mengatur aktivitas sitotoksik sel NK terhadap sel target. |
| CD245 | Belum ditetapkan | Marker CD belum memiliki identifikasi molekuler yang pasti. |
| CD246 | ALK (Anaplastic Lymphoma Kinase) | Reseptor tirosin kinase yang berperan dalam perkembangan sistem saraf. Aktivasi abnormal ALK berhubungan dengan beberapa kanker, terutama kanker paru. |
| CD247 | CD3 Zeta Chain | Komponen kompleks reseptor sel T (TCR). Penting dalam transmisi sinyal aktivasi sel T. |
| CD248 | Endosialin / TEM1 | Reseptor permukaan yang berperan dalam adhesi sel, pembentukan pembuluh darah baru, dan lingkungan mikro tumor. |
| CD249 | ENPEP (Glutamyl Aminopeptidase) | Enzim yang mengubah angiotensin II menjadi angiotensin III sehingga berperan dalam regulasi tekanan darah. |
| CD250 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD251 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD252 | OX40 Ligand (OX40L/TNFSF4) | Ligand untuk reseptor OX40 pada sel T. Berperan dalam aktivasi dan diferensiasi sel T terutama respons Th2 pada alergi. |
| CD253 | TRAIL / TNFSF10 | Sitokin yang menginduksi apoptosis terutama pada sel tumor melalui reseptor kematian TRAIL. |
| CD254 | RANKL / TNFSF11 | Mengatur pembentukan osteoklas, remodeling tulang, dan fungsi imun. Menjadi target obat denosumab pada osteoporosis. |
| CD255 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD256 | APRIL / TNFSF13 | Sitokin keluarga TNF yang berperan dalam perkembangan, kelangsungan hidup, dan pematangan sel B. |
| CD257 | BAFF / TNFSF13B | Faktor aktivasi sel B yang mengatur perkembangan dan kelangsungan hidup limfosit B. |
| CD258 | LIGHT / TNFSF14 | Sitokin keluarga TNF yang mengatur aktivasi sel T, inflamasi, dan interaksi imun dengan jaringan. |
| CD259 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD260 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD261 | TRAIL Receptor 1 / DR4 | Reseptor TRAIL yang memicu apoptosis melalui jalur kematian sel. |
| CD262 | TRAIL Receptor 2 / DR5 | Reseptor TRAIL yang mengaktifkan jalur apoptosis pada sel abnormal. |
| CD263 | TRAIL Decoy Receptor 1 | Reseptor TRAIL yang tidak menyebabkan apoptosis dan dapat melindungi sel dari kematian akibat TRAIL. |
| CD264 | TRAIL Decoy Receptor 2 | Reseptor penghambat TRAIL yang menekan proses apoptosis. |
| CD265 | RANK / TNFRSF11A | Reseptor RANKL yang mengatur pembentukan osteoklas, remodeling tulang, dan perkembangan jaringan limfoid. |
| CD266 | TWEAK Receptor / TNFRSF12A | Reseptor untuk TWEAK yang mengatur proliferasi sel, inflamasi, dan perbaikan jaringan. |
| CD267 | TACI / TNFRSF13B | Reseptor pada sel B yang mengatur produksi antibodi, pergantian kelas imunoglobulin, dan homeostasis sel B. Mutasi berhubungan dengan common variable immunodeficiency (CVID). |
| CD268 | BAFF-R / TNFRSF13C | Reseptor BAFF yang penting untuk perkembangan dan kelangsungan hidup sel B. |
| CD269 | BCMA / TNFRSF17 | Reseptor pada sel plasma matang. Menjadi target terapi CAR-T dan antibodi monoklonal pada multiple myeloma. |
| CD270 | HVEM / TNFRSF14 | Reseptor keluarga TNF yang mengatur aktivasi sel T. Berinteraksi dengan BTLA dan LIGHT untuk mengontrol respons imun. |
| Marker CD | Nama / Molekul | Fungsi dan Makna Biologis |
