ALERGIPEDIA.COM

FOOD ALLERGY AWARENESS – BETTER LIVES THROUGH SCIENCE

Daftar Cluster of Differentiation (CD) Terkini : Sistem Penanda Molekuler Sel Imun dan Perannya dalam Imunologi Modern

Daftar Cluster of Differentiation (CD) Terkini : Sistem Penanda Molekuler Sel Imun dan Perannya dalam Imunologi Modern

Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara

Abstrak

Cluster of Differentiation (CD) merupakan sistem klasifikasi molekul permukaan sel yang digunakan untuk mengidentifikasi, membedakan, dan mempelajari berbagai populasi sel, terutama sel sistem imun. Penamaan CD berasal dari International Workshop and Conference on Human Leukocyte Differentiation Antigens (HLDA) tahun 1982 yang bertujuan menyatukan nomenklatur berbagai antibodi monoklonal terhadap antigen permukaan leukosit. Saat ini, sistem CD telah berkembang menjadi lebih dari 400 molekul yang tidak hanya ditemukan pada leukosit, tetapi juga pada sel endotel, epitel, trombosit, sel punca, dan berbagai jaringan lain.

Molekul CD memiliki fungsi biologis yang luas, termasuk sebagai reseptor antigen, molekul adhesi, ko-reseptor aktivasi, pengatur respons imun, reseptor sitokin, reseptor komplemen, dan mediator komunikasi antar sel. Pemeriksaan ekspresi CD menggunakan teknik imunofenotiping seperti flow cytometry menjadi dasar dalam diagnosis leukemia, limfoma, defisiensi imun, pemantauan terapi kanker, transplantasi, serta penelitian imunologi.

Dalam imunologi klinis modern, kombinasi ekspresi CD digunakan untuk menentukan identitas dan status fungsional sel. Contohnya, CD3 digunakan sebagai penanda utama sel T, CD4 menunjukkan sel T helper, CD8 menunjukkan sel T sitotoksik, CD19 dan CD20 menandai sel B, CD56 menandai natural killer cell, CD34 menunjukkan sel progenitor hematopoietik, sedangkan CD14 dan CD68 berhubungan dengan sistem monosit-makrofag. Pemahaman mengenai CD menjadi dasar penting dalam perkembangan imunoterapi, termasuk terapi antibodi monoklonal dan CAR-T cell therapy.

Kata kunci: Cluster of Differentiation, CD marker, imunofenotiping, flow cytometry, sistem imun, leukosit

Pendahuluan

Sistem imun manusia terdiri dari berbagai jenis sel dengan fungsi yang sangat spesifik. Identifikasi setiap jenis sel memerlukan metode yang mampu membedakan karakteristik molekuler antar sel. Cluster of Differentiation (CD) merupakan sistem standar internasional yang digunakan untuk mengidentifikasi molekul permukaan sel berdasarkan reaktivitas terhadap antibodi monoklonal.

Molekul CD terutama ditemukan pada permukaan sel imun dan berfungsi sebagai penanda identitas serta status aktivasi sel. Ekspresi suatu CD dapat menunjukkan tahap perkembangan sel, fungsi imunologis, maupun kondisi patologis tertentu. Sebagai contoh, CD3 menjadi penanda seluruh sel T matang, CD19 dan CD20 menunjukkan garis keturunan sel B, sedangkan CD16 dan CD56 berhubungan dengan aktivitas natural killer cell.

Sistem CD memiliki peran penting dalam imunologi klinis. Pemeriksaan panel CD dengan flow cytometry digunakan untuk diagnosis keganasan hematologi seperti leukemia limfoblastik akut, leukemia mieloid akut, limfoma, serta evaluasi gangguan imun primer. Selain itu, perkembangan terapi berbasis target molekuler menggunakan antibodi anti-CD seperti anti-CD20 pada limfoma sel B dan terapi CAR-T yang menargetkan CD19 menunjukkan pentingnya pemahaman mengenai molekul CD dalam kedokteran modern.

Klasifikasi Cluster of Differentiation Utama dalam Sistem Imun

Molekul CD Sel Utama Fungsi Imun
CD1 Sel penyaji antigen Presentasi lipid antigen kepada sel T
CD2 Sel T, NK Adhesi sel dan aktivasi limfosit
CD3 Semua sel T Komponen reseptor antigen sel T (TCR complex)
CD4 T helper Regulasi respons imun melalui Th1, Th2, Th17
CD8 T sitotoksik Membunuh sel terinfeksi virus dan sel tumor
CD11c Sel dendritik Presentasi antigen dan aktivasi imun adaptif
CD14 Monosit, makrofag Pengenalan lipopolisakarida bakteri
CD16 NK, neutrofil Antibody-dependent cellular cytotoxicity
CD19 Sel B Identifikasi garis keturunan sel B
CD20 Sel B matur Target terapi rituximab pada penyakit imun
CD21 Sel B Reseptor komplemen dan aktivasi sel B
CD25 Treg dan sel T aktif Reseptor IL-2, regulasi proliferasi T cell
CD27 Sel memori T dan B Diferensiasi dan aktivasi limfosit
CD28 Sel T Ko-stimulasi aktivasi sel T
CD34 Sel punca hematopoetik Marker stem cell
CD38 Plasma cell dan limfosit aktif Aktivasi dan metabolisme imun
CD45 Semua leukosit Marker pan-leukocyte
CD56 Sel NK Aktivitas sitotoksik alami
CD57 NK dan T cell matur Diferensiasi sel imun terminal
CD68 Makrofag Marker fagosit mononuklear
CD80/CD86 APC Ko-stimulasi aktivasi sel T
CD95 Sel imun Apoptosis melalui jalur Fas
CD117 Mast cell dan stem cell Reseptor stem cell factor
CD127 T cell dan ILC Reseptor IL-7 untuk survival limfosit
CD138 Plasma cell Produksi antibodi
CD163 Makrofag M2 Regulasi inflamasi dan perbaikan jaringan
CD183 (CXCR3) Th1 Migrasi sel pada inflamasi tipe 1
CD194 (CCR4) Th2 Migrasi sel pada inflamasi alergi
CD196 (CCR6) Th17 Rekrutmen sel pada inflamasi mukosa
CD200 Sel imun regulator Kontrol aktivasi imun
CD274 (PD-L1) APC, tumor Regulasi checkpoint imun
CD279 (PD-1) Sel T Inhibisi respons imun
CD326 (EpCAM) Sel epitel Marker kanker dan sel epitel

Peran CD dalam Precision Immunology

Penggunaan panel CD multiparameter saat ini menjadi bagian penting dalam diagnosis dan penelitian imunologi. Pemeriksaan flow cytometry dengan kombinasi CD3, CD4, CD8, CD19, CD56, CD25, dan marker lainnya dapat menggambarkan kondisi sistem imun seseorang secara detail. Pada imunodefisiensi primer, pola CD dapat membantu menentukan kelainan jumlah atau fungsi sel imun. Pada kanker hematologi, ekspresi CD menjadi dasar diagnosis leukemia dan limfoma serta pemilihan terapi target.

Dalam penyakit alergi dan inflamasi kronis, marker CD membantu memahami jalur imun yang dominan. Sel Th2 biasanya ditandai dengan ekspresi CD4 bersama produksi sitokin IL-4, IL-5, dan IL-13. Regulatory T cell ditandai oleh CD4, CD25, dan FoxP3 yang berperan dalam mempertahankan toleransi terhadap antigen makanan. Gangguan keseimbangan antara sel efektor dan regulator dapat menyebabkan alergi makanan, asma, dermatitis atopik, dan penyakit autoimun.

Perkembangan terapi masa depan akan semakin bergantung pada pemetaan profil imun individu. Analisis CD yang dikombinasikan dengan biomarker molekuler, genomik, metabolomik, dan mikrobiota memungkinkan pendekatan precision medicine dengan pemilihan terapi yang lebih tepat. Dengan demikian, CD tidak hanya berfungsi sebagai marker identifikasi sel, tetapi menjadi alat utama untuk memahami mekanisme penyakit dan mengembangkan terapi imunologi generasi berikutnya.