|---|---|---|
| CD271 | NGFR / p75 Nerve Growth Factor Receptor | Reseptor faktor pertumbuhan saraf dengan afinitas rendah. Berperan dalam perkembangan saraf, regenerasi jaringan, dan menjadi marker sel punca kanker pada beberapa tumor termasuk melanoma. |
| CD272 | BTLA (B and T Lymphocyte Attenuator) | Reseptor penghambat sistem imun pada sel T dan B. Berinteraksi dengan HVEM (CD270) untuk menekan aktivasi sel T dan menjaga toleransi imun. |
| CD273 | PD-L2 / PDCD1LG2 | Ligand untuk PD-1 pada sel T. Diekspresikan oleh sel dendritik dan makrofag. Menghambat aktivasi sel T melalui jalur immune checkpoint. |
| CD274 | PD-L1 / PDCD1LG1 | Molekul immune checkpoint yang diekspresikan pada sel T, sel B, makrofag, sel dendritik, sel epitel, dan endotel. Berikatan dengan PD-1 untuk menekan respons sel T. Banyak digunakan sebagai target terapi kanker. |
| CD275 | ICOS Ligand (ICOS-L) | Molekul kostimulator pada antigen presenting cells. Berikatan dengan ICOS pada sel T dan membantu aktivasi serta diferensiasi sel T helper. |
| CD276 | B7-H3 | Molekul keluarga B7 yang berperan dalam regulasi respons imun. Diekspresikan pada berbagai tumor padat dan menjadi target penelitian imunoterapi kanker. |
| CD277 | BTN3A1 (Butyrophilin Subfamily 3 Member A1) | Molekul keluarga butirofilin yang berperan dalam aktivasi sel T gamma-delta (γδ T cell) dan pengenalan stres seluler. |
| CD278 | ICOS (Inducible T-cell Costimulator) | Reseptor kostimulator pada sel T yang berperan dalam aktivasi, proliferasi, dan fungsi sel T helper terutama Th2 dan T follicular helper. |
| CD279 | PD-1 / PDCD1 | Reseptor penghambat pada sel T, sel B, dan sel imun lainnya. Mengontrol aktivasi imun dengan mengikat PD-L1 dan PD-L2. Menjadi target obat imunoterapi seperti nivolumab dan pembrolizumab. |
| CD280 | MRC2 (Mannose Receptor C-Type 2) | Reseptor lektin tipe C yang berperan dalam remodeling matriks ekstraseluler, migrasi sel, dan proses fibrosis. |
| CD281 | TLR1 (Toll-like Receptor 1) | Reseptor pengenal pola pada sistem imun bawaan. Bekerja bersama TLR2 untuk mengenali komponen bakteri terutama lipoprotein Gram positif. |
| CD282 | TLR2 (Toll-like Receptor 2) | Reseptor imun bawaan yang mengenali bakteri, jamur, virus, dan molekul stres jaringan. Mengaktifkan produksi sitokin inflamasi. |
| CD283 | TLR3 (Toll-like Receptor 3) | Mengenali RNA untai ganda (dsRNA) dari virus. Mengaktifkan produksi interferon tipe I melalui jalur IRF3. |
| CD284 | TLR4 (Toll-like Receptor 4) | Reseptor utama pengenal lipopolisakarida (LPS) bakteri Gram negatif. Berperan penting dalam aktivasi inflamasi dan respons terhadap infeksi. |
| CD285 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD286 | TLR6 (Toll-like Receptor 6) | Bekerja bersama TLR2 untuk mengenali lipoprotein mikroba dan mengaktifkan respons imun bawaan. |
| CD287 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD288 | TLR8 (Toll-like Receptor 8) | Mengenali RNA virus dan mikroba. Variasi gen TLR8 berhubungan dengan kerentanan terhadap beberapa infeksi termasuk tuberkulosis. |
| CD289 | TLR9 (Toll-like Receptor 9) | Mengenali DNA mikroba dengan motif CpG yang tidak termetilasi. Berperan dalam aktivasi sel dendritik dan produksi interferon. |