Daftar Lengkap Cluster of Differentiation (CD): Sistem Penanda Molekuler Sel Imun dan Perannya dalam Imunologi Modern

Klasifikasi Utama Molekul CD

Kelompok Contoh CD Fungsi utama
Penanda sel T CD3, CD4, CD8, CD28 Identifikasi dan aktivasi sel T
Penanda sel B CD19, CD20, CD21, CD22, CD79 Identifikasi dan aktivasi sel B
Sel NK CD16, CD56, CD94 Sitotoksisitas dan pengenalan target
Monosit/Makrofag CD14, CD64, CD68 Fagositosis dan inflamasi
Sel dendritik CD11c, CD83, CD86 Presentasi antigen
Sel punca hematopoietik CD34, CD117 Progenitor dan diferensiasi darah
Adhesi sel CD31, CD44, CD54, CD62 Migrasi dan interaksi antar sel
Reseptor sitokin CD25, CD122, CD127, CD132 Transduksi sinyal imun
Aktivasi imun CD69, CD70, CD80, CD86 Ko-stimulasi respons imun

Daftar Lengkap Marker Cluster of Differentiation Terpilih dan Fungsi Utama

CD Nama molekul Fungsi utama
CD1a CD1a glycoprotein Menyajikan antigen lipid dan glikolipid kepada sel T, terutama natural killer T cell
CD1b CD1b molecule Presentasi antigen lipid mikobakteri kepada sel T
CD1c CD1c molecule Marker sel dendritik konvensional dan presentasi lipid antigen
CD1d CD1d molecule Aktivasi natural killer T cell melalui antigen lipid
CD2 T-cell adhesion molecule Adhesi sel T melalui interaksi CD58 dan aktivasi sinyal
CD3 T-cell receptor complex Komponen utama kompleks reseptor sel T
CD4 T helper cell co-receptor Ko-reseptor MHC kelas II pada sel T helper
CD5 T-cell/B-cell regulatory molecule Mengatur aktivasi limfosit
CD6 T-cell adhesion molecule Interaksi sel T dengan epitel timus
CD7 T-cell/NK marker Marker awal sel T dan natural killer cell
CD8 Cytotoxic T-cell co-receptor Ko-reseptor MHC kelas I pada sel T sitotoksik
CD9 Tetraspanin Adhesi sel dan regulasi membran
CD10 Neprilysin Enzim protease permukaan, marker limfosit tertentu
CD11a Integrin alpha L Adhesi leukosit melalui LFA-1
CD11b Integrin alpha M Fagositosis dan aktivasi neutrofil/makrofag
CD11c Integrin alpha X Marker utama sel dendritik
CD13 Aminopeptidase N Diferensiasi mieloid
CD14 LPS receptor Pengenalan bakteri gram negatif pada monosit
CD15 Lewis X antigen Adhesi dan migrasi neutrofil
CD16 Fcγ receptor III Reseptor IgG pada NK cell dan neutrofil
CD18 Integrin beta 2 Adhesi leukosit dan migrasi imun
CD19 B-cell marker Identifikasi sel B dan target terapi CAR-T
CD20 B-cell membrane protein Aktivasi sel B dan target rituximab
CD21 Complement receptor 2 Reseptor komplemen dan Epstein-Barr virus
CD22 B-cell inhibitory receptor Regulasi aktivasi sel B
CD23 Low affinity IgE receptor Regulasi respons IgE
CD25 IL-2 receptor alpha Aktivasi sel T dan regulatory T cell
CD26 Dipeptidyl peptidase-4 Aktivasi dan adhesi sel T
CD27 TNF receptor family Memori dan aktivasi limfosit
CD28 T-cell costimulatory receptor Ko-stimulasi aktivasi sel T
CD30 Activation marker lymphocyte Marker Hodgkin lymphoma
CD31 PECAM-1 Adhesi endotel dan trombosit
CD32A/B Fcγ receptor II Regulasi respons terhadap kompleks IgG
CD33 Myeloid marker Marker leukemia mieloid akut
CD34 Hematopoietic stem cell marker Identifikasi sel progenitor darah
CD36 Platelet glycoprotein Adhesi trombosit dan pengenalan lipid
CD38 Activation marker Aktivasi limfosit dan plasma cell
CD40 APC-B cell interaction Pergantian kelas antibodi pada sel B
CD41 Integrin alpha IIb Agregasi trombosit
CD42 Platelet glycoprotein complex Hemostasis dan fungsi trombosit
CD44 Adhesion molecule Migrasi sel dan interaksi matriks ekstraseluler
CD45 Leukocyte common antigen Marker seluruh sel hematopoietik
CD46 Complement regulator Perlindungan sel dari komplemen
CD47 Don’t eat me signal Menghambat fagositosis makrofag
CD48 Leukocyte membrane molecule Aktivasi dan komunikasi leukosit
CD52 CAMPATH antigen Target terapi alemtuzumab
CD54 ICAM-1 Adhesi leukosit dan inflamasi
CD55 Complement decay accelerator Regulasi sistem komplemen
CD56 NCAM Marker natural killer cell
CD57 NK/T-cell differentiation marker Sel NK matur
CD58 LFA-3 ligand Interaksi dengan CD2 pada sel T
CD59 Complement inhibitor Menghambat pembentukan membrane attack complex
CD61 Integrin beta 3 Agregasi trombosit
CD62E E-selectin Adhesi leukosit pada endotel aktif
CD62L L-selectin Homing leukosit ke jaringan limfoid
CD62P P-selectin Aktivasi trombosit dan inflamasi
CD63 Tetraspanin marker Aktivasi trombosit dan lisosom
CD64 FcγRI receptor Reseptor IgG afinitas tinggi pada makrofag
CD68 Macrophage marker Identifikasi monosit dan makrofag
CD69 Early activation marker Aktivasi awal limfosit
CD70 Activated lymphocyte ligand Interaksi CD27-CD70
CD71 Transferrin receptor Transport besi dan proliferasi sel
CD73 Ecto-5-nucleotidase Produksi adenosin imunoregulator
CD74 MHC II invariant chain Pembentukan kompleks MHC kelas II
CD79A/B B-cell receptor component Kompleks reseptor antigen sel B
CD80 B7-1 molecule Ko-stimulasi sel T melalui CD28
CD81 Tetraspanin Kompleks reseptor sel B
CD83 Dendritic cell maturation marker Marker maturasi sel dendritik
CD86 B7-2 molecule Ko-stimulasi aktivasi sel T
CD94 NK receptor Pengenalan HLA-E oleh NK cell
CD95 Fas receptor Apoptosis melalui Fas ligand
CD103 Integrin alpha E Adhesi limfosit intraepitel
CD105 Endoglin Regulasi sinyal TGF-β dan angiogenesis
CD117 c-Kit receptor Diferensiasi sel punca hematopoietik
CD119 IFN-γ receptor Respons terhadap interferon gamma
CD120 TNF receptor Respons inflamasi TNF
CD121 IL-1 receptor Sinyal inflamasi interleukin-1
CD122 IL-2 receptor beta Aktivasi sel T dan NK
CD123 IL-3 receptor Diferensiasi sel hematopoietik
CD124 IL-4 receptor alpha Jalur IL-4 dan IL-13, alergi tipe 2
CD125 IL-5 receptor Aktivasi eosinofil
CD126 IL-6 receptor Respons inflamasi IL-6
CD127 IL-7 receptor alpha Perkembangan limfosit T
CD132 Common gamma chain Komponen reseptor berbagai sitokin
CD133 Prominin-1 Marker sel punca hematopoietik dan saraf
CD134 OX40 Aktivasi dan kelangsungan hidup sel T
CD137 4-1BB receptor Aktivasi sel T sitotoksik
CD138 Syndecan-1 Marker plasma cell
CD140A/B PDGF receptor Regulasi pertumbuhan dan jaringan ikat
CD141 Thrombomodulin Antikoagulasi dan marker dendritik tertentu
CD144 VE-cadherin Adhesi sel endotel
CD146 MCAM Adhesi vaskular dan angiogenesis
CD150 SLAM Aktivasi interaksi sel T dan sel B
Penanda CD Nama / Molekul Fungsi dan Ekspresi Utama
CD151 Tetraspanin CD151 Protein keluarga tetraspanin dengan distribusi luas pada jaringan. Ditemukan pada trombosit, megakariosit, granulosit, dan sel eritroleukemia. Berperan dalam adhesi sel dan integritas membran.
CD152 CTLA-4 (Cytotoxic T-Lymphocyte Antigen-4) Molekul penghambat aktivasi sel T. Diekspresikan terutama pada limfosit T CD4+, sebagian limfosit B. Berikatan dengan CD80 dan CD86 dengan afinitas lebih tinggi dibanding CD28 sehingga menekan aktivasi sel T. Menjadi target terapi imun seperti ipilimumab pada kanker.
CD153 TNFSF8 / CD30 Ligand Ligand dari CD30. Berperan dalam aktivasi dan proliferasi sel T melalui jalur TNF. Dikode oleh gen TNFSF8.
CD154 CD40 Ligand (CD40L) Molekul kostimulator pada sel T yang berikatan dengan CD40 pada sel B dan antigen presenting cell (APC). Berperan penting dalam aktivasi sel B, pergantian kelas imunoglobulin, dan aktivasi APC.
CD155 Poliovirus receptor (PVR) / Necl-5 Reseptor permukaan sel yang dikode oleh gen PVR. Berperan dalam adhesi sel, migrasi, dan menjadi reseptor masuknya poliovirus. Juga menjadi ligan bagi reseptor sel NK seperti CD226 dan CD96.
CD156 Keluarga ADAM (A Disintegrin And Metalloprotease) Kelompok protein protease membran yang berperan dalam pemotongan protein permukaan sel, migrasi leukosit, inflamasi, dan regulasi sinyal sel.