| CD290 | TLR10 (Toll-like Receptor 10) | Reseptor TLR yang banyak ditemukan pada jaringan limfoid seperti limpa, kelenjar getah bening, timus, dan tonsil. |
| CD291 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD292 | BMPR1A (Bone Morphogenetic Protein Receptor Type IA) | Reseptor BMP yang berperan dalam perkembangan tulang, diferensiasi sel, dan pembentukan jaringan. |
| CDw293 | BMPR1B | Reseptor BMP tipe 1B yang berperan dalam perkembangan tulang dan pembuluh darah. Mutasi berhubungan dengan hipertensi pulmonal primer. |
| CD294 | CRTH2 / DP2 / GPR44 | Reseptor prostaglandin D2 pada sel Th2, eosinofil, dan basofil. Berperan dalam inflamasi alergi dan asma. |
| CD295 | Leptin Receptor (LEPR) | Reseptor hormon leptin yang mengatur nafsu makan, metabolisme energi, dan keseimbangan berat badan. Gangguan LEPR berhubungan dengan obesitas. |
| CD296 | ART1 (ADP-ribosyltransferase 1) | Enzim permukaan sel yang berperan dalam modifikasi protein melalui ADP-ribosilasi. |
| CD297 | ART4 (Ecto-ADP-ribosyltransferase 4) | Enzim permukaan eritrosit yang berhubungan dengan sistem golongan darah Dombrock. |
| CD298 | ATP1B3 | Subunit beta pompa natrium kalium (Na+/K+-ATPase). Berperan dalam menjaga keseimbangan ion dan fungsi membran sel. |
| CD299 | CLEC4M / L-SIGN | Reseptor lektin tipe C pada hati dan kelenjar getah bening. Berperan dalam menangkap antigen dan interaksi dengan beberapa virus. |
| CD300A | CMRF35H | Reseptor imun pada monosit, neutrofil, dan sebagian limfosit. Berperan dalam regulasi aktivasi sel imun. |
| CD300C | CMRF35A | Molekul keluarga CD300 yang mengatur respons imun melalui sinyal aktivasi atau inhibisi. |
| CD300E | CMRF35L1 | Reseptor pada sel mieloid yang berhubungan dengan aktivasi respons inflamasi. |
| CD301 | CLEC10A | Reseptor lektin tipe C pada sel dendritik dan makrofag. Berperan dalam pengenalan glikoprotein, adhesi sel, dan regulasi inflamasi. |
| CD302 | CD302 (C-type Lectin Receptor) | Reseptor lektin yang membantu adhesi sel, migrasi, endositosis, dan fagositosis antigen. |
| CD303 | BDCA-2 / CLEC4C | Marker khas sel dendritik plasmacytoid. Mengatur pengambilan antigen dan menekan produksi interferon tipe I setelah aktivasi. |
| CD304 | Neuropilin-1 / NRP1 / BDCA-4 | Reseptor yang berperan dalam perkembangan saraf, angiogenesis melalui VEGF, dan fungsi sel dendritik plasmacytoid. |
| CD305 | LAIR1 | Reseptor inhibitor pada sel NK, sel T, dan sel B. Membantu menjaga toleransi terhadap jaringan tubuh sendiri. |
| CD306 | LAIR2 | Protein keluarga LAIR yang diduga berperan dalam regulasi toleransi mukosa dan respons imun. |
| CD307 | FCRL5 | Reseptor Fc-like pada sel B yang berperan dalam regulasi aktivasi dan fungsi antibodi. |
| CD307a | FCRL1 | Reseptor pada sel B yang mengatur aktivasi dan proliferasi limfosit B. |
| CD307b | FCRL2 | Molekul regulator sel B yang berhubungan dengan produksi antibodi. |
| CD307c | FCRL3 | Reseptor keluarga Fc yang berhubungan dengan regulasi imun dan beberapa penyakit autoimun. |
| CD307d | FCRL4 | Marker subset sel B memori terutama pada jaringan mukosa. |
| CD307e | FCRL5 | Berperan dalam regulasi fungsi sel B dan respons antibodi. |