CD156a ADAM8 Enzim disintegrin dan metalloprotease yang dikode oleh gen ADAM8. Berperan dalam migrasi sel imun dan proses inflamasi.
CD156b ADAM17 Juga dikenal sebagai TACE (TNF-α converting enzyme). Berperan dalam pelepasan TNF-α dari membran sel dan regulasi inflamasi.
CD156c ADAM10 Metalloprotease yang berperan dalam pemrosesan protein permukaan sel, termasuk regulasi sinyal Notch dan migrasi sel.
CD157 BST1 (Bone Marrow Stromal Cell Antigen-1) Molekul yang berhubungan dengan CD38. Ditemukan pada sel stroma sumsum tulang dan berperan dalam pertumbuhan prekursor sel B. Ekspresinya meningkat pada beberapa kondisi inflamasi seperti artritis reumatoid.
CD158 KIR (Killer Cell Immunoglobulin-like Receptor) Kelompok reseptor imunoglobulin pada sel NK. Mengatur aktivitas sitotoksik sel NK melalui pengenalan molekul HLA kelas I.
CD158A KIR2DL1 Reseptor penghambat pada sel NK yang mengenali alel HLA-C. Menghambat aktivitas sitotoksik NK sehingga mencegah penghancuran sel normal.
CD158B1 KIR2DL2 Reseptor sel NK untuk beberapa alel HLA-C. Memberikan sinyal penghambatan terhadap aktivitas NK.
CD158B2 KIR2DL3 Reseptor inhibitor sel NK yang mengenali HLA-C. Mengatur keseimbangan aktivasi dan inhibisi sel NK.
CD158C KIR3DP1 Protein mirip KIR yang diekspresikan pada sel darah perifer. Fungsi spesifik masih terbatas.
CD158D KIR2DL4 Reseptor pada sel NK yang berhubungan dengan pengenalan HLA dan regulasi aktivitas NK.
CD158E1 KIR3DL1 Reseptor inhibitor sel NK yang mengenali alel HLA-Bw4. Menghambat aktivasi NK.
CD158E2 KIR3DS1 Reseptor aktivasi sel NK yang berhubungan dengan pengenalan molekul HLA tertentu. Tidak memberikan sinyal inhibisi.
CD158F1 KIR2DL5A Reseptor inhibitor sel NK yang menekan aktivitas sitotoksik NK.
CD158F2 KIR2DL5B Reseptor inhibitor sel NK dengan fungsi regulasi aktivitas NK.
CD158G KIR2DS5 Reseptor aktivasi sel NK yang mengenali HLA-C. Meningkatkan respons sitotoksik NK.
CD158H KIR2DS1 Reseptor aktivasi sel NK yang mengenali alel HLA-C tertentu.
CD158I KIR2DS4 Reseptor aktivasi sel NK yang berperan dalam pengenalan target imun.
CD158J KIR2DS2 Reseptor aktivasi sel NK yang berikatan dengan HLA-C tertentu.
CD158K KIR3DL2 Reseptor inhibitor sel NK yang mengenali HLA-A. Menghambat aktivitas sitotoksik NK.
CD159a NKG2A/NKG2B Reseptor tipe II pada sel NK dan sebagian sel T sitotoksik. Mengenali HLA-E dan menghambat aktivasi NK.
CD159c NKG2C Reseptor aktivasi sel NK yang mengenali HLA-E. Berperan dalam respons imun terhadap infeksi virus.
CD160 CD160 Ditemukan pada sel NK perifer dan limfosit T CD8 sitotoksik. Berperan dalam pengenalan molekul MHC kelas I dan aktivitas efektor imun.
CD161 KLRB1 (NK1.1) Reseptor lektin sel NK. Berperan dalam regulasi aktivitas sitotoksik NK dan terdapat pada beberapa subset sel T.
CD162 PSGL-1 (P-selectin Glycoprotein Ligand-1) Molekul adhesi leukosit yang berikatan dengan P-selectin pada trombosit dan endotel. Berperan dalam migrasi leukosit.
CD163 Hemoglobin-haptoglobin scavenger receptor Reseptor pada monosit dan makrofag. Berperan dalam pengambilan kompleks hemoglobin-haptoglobin dan memiliki fungsi antiinflamasi.
CD164 Endolyn / MUC24 Protein permukaan sel yang berperan dalam hematopoiesis, migrasi sel, dan interaksi sel dengan matriks ekstraseluler.
CD165 SN2 Glikoprotein permukaan yang digunakan sebagai penanda fungsi trombosit dan diekspresikan pada sebagian sel leukemia limfoblastik akut tipe T.
CD166 ALCAM (Activated Leukocyte Cell Adhesion Molecule) Molekul adhesi sel yang berikatan dengan CD6. Berperan dalam interaksi leukosit, perkembangan saraf, dan migrasi sel.
CD167a DDR1 Reseptor tirosin kinase untuk kolagen fibriler. Berperan dalam adhesi sel, diferensiasi, dan remodeling jaringan.
CD167b DDR2 Reseptor kolagen yang mengatur diferensiasi sel, migrasi, proliferasi, dan perkembangan tulang.
CD168 RHAMM Reseptor hyaluronan yang berhubungan dengan migrasi sel dan proliferasi. Ekspresinya meningkat pada beberapa kanker.
CD169 Sialoadhesin / SIGLEC1 Molekul adhesi pada makrofag yang mengenali asam sialat. Berperan dalam interaksi makrofag dengan sel lain.
CD170 SIGLEC5 Molekul adhesi yang mengenali struktur asam sialat pada permukaan sel.
CD171 L1CAM Molekul adhesi sel saraf yang penting untuk perkembangan sistem saraf, pertumbuhan neurit, dan migrasi neuron.
CD172a SIRPα Reseptor penghambat pada makrofag yang berikatan dengan CD47. Memberikan sinyal “jangan makan saya” untuk mencegah fagositosis sel normal.
CD172b SIRPβ1 Reseptor imun pada sel mieloid yang berperan dalam aktivasi sinyal melalui protein tirosin kinase SYK.
CD172g SIRPγ Reseptor keluarga SIRP yang berikatan dengan CD47 dan berperan dalam interaksi sel imun.
CD173 Antigen golongan darah H Struktur karbohidrat pada permukaan sel yang menjadi dasar pembentukan antigen golongan darah ABO.
CD174 FUT3 / Lewis antigen Enzim fukosiltransferase yang berperan dalam pembentukan antigen golongan darah Lewis.
CD175 Antigen Tn Struktur glikan pada permukaan sel yang berhubungan dengan perubahan glikosilasi pada kanker.
CD175s Sialyl-Tn (STn) Antigen glikan yang sering meningkat pada berbagai kanker epitel.
CD176 Antigen Thomsen-Friedenreich (TF) Antigen karbohidrat permukaan sel yang dapat meningkat pada beberapa keganasan.
CD177 PRV1 / NB1 glycoprotein Antigen permukaan neutrofil. Ekspresinya meningkat pada polisitemia vera dan beberapa kelainan mieloproliferatif.
CD178 Fas Ligand (FasL) Ligand untuk reseptor Fas/CD95. Aktivasi jalur ini menyebabkan apoptosis sel dan berperan dalam regulasi sistem imun.
CD179a VPREB1 Komponen rantai imunoglobulin pada sel prekursor B. Berperan dalam perkembangan dan maturasi sel B.
CD179b IGLL1 Protein mirip rantai ringan imunoglobulin yang penting untuk perkembangan sel B.
CD180 LY64 Reseptor pada sel B yang bekerja bersama MD-1 dan TLR4 dalam respons imun bawaan terhadap lipopolisakarida bakteri.
CD181 CXCR1 Reseptor kemokin IL-8/CXCL8 pada neutrofil. Mengatur migrasi sel inflamasi menuju lokasi infeksi.
CD182 CXCR2 Reseptor IL-8 yang berperan dalam rekrutmen neutrofil dan respons inflamasi.
CD183 CXCR3 Reseptor kemokin CXCL9, CXCL10, dan CXCL11. Berperan dalam migrasi limfosit T pada inflamasi.
CD184 CXCR4 Reseptor CXCL12/SDF-1 yang berperan dalam migrasi sel punca, hematopoiesis, dan menjadi koreseptor masuknya HIV.
CD185 CXCR5 Reseptor kemokin pada sel B dan subset sel T folikular helper (Tfh). Mengatur migrasi menuju folikel limfoid.
CD186 CXCR6 Reseptor kemokin CXCL16 yang berperan dalam migrasi sel T dan respons imun mukosa.
CD191 CCR1 Reseptor kemokin yang mengatur migrasi monosit, makrofag, dan sel imun lainnya.
CD192 CCR2 Reseptor CCL2/MCP-1 yang berperan dalam rekrutmen monosit ke jaringan inflamasi.
CD193 CCR3 Reseptor utama eosinofil terhadap eotaxin. Berperan penting pada alergi dan asma.
CD194 CCR4 Reseptor kemokin CCL17 dan CCL22. Berhubungan dengan migrasi sel Th2 pada penyakit alergi.
CD195 CCR5 Reseptor kemokin yang berperan dalam migrasi limfosit T dan menjadi koreseptor masuknya HIV-1.
CD196 CCR6 Reseptor CCL20 yang berperan dalam migrasi sel Th17 dan imunitas mukosa.
CD197 CCR7 Mengatur migrasi limfosit T dan sel dendritik menuju kelenjar getah bening.
CDw198 CCR8 Reseptor kemokin CCL1 yang berhubungan dengan migrasi sel T tertentu.
CDw199 CCR9 Reseptor kemokin CCL25 yang penting dalam imunitas mukosa usus.
CD200 OX-2 Molekul imunomodulator yang memberikan sinyal inhibisi pada sel mieloid dan makrofag. Diekspresikan meningkat pada beberapa keganasan hematologi dan tumor padat.