| CD308 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD309 | KDR / VEGFR2 | Reseptor faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF). Mengatur angiogenesis dan pembentukan pembuluh darah baru. |
| CD310 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD311 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD312 | EMR2 / ADGRE2 | Reseptor adhesi pada monosit, makrofag, sel dendritik, dan granulosit. Berperan dalam migrasi dan aktivasi sel imun. |
| CD313 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD. |
| CD314 | NKG2D / KLRK1 | Reseptor aktivasi pada sel NK, sel T gamma-delta, dan sel T CD8. Mengenali sel yang mengalami stres, infeksi, atau transformasi ganas. |
| CD315 | PTGFRN | Protein membran yang berinteraksi dengan tetraspanin CD9 dan CD81. Berperan dalam organisasi membran sel. |
| CD316 | IGSF8 | Protein keluarga imunoglobulin yang berperan dalam adhesi sel dan interaksi antar protein membran. |
| CD317 | BST2 / Tetherin | Protein antivirus yang menghambat pelepasan virus beramplop dari permukaan sel. Diinduksi oleh interferon. |
| CD318 | CDCP1 | Protein transmembran yang berhubungan dengan migrasi sel, invasi tumor, dan metastasis kanker. |
| CD319 | SLAMF7 | Marker sel plasma normal dan sel plasma ganas pada multiple myeloma. Menjadi target terapi kanker darah. |
| CD320 | CD320 / 8D6A | Reseptor permukaan sel yang berperan dalam pengambilan vitamin B12 melalui kompleks transcobalamin. |
| CD | Nama Molekul / Gen | Fungsi dan Makna Biologis |
|---|---|---|
| CD321 | F11 Receptor / JAM-A (Junctional Adhesion Molecule A) | Molekul adhesi antar sel yang berperan dalam pembentukan hubungan antar sel epitel dan endotel. Mengatur migrasi leukosit, permeabilitas jaringan, serta integritas sawar mukosa. |
| CD322 | JAM-B (Junctional Adhesion Molecule B) | Molekul adhesi yang diekspresikan pada endotel pembuluh darah. Berperan dalam migrasi limfosit menuju jaringan inflamasi dan organ limfoid. |
| CD323 | Belum ditetapkan | Belum memiliki molekul CD yang telah ditetapkan secara resmi. |
| CD324 | E-Cadherin / CDH1 | Protein adhesi antar sel epitel yang mempertahankan struktur jaringan. Kehilangan fungsi CDH1 berhubungan dengan kanker lambung difus herediter dan beberapa kanker payudara. |
| CD325 | N-Cadherin / CDH2 | Molekul adhesi sel yang penting pada jaringan saraf, otot jantung, dan perkembangan embrio. Gangguan ekspresi berhubungan dengan penyakit jantung dan proses metastasis kanker. |
| CD326 | EpCAM (Epithelial Cell Adhesion Molecule) / TACSTD1 | Protein permukaan sel epitel yang digunakan sebagai penanda sel tumor dan sel punca. Berperan dalam adhesi sel serta proliferasi jaringan epitel. |
| CD327 | SIGLEC6 | Reseptor pengikat asam sialat pada permukaan sel imun. Berperan dalam regulasi aktivasi imun, terutama pada sel imun tertentu dan jaringan plasenta. |
| CD328 | SIGLEC7 | Reseptor penghambat pada sel NK. Mengenali struktur asam sialat dan membantu mengatur aktivitas sitotoksik sel NK. |
| CD329 | SIGLEC9 | Reseptor imun pada neutrofil, monosit, dan sel NK. Mengatur respons inflamasi melalui sinyal penghambatan. |
| CD330 | Belum ditetapkan | Belum memiliki klasifikasi molekul CD resmi. |
| CD331 | FGFR1 (Fibroblast Growth Factor Receptor 1) | Reseptor tirosin kinase yang mengatur pertumbuhan sel, perkembangan embrio, pembentukan tulang, dan perbaikan jaringan. Mutasi berhubungan dengan sindrom Pfeiffer, Kallmann, dan beberapa kanker. |
| CD332 | FGFR2 | Reseptor faktor pertumbuhan fibroblas yang berperan pada perkembangan tulang, pembuluh darah, dan regenerasi jaringan. Mutasi menyebabkan kelainan kraniofasial dan beberapa kanker. |
| CD333 | FGFR3 | Reseptor tirosin kinase yang mengatur pertumbuhan tulang dan diferensiasi sel. Mutasi menyebabkan akondroplasia, hipokondroplasia, serta berhubungan dengan kanker kandung kemih. |
| CD334 | FGFR4 | Reseptor FGFR yang berperan dalam pertumbuhan dan metabolisme jaringan. Ekspresi berlebihan ditemukan pada beberapa kanker termasuk kanker payudara dan ovarium. |
| CD335 | NCR1 / NKp46 | Reseptor aktivasi utama pada sel NK. Membantu mengenali dan membunuh sel yang terinfeksi virus atau sel tumor. |
| CD336 | NCR2 / NKp44 | Reseptor aktivasi sel NK yang muncul terutama setelah aktivasi. Berperan dalam respons imun terhadap infeksi dan kanker. |
| CD337 | NCR3 / NKp30 | Reseptor aktivasi sel NK yang berperan dalam pengenalan sel tumor dan sel terinfeksi. |
| CD338 | ABCG2 / BCRP (Breast Cancer Resistance Protein) | Pompa transporter membran yang mengeluarkan zat asing dari sel. Berperan pada resistensi obat kanker dan perlindungan jaringan seperti plasenta, otak, usus, dan testis. |
| CD339 | JAG1 (Jagged-1) | Ligand jalur Notch yang mengatur perkembangan sel, pembuluh darah, dan diferensiasi jaringan. Mutasi JAG1 menyebabkan sindrom Alagille. |
| CD340 | HER2 / ERBB2 | Reseptor tirosin kinase keluarga epidermal growth factor. Ekspresi berlebihan berhubungan dengan kanker payudara HER2 positif dan menjadi target terapi trastuzumab. |
| CD344 | FZD4 (Frizzled-4) | Reseptor jalur Wnt dan Norrin yang penting untuk perkembangan pembuluh darah retina serta sistem saraf. |
| CD349 | FZD9 (Frizzled-9) | Reseptor jalur Wnt yang berperan dalam perkembangan otak, mata, ginjal, otot, dan jaringan lainnya. Berhubungan dengan wilayah genetik sindrom Williams. |
| CD351 | FCAMR (Fcα/μ Receptor) | Reseptor imun yang mengikat imunoglobulin IgM dan IgA. Berperan dalam regulasi respons sel B dan pembersihan kompleks imun. |
| CD352 | SLAMF6 | Molekul keluarga SLAM yang diekspresikan pada sel NK, sel T, dan sel B. Berperan dalam komunikasi antar sel imun. |
| CD353 | SLAMF8 | Molekul keluarga SLAM yang ditemukan pada jaringan limfoid. Berperan dalam regulasi aktivitas sel imun. |
| CD354 | TREM1 | Reseptor aktivasi pada sel mieloid seperti neutrofil dan monosit. Memperkuat respons inflamasi terhadap infeksi bakteri dan jamur. |
| CD355 | CRTAM (Cytotoxic and Regulatory T-cell Molecule) | Molekul adhesi pada sel T sitotoksik dan sel NK. Berperan dalam interaksi antar sel imun dan respons terhadap infeksi. |
| CD357 | GITR / TNFRSF18 | Reseptor keluarga TNF pada sel T aktif dan sel T regulator. Mengatur toleransi imun, aktivasi sel T efektor, dan respons antitumor. |
| CD358 | DR6 / TNFRSF21 | Reseptor keluarga TNF yang mengaktifkan jalur JNK dan NF-kB. Berperan dalam apoptosis, perkembangan sistem imun, dan fungsi jaringan saraf. |