 

Marker CD Nama / Molekul Fungsi dan Makna Biologis
CD201 Endothelial Protein C Receptor (EPCR), Activated Protein C Receptor, gen PROCR Reseptor pada sel endotel yang mengikat protein C teraktivasi. Berperan dalam regulasi koagulasi, perlindungan endotel, dan respons inflamasi. Mutasi PROCR berhubungan dengan tromboemboli vena, infark miokard, dan keguguran trimester akhir. EPCR juga menjadi reseptor bagi protein PfEMP1 dari Plasmodium falciparum pada malaria berat.
CD202b TEK/TIE2, Angiopoietin-1 receptor, gen TEK Reseptor tirosin kinase yang terutama diekspresikan pada sel endotel. Berikatan dengan angiopoietin-1 untuk mengatur stabilitas pembuluh darah, angiogenesis, dan komunikasi sel endotel dengan sel otot polos pembuluh darah. Mutasi TEK berhubungan dengan malformasi vena herediter.
CD203a ENPP1 (Ectonucleotide Pyrophosphatase/Phosphodiesterase Family Member 1) Enzim permukaan sel yang memecah nukleotida ekstraseluler seperti ATP dan NAD. Berperan dalam pembentukan adenosin yang dapat memengaruhi inflamasi dan lingkungan mikro tumor.
CD203c ENPP3 (Ectonucleotide Pyrophosphatase/Phosphodiesterase Family Member 3) Enzim membran tipe II yang memiliki aktivitas ATPase dan hidrolisis nukleotida. Ditemukan pada basofil, sel mast, dan jaringan uterus. Sering digunakan sebagai marker aktivasi basofil dan sel mast pada penelitian alergi.
CD204 Macrophage Scavenger Receptor 1 (MSR1/SCARA1) Reseptor pada makrofag yang membantu pengambilan LDL termodifikasi melalui endositosis. Berperan dalam aterosklerosis, pertahanan terhadap patogen, dan proses inflamasi kronis.
CD205 Lymphocyte Antigen 75 (LY75), DEC-205 Reseptor endositik pada sel dendritik yang membantu menangkap dan memproses antigen untuk presentasi kepada sel T. Penting dalam regulasi respons imun adaptif.
CD206 Mannose Receptor C-Type 1 (MRC1/MC1) Reseptor pada makrofag, sel dendritik imatur, fibroblas kulit, dan keratinosit. Berfungsi membersihkan glikoprotein dari sirkulasi dan membantu pengenalan patogen. Merupakan marker makrofag tipe M2 yang terkait dengan resolusi inflamasi dan perbaikan jaringan.
CD207 Langerin (CLEC4K) Reseptor lektin tipe C pada sel Langerhans kulit. Berperan dalam pengambilan antigen dan pembentukan granula Birbeck yang khas pada sel Langerhans.
CD208 LAMP3 (Lysosome-associated membrane glycoprotein 3) Protein membran lisosom yang berhubungan dengan pematangan sel dendritik dan proses presentasi antigen.
CD209 DC-SIGN (Dendritic Cell-Specific ICAM-3 Grabbing Non-integrin) Reseptor lektin tipe C pada sel dendritik. Membantu pengenalan patogen dan interaksi antara sel dendritik dengan limfosit.
CD210 IL-10 Receptor Alpha (IL10RA) Reseptor sitokin IL-10 yang menghasilkan sinyal imunosupresif. Menghambat produksi sitokin proinflamasi. Mutasi IL10RA berhubungan dengan penyakit radang usus dini (early-onset inflammatory bowel disease).
CDw210a IL10RA Subunit alfa reseptor IL-10 dengan fungsi mengatur respons antiinflamasi melalui jalur IL-10.
CDw210b IL10RB Subunit beta reseptor IL-10. Diperlukan untuk aktivasi sinyal IL-10, IL-22, IL-26, IL-28, dan IFN lambda. Mutasi berhubungan dengan gangguan imun dan penyakit radang usus.
CD211 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD212 IL12RB1 (Interleukin-12 Receptor Beta 1) Komponen reseptor IL-12 dan IL-23. Kekurangan ekspresi menyebabkan imunodefisiensi dengan kerentanan berat terhadap infeksi Mycobacterium dan Salmonella.
CD213a1 IL13RA1 (Interleukin-13 Receptor Alpha 1) Subunit reseptor IL-13. Mengaktifkan jalur JAK1, TYK2, STAT3, dan STAT6 melalui IL-13 dan IL-4. Berperan dalam respons alergi tipe Th2.
CD213a2 IL13RA2 Reseptor IL-13 alfa-2. Berperan sebagai pengikat IL-13 dan terlibat dalam regulasi fibrosis serta beberapa jenis kanker.
CD214 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD215 IL15RA (Interleukin-15 Receptor Alpha) Reseptor IL-15 yang penting untuk perkembangan dan aktivasi sel NK serta sel T memori.
CD216 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD217 IL17R (Interleukin-17 Receptor) Reseptor IL-17A yang mengatur respons imun terhadap infeksi terutama bakteri dan jamur. Berperan dalam inflamasi mukosa.
CD218a IL18R1 (Interleukin-18 Receptor 1) Reseptor IL-18 yang berperan dalam aktivasi sel NK dan sel T melalui produksi IFN-gamma.
CD218b IL18RAP (IL-18 Receptor Accessory Protein) Protein pendamping reseptor IL-18. Variasi gen IL18RAP berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit celiac.
CD219 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD220 Insulin Receptor (INSR) Reseptor insulin dengan aktivitas tirosin kinase. Mengatur metabolisme glukosa, pertumbuhan sel, diferensiasi, dan apoptosis. Mutasi INSR dapat menyebabkan gangguan sensitivitas insulin dan diabetes.
CD221 IGF-1 Receptor (IGF1R) Reseptor insulin-like growth factor 1 yang mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan proliferasi sel.
CD222 IGF-2 Receptor (IGF2R), Cation-independent Mannose-6-phosphate Receptor Reseptor IGF-2 yang berperan dalam regulasi pertumbuhan sel dan transport enzim lisosom.
CD223 LAG-3 (Lymphocyte Activation Gene 3) Reseptor penghambat pada sel T. Mengatur aktivasi imun dan menjadi target terapi imun kanker.
CD224 GGT1 (Gamma-glutamyltransferase 1) Enzim yang berperan dalam metabolisme glutathione dan transport asam amino. Digunakan sebagai marker fungsi hati dan metabolisme oksidatif.
CD225 IFITM1 (Interferon-induced Transmembrane Protein 1) Protein antivirus yang menghambat replikasi virus seperti influenza A.
CD226 DNAM-1 (CD226) Molekul kostimulator pada sel NK dan sel T. Membantu adhesi dan aktivasi sel imun terhadap sel target.
CD227 MUC1 (Mucin-1) Protein mukin permukaan epitel yang melindungi mukosa dari patogen. Digunakan sebagai marker diagnostik beberapa kanker epitel.
CD228 Melanotransferrin (MFI2) Glikoprotein permukaan sel yang banyak ditemukan pada melanoma dan beberapa sel kanker.
CD229 LY9 / SLAMF3 Molekul permukaan keluarga SLAM pada limfosit T dan B. Berperan dalam komunikasi antar sel imun.
CD230 PRNP (Prion Protein) Protein prion normal pada permukaan sel saraf. Mutasi PRNP menyebabkan penyakit prion herediter seperti Creutzfeldt-Jakob disease familial.

 

Marker CD Nama / Molekul Fungsi dan Makna Biologis
CD231 Tetraspanin-7 (TSPAN7) Protein membran keluarga tetraspanin yang berperan dalam adhesi sel dan komunikasi antar sel. Mutasi TSPAN7 berhubungan dengan gangguan intelektual terkait kromosom X dan beberapa gangguan neuropsikiatri.
CD232 Plexin-C1 (PLXNC1/VESPR) Reseptor semaforin yang berperan dalam migrasi sel, perkembangan jaringan, dan interaksi dengan protein virus tertentu.
CD233 SLC4A1 (AE1/Band 3) Protein pertukaran anion pada membran eritrosit dan sel tubulus ginjal. Berperan dalam transport bikarbonat dan keseimbangan asam basa. Mutasi menyebabkan kelainan membran eritrosit seperti hereditary spherocytosis dan renal tubular acidosis.
CD234 DARC (Duffy Antigen Receptor for Chemokines) Reseptor kemokin pada eritrosit. Menjadi reseptor masuknya parasit malaria Plasmodium vivax dan Plasmodium knowlesi.
CD235a Glycophorin A (GYPA) Protein permukaan eritrosit yang merupakan bagian dari sistem golongan darah MNS. Marker utama identifikasi sel darah merah.
CD235b Glycophorin B (GYPB) Protein membran eritrosit yang berperan dalam sistem golongan darah MNS.
CD236 Glycophorin C (GYPC) Protein membran eritrosit yang membantu stabilitas bentuk sel darah merah melalui interaksi dengan sitoskeleton.
CD237 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD238 Kell Blood Group Protein (KEL) Protein membran eritrosit yang memiliki aktivitas enzim endotelin-3-converting enzyme. Penting dalam sistem golongan darah Kell.
CD239 Lutheran Blood Group / BCAM Molekul adhesi sel yang membantu interaksi eritrosit dengan jaringan. Berperan pada sistem golongan darah Lutheran.
CD240CE RHCE Protein antigen Rh yang menentukan antigen C, c, E, dan e pada permukaan eritrosit.
CD240D RHD (RhD Antigen) Protein antigen RhD pada eritrosit yang menentukan status Rh positif atau negatif.
CD241 RHAG (Rh-associated glycoprotein) Protein transporter amonia pada membran eritrosit. Mutasi RHAG dapat menyebabkan kelainan bentuk eritrosit seperti stomatositosis.
CD242 ICAM4 / LW Blood Group Molekul adhesi eritrosit yang membantu interaksi eritrosit dengan sel imun dan endotel.
CD243 ABCB1 / P-glycoprotein / MDR1 Pompa membran yang mengeluarkan zat asing dan obat dari dalam sel. Berperan dalam resistensi obat pada kanker.
CD244 2B4 / SLAMF4 Reseptor pada sel NK dan sebagian sel T. Mengatur aktivitas sitotoksik sel NK terhadap sel target.
CD245 Belum ditetapkan Marker CD belum memiliki identifikasi molekuler yang pasti.
CD246 ALK (Anaplastic Lymphoma Kinase) Reseptor tirosin kinase yang berperan dalam perkembangan sistem saraf. Aktivasi abnormal ALK berhubungan dengan beberapa kanker, terutama kanker paru.
CD247 CD3 Zeta Chain Komponen kompleks reseptor sel T (TCR). Penting dalam transmisi sinyal aktivasi sel T.
CD248 Endosialin / TEM1 Reseptor permukaan yang berperan dalam adhesi sel, pembentukan pembuluh darah baru, dan lingkungan mikro tumor.
CD249 ENPEP (Glutamyl Aminopeptidase) Enzim yang mengubah angiotensin II menjadi angiotensin III sehingga berperan dalam regulasi tekanan darah.
CD250 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD251 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD252 OX40 Ligand (OX40L/TNFSF4) Ligand untuk reseptor OX40 pada sel T. Berperan dalam aktivasi dan diferensiasi sel T terutama respons Th2 pada alergi.
CD253 TRAIL / TNFSF10 Sitokin yang menginduksi apoptosis terutama pada sel tumor melalui reseptor kematian TRAIL.
CD254 RANKL / TNFSF11 Mengatur pembentukan osteoklas, remodeling tulang, dan fungsi imun. Menjadi target obat denosumab pada osteoporosis.
CD255 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD256 APRIL / TNFSF13 Sitokin keluarga TNF yang berperan dalam perkembangan, kelangsungan hidup, dan pematangan sel B.
CD257 BAFF / TNFSF13B Faktor aktivasi sel B yang mengatur perkembangan dan kelangsungan hidup limfosit B.
CD258 LIGHT / TNFSF14 Sitokin keluarga TNF yang mengatur aktivasi sel T, inflamasi, dan interaksi imun dengan jaringan.
CD259 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD260 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD261 TRAIL Receptor 1 / DR4 Reseptor TRAIL yang memicu apoptosis melalui jalur kematian sel.
CD262 TRAIL Receptor 2 / DR5 Reseptor TRAIL yang mengaktifkan jalur apoptosis pada sel abnormal.
CD263 TRAIL Decoy Receptor 1 Reseptor TRAIL yang tidak menyebabkan apoptosis dan dapat melindungi sel dari kematian akibat TRAIL.
CD264 TRAIL Decoy Receptor 2 Reseptor penghambat TRAIL yang menekan proses apoptosis.
CD265 RANK / TNFRSF11A Reseptor RANKL yang mengatur pembentukan osteoklas, remodeling tulang, dan perkembangan jaringan limfoid.
CD266 TWEAK Receptor / TNFRSF12A Reseptor untuk TWEAK yang mengatur proliferasi sel, inflamasi, dan perbaikan jaringan.
CD267 TACI / TNFRSF13B Reseptor pada sel B yang mengatur produksi antibodi, pergantian kelas imunoglobulin, dan homeostasis sel B. Mutasi berhubungan dengan common variable immunodeficiency (CVID).
CD268 BAFF-R / TNFRSF13C Reseptor BAFF yang penting untuk perkembangan dan kelangsungan hidup sel B.
CD269 BCMA / TNFRSF17 Reseptor pada sel plasma matang. Menjadi target terapi CAR-T dan antibodi monoklonal pada multiple myeloma.
CD270 HVEM / TNFRSF14 Reseptor keluarga TNF yang mengatur aktivasi sel T. Berinteraksi dengan BTLA dan LIGHT untuk mengontrol respons imun.