| CD360 | IL21R | Reseptor interleukin-21 yang mengatur proliferasi dan diferensiasi sel T, sel B, serta sel NK melalui jalur JAK-STAT. |
| CD361 | EVI2B | Protein membran yang diekspresikan pada sel hematopoietik. Berhubungan dengan regulasi perkembangan dan fungsi sel darah. |
| CD362 | Syndecan-2 / SDC2 | Proteoglikan permukaan sel yang berperan dalam adhesi sel, interaksi matriks ekstraseluler, dan perkembangan jaringan. |
| CD363 | S1PR1 (Sphingosine-1-Phosphate Receptor 1) | Reseptor lipid sinyal yang mengatur migrasi limfosit, perkembangan pembuluh darah, dan respons inflamasi. Menjadi target terapi penyakit autoimun seperti multiple sclerosis. |
| CD364 | PI16 (Peptidase Inhibitor 16) | Protein sekretori yang berperan dalam regulasi aktivitas protease dan komunikasi antar jaringan. |
| CD365 | TIM-1 / HAVCR1 | Reseptor imun yang berperan dalam aktivasi sel T, respons terhadap virus, toleransi transplantasi, dan penyakit alergi seperti asma. |
| CD366 | TIM-3 / HAVCR2 | Molekul checkpoint imun yang menghambat aktivitas sel T. Berperan pada toleransi imun, kelelahan sel T, kanker, dan penyakit kronis. |
| CD367 | CLEC4A | Reseptor lektin tipe C pada sel dendritik. Membantu pengenalan antigen dan pengaturan respons imun. |
| CD368 | CLEC4D | Reseptor lektin tipe C pada sel mieloid. Mengenali struktur mikroba dan membantu aktivasi imun bawaan. |
| CD369 | CLEC7A / Dectin-1 | Reseptor utama pengenal beta-glukan pada jamur. Mengaktifkan respons imun terhadap infeksi jamur melalui sel makrofag dan neutrofil. |
| CD370 | CLEC9A | Reseptor khusus pada subset sel dendritik yang berperan menangkap antigen dari sel mati dan mengaktifkan respons sel T sitotoksik. |
| CD371 | CLEC12A | Reseptor lektin tipe C pada sel mieloid. Berperan dalam regulasi inflamasi, pengenalan sel mati, dan perkembangan beberapa penyakit hematologi. |
Kesimpulan
Cluster of Differentiation merupakan bahasa molekuler utama dalam identifikasi sel imun. Kombinasi marker CD memungkinkan dokter dan peneliti menentukan jenis sel, tingkat maturasi, status aktivasi, serta perubahan patologis. Perkembangan teknologi flow cytometry, single-cell analysis, dan imunoterapi semakin meningkatkan peran sistem CD dalam diagnosis dan terapi penyakit imun, kanker, alergi, serta gangguan hematologi. Marker CD ini terutama digunakan dalam imunologi klinis, flow cytometry, diagnosis imunodefisiensi, leukemia/limfoma, penelitian alergi, autoimun, infeksi, dan imunoterapi kanker.
Daftar pustaka.
- Engel P, Boumsell L, Balderas R, Bensussan A, Gattei V, Horejsí V, et al. CD nomenclature 2015: Human leukocyte differentiation antigen workshops as a driving force in immunology. J Immunol. 2015;195(10):4555-63. doi:10.4049/jimmunol.1502033.
- Zola H, Swart B, Banham A, Barry S, Beare A, Bensussan A, et al. CD molecules 2006: Human cell differentiation molecules. J Immunol Methods. 2007;319(1-2):1-5. doi:10.1016/j.jim.2006.11.001. (PubMed)
- Zola H, Swart B, Nicholson I, Aasted B, Bensussan A, Boumsell L, et al. CD molecules 2005: Human cell differentiation molecules. Blood. 2005;106(9):3123-6. doi:10.1182/blood-2005-03-1338.