 

Marker CD Nama / Molekul Fungsi dan Makna Biologis
CD271 NGFR / p75 Nerve Growth Factor Receptor Reseptor faktor pertumbuhan saraf dengan afinitas rendah. Berperan dalam perkembangan saraf, regenerasi jaringan, dan menjadi marker sel punca kanker pada beberapa tumor termasuk melanoma.
CD272 BTLA (B and T Lymphocyte Attenuator) Reseptor penghambat sistem imun pada sel T dan B. Berinteraksi dengan HVEM (CD270) untuk menekan aktivasi sel T dan menjaga toleransi imun.
CD273 PD-L2 / PDCD1LG2 Ligand untuk PD-1 pada sel T. Diekspresikan oleh sel dendritik dan makrofag. Menghambat aktivasi sel T melalui jalur immune checkpoint.
CD274 PD-L1 / PDCD1LG1 Molekul immune checkpoint yang diekspresikan pada sel T, sel B, makrofag, sel dendritik, sel epitel, dan endotel. Berikatan dengan PD-1 untuk menekan respons sel T. Banyak digunakan sebagai target terapi kanker.
CD275 ICOS Ligand (ICOS-L) Molekul kostimulator pada antigen presenting cells. Berikatan dengan ICOS pada sel T dan membantu aktivasi serta diferensiasi sel T helper.
CD276 B7-H3 Molekul keluarga B7 yang berperan dalam regulasi respons imun. Diekspresikan pada berbagai tumor padat dan menjadi target penelitian imunoterapi kanker.
CD277 BTN3A1 (Butyrophilin Subfamily 3 Member A1) Molekul keluarga butirofilin yang berperan dalam aktivasi sel T gamma-delta (γδ T cell) dan pengenalan stres seluler.
CD278 ICOS (Inducible T-cell Costimulator) Reseptor kostimulator pada sel T yang berperan dalam aktivasi, proliferasi, dan fungsi sel T helper terutama Th2 dan T follicular helper.
CD279 PD-1 / PDCD1 Reseptor penghambat pada sel T, sel B, dan sel imun lainnya. Mengontrol aktivasi imun dengan mengikat PD-L1 dan PD-L2. Menjadi target obat imunoterapi seperti nivolumab dan pembrolizumab.
CD280 MRC2 (Mannose Receptor C-Type 2) Reseptor lektin tipe C yang berperan dalam remodeling matriks ekstraseluler, migrasi sel, dan proses fibrosis.
CD281 TLR1 (Toll-like Receptor 1) Reseptor pengenal pola pada sistem imun bawaan. Bekerja bersama TLR2 untuk mengenali komponen bakteri terutama lipoprotein Gram positif.
CD282 TLR2 (Toll-like Receptor 2) Reseptor imun bawaan yang mengenali bakteri, jamur, virus, dan molekul stres jaringan. Mengaktifkan produksi sitokin inflamasi.
CD283 TLR3 (Toll-like Receptor 3) Mengenali RNA untai ganda (dsRNA) dari virus. Mengaktifkan produksi interferon tipe I melalui jalur IRF3.
CD284 TLR4 (Toll-like Receptor 4) Reseptor utama pengenal lipopolisakarida (LPS) bakteri Gram negatif. Berperan penting dalam aktivasi inflamasi dan respons terhadap infeksi.
CD285 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD286 TLR6 (Toll-like Receptor 6) Bekerja bersama TLR2 untuk mengenali lipoprotein mikroba dan mengaktifkan respons imun bawaan.
CD287 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD288 TLR8 (Toll-like Receptor 8) Mengenali RNA virus dan mikroba. Variasi gen TLR8 berhubungan dengan kerentanan terhadap beberapa infeksi termasuk tuberkulosis.
CD289 TLR9 (Toll-like Receptor 9) Mengenali DNA mikroba dengan motif CpG yang tidak termetilasi. Berperan dalam aktivasi sel dendritik dan produksi interferon.
CD290 TLR10 (Toll-like Receptor 10) Reseptor TLR yang banyak ditemukan pada jaringan limfoid seperti limpa, kelenjar getah bening, timus, dan tonsil.
CD291 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD292 BMPR1A (Bone Morphogenetic Protein Receptor Type IA) Reseptor BMP yang berperan dalam perkembangan tulang, diferensiasi sel, dan pembentukan jaringan.
CDw293 BMPR1B Reseptor BMP tipe 1B yang berperan dalam perkembangan tulang dan pembuluh darah. Mutasi berhubungan dengan hipertensi pulmonal primer.
CD294 CRTH2 / DP2 / GPR44 Reseptor prostaglandin D2 pada sel Th2, eosinofil, dan basofil. Berperan dalam inflamasi alergi dan asma.
CD295 Leptin Receptor (LEPR) Reseptor hormon leptin yang mengatur nafsu makan, metabolisme energi, dan keseimbangan berat badan. Gangguan LEPR berhubungan dengan obesitas.
CD296 ART1 (ADP-ribosyltransferase 1) Enzim permukaan sel yang berperan dalam modifikasi protein melalui ADP-ribosilasi.
CD297 ART4 (Ecto-ADP-ribosyltransferase 4) Enzim permukaan eritrosit yang berhubungan dengan sistem golongan darah Dombrock.
CD298 ATP1B3 Subunit beta pompa natrium kalium (Na+/K+-ATPase). Berperan dalam menjaga keseimbangan ion dan fungsi membran sel.
CD299 CLEC4M / L-SIGN Reseptor lektin tipe C pada hati dan kelenjar getah bening. Berperan dalam menangkap antigen dan interaksi dengan beberapa virus.
CD300A CMRF35H Reseptor imun pada monosit, neutrofil, dan sebagian limfosit. Berperan dalam regulasi aktivasi sel imun.
CD300C CMRF35A Molekul keluarga CD300 yang mengatur respons imun melalui sinyal aktivasi atau inhibisi.
CD300E CMRF35L1 Reseptor pada sel mieloid yang berhubungan dengan aktivasi respons inflamasi.
CD301 CLEC10A Reseptor lektin tipe C pada sel dendritik dan makrofag. Berperan dalam pengenalan glikoprotein, adhesi sel, dan regulasi inflamasi.
CD302 CD302 (C-type Lectin Receptor) Reseptor lektin yang membantu adhesi sel, migrasi, endositosis, dan fagositosis antigen.
CD303 BDCA-2 / CLEC4C Marker khas sel dendritik plasmacytoid. Mengatur pengambilan antigen dan menekan produksi interferon tipe I setelah aktivasi.
CD304 Neuropilin-1 / NRP1 / BDCA-4 Reseptor yang berperan dalam perkembangan saraf, angiogenesis melalui VEGF, dan fungsi sel dendritik plasmacytoid.
CD305 LAIR1 Reseptor inhibitor pada sel NK, sel T, dan sel B. Membantu menjaga toleransi terhadap jaringan tubuh sendiri.
CD306 LAIR2 Protein keluarga LAIR yang diduga berperan dalam regulasi toleransi mukosa dan respons imun.
CD307 FCRL5 Reseptor Fc-like pada sel B yang berperan dalam regulasi aktivasi dan fungsi antibodi.
CD307a FCRL1 Reseptor pada sel B yang mengatur aktivasi dan proliferasi limfosit B.
CD307b FCRL2 Molekul regulator sel B yang berhubungan dengan produksi antibodi.
CD307c FCRL3 Reseptor keluarga Fc yang berhubungan dengan regulasi imun dan beberapa penyakit autoimun.
CD307d FCRL4 Marker subset sel B memori terutama pada jaringan mukosa.
CD307e FCRL5 Berperan dalam regulasi fungsi sel B dan respons antibodi.
CD308 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD309 KDR / VEGFR2 Reseptor faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF). Mengatur angiogenesis dan pembentukan pembuluh darah baru.
CD310 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD311 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD312 EMR2 / ADGRE2 Reseptor adhesi pada monosit, makrofag, sel dendritik, dan granulosit. Berperan dalam migrasi dan aktivasi sel imun.
CD313 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi resmi dalam sistem CD.
CD314 NKG2D / KLRK1 Reseptor aktivasi pada sel NK, sel T gamma-delta, dan sel T CD8. Mengenali sel yang mengalami stres, infeksi, atau transformasi ganas.
CD315 PTGFRN Protein membran yang berinteraksi dengan tetraspanin CD9 dan CD81. Berperan dalam organisasi membran sel.
CD316 IGSF8 Protein keluarga imunoglobulin yang berperan dalam adhesi sel dan interaksi antar protein membran.
CD317 BST2 / Tetherin Protein antivirus yang menghambat pelepasan virus beramplop dari permukaan sel. Diinduksi oleh interferon.
CD318 CDCP1 Protein transmembran yang berhubungan dengan migrasi sel, invasi tumor, dan metastasis kanker.
CD319 SLAMF7 Marker sel plasma normal dan sel plasma ganas pada multiple myeloma. Menjadi target terapi kanker darah.
CD320 CD320 / 8D6A Reseptor permukaan sel yang berperan dalam pengambilan vitamin B12 melalui kompleks transcobalamin.

 

CD Nama Molekul / Gen Fungsi dan Makna Biologis
CD321 F11 Receptor / JAM-A (Junctional Adhesion Molecule A) Molekul adhesi antar sel yang berperan dalam pembentukan hubungan antar sel epitel dan endotel. Mengatur migrasi leukosit, permeabilitas jaringan, serta integritas sawar mukosa.
CD322 JAM-B (Junctional Adhesion Molecule B) Molekul adhesi yang diekspresikan pada endotel pembuluh darah. Berperan dalam migrasi limfosit menuju jaringan inflamasi dan organ limfoid.
CD323 Belum ditetapkan Belum memiliki molekul CD yang telah ditetapkan secara resmi.
CD324 E-Cadherin / CDH1 Protein adhesi antar sel epitel yang mempertahankan struktur jaringan. Kehilangan fungsi CDH1 berhubungan dengan kanker lambung difus herediter dan beberapa kanker payudara.
CD325 N-Cadherin / CDH2 Molekul adhesi sel yang penting pada jaringan saraf, otot jantung, dan perkembangan embrio. Gangguan ekspresi berhubungan dengan penyakit jantung dan proses metastasis kanker.
CD326 EpCAM (Epithelial Cell Adhesion Molecule) / TACSTD1 Protein permukaan sel epitel yang digunakan sebagai penanda sel tumor dan sel punca. Berperan dalam adhesi sel serta proliferasi jaringan epitel.
CD327 SIGLEC6 Reseptor pengikat asam sialat pada permukaan sel imun. Berperan dalam regulasi aktivasi imun, terutama pada sel imun tertentu dan jaringan plasenta.
CD328 SIGLEC7 Reseptor penghambat pada sel NK. Mengenali struktur asam sialat dan membantu mengatur aktivitas sitotoksik sel NK.
CD329 SIGLEC9 Reseptor imun pada neutrofil, monosit, dan sel NK. Mengatur respons inflamasi melalui sinyal penghambatan.
CD330 Belum ditetapkan Belum memiliki klasifikasi molekul CD resmi.
CD331 FGFR1 (Fibroblast Growth Factor Receptor 1) Reseptor tirosin kinase yang mengatur pertumbuhan sel, perkembangan embrio, pembentukan tulang, dan perbaikan jaringan. Mutasi berhubungan dengan sindrom Pfeiffer, Kallmann, dan beberapa kanker.
CD332 FGFR2 Reseptor faktor pertumbuhan fibroblas yang berperan pada perkembangan tulang, pembuluh darah, dan regenerasi jaringan. Mutasi menyebabkan kelainan kraniofasial dan beberapa kanker.
CD333 FGFR3 Reseptor tirosin kinase yang mengatur pertumbuhan tulang dan diferensiasi sel. Mutasi menyebabkan akondroplasia, hipokondroplasia, serta berhubungan dengan kanker kandung kemih.
CD334 FGFR4 Reseptor FGFR yang berperan dalam pertumbuhan dan metabolisme jaringan. Ekspresi berlebihan ditemukan pada beberapa kanker termasuk kanker payudara dan ovarium.
CD335 NCR1 / NKp46 Reseptor aktivasi utama pada sel NK. Membantu mengenali dan membunuh sel yang terinfeksi virus atau sel tumor.
CD336 NCR2 / NKp44 Reseptor aktivasi sel NK yang muncul terutama setelah aktivasi. Berperan dalam respons imun terhadap infeksi dan kanker.
CD337 NCR3 / NKp30 Reseptor aktivasi sel NK yang berperan dalam pengenalan sel tumor dan sel terinfeksi.
CD338 ABCG2 / BCRP (Breast Cancer Resistance Protein) Pompa transporter membran yang mengeluarkan zat asing dari sel. Berperan pada resistensi obat kanker dan perlindungan jaringan seperti plasenta, otak, usus, dan testis.
CD339 JAG1 (Jagged-1) Ligand jalur Notch yang mengatur perkembangan sel, pembuluh darah, dan diferensiasi jaringan. Mutasi JAG1 menyebabkan sindrom Alagille.
CD340 HER2 / ERBB2 Reseptor tirosin kinase keluarga epidermal growth factor. Ekspresi berlebihan berhubungan dengan kanker payudara HER2 positif dan menjadi target terapi trastuzumab.
CD344 FZD4 (Frizzled-4) Reseptor jalur Wnt dan Norrin yang penting untuk perkembangan pembuluh darah retina serta sistem saraf.
CD349 FZD9 (Frizzled-9) Reseptor jalur Wnt yang berperan dalam perkembangan otak, mata, ginjal, otot, dan jaringan lainnya. Berhubungan dengan wilayah genetik sindrom Williams.
CD351 FCAMR (Fcα/μ Receptor) Reseptor imun yang mengikat imunoglobulin IgM dan IgA. Berperan dalam regulasi respons sel B dan pembersihan kompleks imun.
CD352 SLAMF6 Molekul keluarga SLAM yang diekspresikan pada sel NK, sel T, dan sel B. Berperan dalam komunikasi antar sel imun.
CD353 SLAMF8 Molekul keluarga SLAM yang ditemukan pada jaringan limfoid. Berperan dalam regulasi aktivitas sel imun.
CD354 TREM1 Reseptor aktivasi pada sel mieloid seperti neutrofil dan monosit. Memperkuat respons inflamasi terhadap infeksi bakteri dan jamur.
CD355 CRTAM (Cytotoxic and Regulatory T-cell Molecule) Molekul adhesi pada sel T sitotoksik dan sel NK. Berperan dalam interaksi antar sel imun dan respons terhadap infeksi.
CD357 GITR / TNFRSF18 Reseptor keluarga TNF pada sel T aktif dan sel T regulator. Mengatur toleransi imun, aktivasi sel T efektor, dan respons antitumor.
CD358 DR6 / TNFRSF21 Reseptor keluarga TNF yang mengaktifkan jalur JNK dan NF-kB. Berperan dalam apoptosis, perkembangan sistem imun, dan fungsi jaringan saraf.
CD360 IL21R Reseptor interleukin-21 yang mengatur proliferasi dan diferensiasi sel T, sel B, serta sel NK melalui jalur JAK-STAT.
CD361 EVI2B Protein membran yang diekspresikan pada sel hematopoietik. Berhubungan dengan regulasi perkembangan dan fungsi sel darah.
CD362 Syndecan-2 / SDC2 Proteoglikan permukaan sel yang berperan dalam adhesi sel, interaksi matriks ekstraseluler, dan perkembangan jaringan.
CD363 S1PR1 (Sphingosine-1-Phosphate Receptor 1) Reseptor lipid sinyal yang mengatur migrasi limfosit, perkembangan pembuluh darah, dan respons inflamasi. Menjadi target terapi penyakit autoimun seperti multiple sclerosis.
CD364 PI16 (Peptidase Inhibitor 16) Protein sekretori yang berperan dalam regulasi aktivitas protease dan komunikasi antar jaringan.
CD365 TIM-1 / HAVCR1 Reseptor imun yang berperan dalam aktivasi sel T, respons terhadap virus, toleransi transplantasi, dan penyakit alergi seperti asma.
CD366 TIM-3 / HAVCR2 Molekul checkpoint imun yang menghambat aktivitas sel T. Berperan pada toleransi imun, kelelahan sel T, kanker, dan penyakit kronis.
CD367 CLEC4A Reseptor lektin tipe C pada sel dendritik. Membantu pengenalan antigen dan pengaturan respons imun.
CD368 CLEC4D Reseptor lektin tipe C pada sel mieloid. Mengenali struktur mikroba dan membantu aktivasi imun bawaan.
CD369 CLEC7A / Dectin-1 Reseptor utama pengenal beta-glukan pada jamur. Mengaktifkan respons imun terhadap infeksi jamur melalui sel makrofag dan neutrofil.
CD370 CLEC9A Reseptor khusus pada subset sel dendritik yang berperan menangkap antigen dari sel mati dan mengaktifkan respons sel T sitotoksik.
CD371 CLEC12A Reseptor lektin tipe C pada sel mieloid. Berperan dalam regulasi inflamasi, pengenalan sel mati, dan perkembangan beberapa penyakit hematologi.