- Kalina T, Lundsten K, Engel P. Relevance of antibody validation for flow cytometry. Cytometry A. 2020;97(2):126-36. doi:10.1002/cyto.a.23895. (hcdm.org)
- Kalina T. Reproducibility of flow cytometry through standardization: Opportunities and challenges. Cytometry A. 2020;97(2):137-47. doi:10.1002/cyto.a.23901. (hcdm.org)
- Kužílková D, Puñet-Ortiz J, Aui PM, et al. Standardization of workflow and flow cytometry panels for quantitative expression profiling of surface antigens on blood leukocyte subsets: An HCDM CDMaps initiative. Front Immunol. 2022;13:827898. doi:10.3389/fimmu.2022.827898. (hcdm.org)
- Kalina T, Fišer K, Pérez-Andrés M, Kužílková D, Cuenca M, Bartol SJWW, et al. CD Maps: Dynamic profiling of CD1-CD100 surface expression on human leukocyte and lymphocyte subsets. Front Immunol. 2019;10:2434. doi:10.3389/fimmu.2019.02434. (hcdm.org)
- Fernández-Calles J, Kužílková D, Hedin F, Bakardjieva-Mihaylova V, Škvárová Kramarzová K, van Zelm MC, et al. CD molecules nomenclature 2025: Antibody validation and expression profiling of immune system G protein-coupled receptors. Eur J Immunol. 2025;55(12):e70099. doi:10.1002/eji.70099. (Wiley Online Library)
- Maecker HT, McCoy JP, Nussenblatt R. Standardizing immunophenotyping for the Human Immunology Project. Nat Rev Immunol. 2012;12(3):191-200. doi:10.1038/nri3158.
- Herzenberg LA, Tung J, Moore WA, Herzenberg LA, Parks DR. Interpreting flow cytometry data: A guide for the perplexed. Nat Immunol. 2006;7(7):681-5. doi:10.1038/ni0706-681.
- Cossarizza A, Chang HD, Radbruch A, Acs A, Adam D, Adam-Klages S, et al. Guidelines for the use of flow cytometry and cell sorting in immunological studies. Eur J Immunol. 2017;47(10):1584-97. doi:10.1002/eji.201646632.
- Cossarizza A, Chang HD, Radbruch A, Akdis M, Andrä I, Annunziato F, et al. Guidelines for the use of flow cytometry and cell sorting in immunological studies. Eur J Immunol. 2019;49(10):1457-73. doi:10.1002/eji.201970107.
- Bennett JS. Structure and function of the platelet integrin alphaIIbbeta3. J Clin Invest. 2005;115(12):3363-9. doi:10.1172/JCI26989.
- O’Connor MN, Boddy CS, Ruitenberg JJ, et al. CD markers and immune cell characterization in clinical immunology. Clin Exp Immunol. 2020;202(1):1-12. doi:10.1111/cei.13420.
- Walker JA, McKenzie ANJ. TH2 cell development and function. Nat Rev Immunol. 2018;18(2):121-33. doi:10.1038/nri.2017.118.
- Abbas AK, Lichtman AH, Pillai S. Cellular and Molecular Immunology. 10th ed. Philadelphia: Elsevier; 2021.
- Murphy K, Weaver C. Janeway’s Immunobiology. 10th ed. New York: Garland Science; 2022.
- Punt J, Stranford SA, Jones PP, Owen JA. Kuby Immunology. 8th ed. New York: W.H. Freeman; 2019.
- Paul WE. Fundamental Immunology. 8th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2022.
- Human Cell Differentiation Molecules (HCDM). Human Cell Differentiation Molecules: CD nomenclature and characterization of immune cell surface molecules. HCDM; 2025. Available from: https://www.hcdm.org. (hcdm.org)







Leave a Reply