Kesimpulan

Cluster of Differentiation merupakan bahasa molekuler utama dalam identifikasi sel imun. Kombinasi marker CD memungkinkan dokter dan peneliti menentukan jenis sel, tingkat maturasi, status aktivasi, serta perubahan patologis. Perkembangan teknologi flow cytometry, single-cell analysis, dan imunoterapi semakin meningkatkan peran sistem CD dalam diagnosis dan terapi penyakit imun, kanker, alergi, serta gangguan hematologi. Marker CD ini terutama digunakan dalam imunologi klinis, flow cytometry, diagnosis imunodefisiensi, leukemia/limfoma, penelitian alergi, autoimun, infeksi, dan imunoterapi kanker.

Daftar pustaka.

  • Engel P, Boumsell L, Balderas R, Bensussan A, Gattei V, Horejsí V, et al. CD nomenclature 2015: Human leukocyte differentiation antigen workshops as a driving force in immunology. J Immunol. 2015;195(10):4555-63. doi:10.4049/jimmunol.1502033.
  • Zola H, Swart B, Banham A, Barry S, Beare A, Bensussan A, et al. CD molecules 2006: Human cell differentiation molecules. J Immunol Methods. 2007;319(1-2):1-5. doi:10.1016/j.jim.2006.11.001. (PubMed)
  • Zola H, Swart B, Nicholson I, Aasted B, Bensussan A, Boumsell L, et al. CD molecules 2005: Human cell differentiation molecules. Blood. 2005;106(9):3123-6. doi:10.1182/blood-2005-03-1338.
  • Kalina T, Lundsten K, Engel P. Relevance of antibody validation for flow cytometry. Cytometry A. 2020;97(2):126-36. doi:10.1002/cyto.a.23895. (hcdm.org)
  • Kalina T. Reproducibility of flow cytometry through standardization: Opportunities and challenges. Cytometry A. 2020;97(2):137-47. doi:10.1002/cyto.a.23901. (hcdm.org)
  • Kužílková D, Puñet-Ortiz J, Aui PM, et al. Standardization of workflow and flow cytometry panels for quantitative expression profiling of surface antigens on blood leukocyte subsets: An HCDM CDMaps initiative. Front Immunol. 2022;13:827898. doi:10.3389/fimmu.2022.827898. (hcdm.org)
  • Kalina T, Fišer K, Pérez-Andrés M, Kužílková D, Cuenca M, Bartol SJWW, et al. CD Maps: Dynamic profiling of CD1-CD100 surface expression on human leukocyte and lymphocyte subsets. Front Immunol. 2019;10:2434. doi:10.3389/fimmu.2019.02434. (hcdm.org)
  • Fernández-Calles J, Kužílková D, Hedin F, Bakardjieva-Mihaylova V, Škvárová Kramarzová K, van Zelm MC, et al. CD molecules nomenclature 2025: Antibody validation and expression profiling of immune system G protein-coupled receptors. Eur J Immunol. 2025;55(12):e70099. doi:10.1002/eji.70099. (Wiley Online Library)
  • Maecker HT, McCoy JP, Nussenblatt R. Standardizing immunophenotyping for the Human Immunology Project. Nat Rev Immunol. 2012;12(3):191-200. doi:10.1038/nri3158.
  • Herzenberg LA, Tung J, Moore WA, Herzenberg LA, Parks DR. Interpreting flow cytometry data: A guide for the perplexed. Nat Immunol. 2006;7(7):681-5. doi:10.1038/ni0706-681.
  • Cossarizza A, Chang HD, Radbruch A, Acs A, Adam D, Adam-Klages S, et al. Guidelines for the use of flow cytometry and cell sorting in immunological studies. Eur J Immunol. 2017;47(10):1584-97. doi:10.1002/eji.201646632.
  • Cossarizza A, Chang HD, Radbruch A, Akdis M, Andrä I, Annunziato F, et al. Guidelines for the use of flow cytometry and cell sorting in immunological studies. Eur J Immunol. 2019;49(10):1457-73. doi:10.1002/eji.201970107.
  • Bennett JS. Structure and function of the platelet integrin alphaIIbbeta3. J Clin Invest. 2005;115(12):3363-9. doi:10.1172/JCI26989.
  • O’Connor MN, Boddy CS, Ruitenberg JJ, et al. CD markers and immune cell characterization in clinical immunology. Clin Exp Immunol. 2020;202(1):1-12. doi:10.1111/cei.13420.
  • Walker JA, McKenzie ANJ. TH2 cell development and function. Nat Rev Immunol. 2018;18(2):121-33. doi:10.1038/nri.2017.118.
  • Abbas AK, Lichtman AH, Pillai S. Cellular and Molecular Immunology. 10th ed. Philadelphia: Elsevier; 2021.
  • Murphy K, Weaver C. Janeway’s Immunobiology. 10th ed. New York: Garland Science; 2022.
  • Punt J, Stranford SA, Jones PP, Owen JA. Kuby Immunology. 8th ed. New York: W.H. Freeman; 2019.
  • Paul WE. Fundamental Immunology. 8th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2022.
  • Human Cell Differentiation Molecules (HCDM). Human Cell Differentiation Molecules: CD nomenclature and characterization of immune cell surface molecules. HCDM; 2025. Available from: https://www.hcdm.org. (hcdm.org)

 


 

Visited 2 times, 4 visit(s) today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *