ALERGIPEDIA.COM

FOOD ALLERGY AWARENESS – BETTER LIVES THROUGH SCIENCE

KONSULTASI ALERGI: Anak Sering Sakit, tetapi Hasil Tes IgE Panel Alergi Negatif. Apakah Berarti Pasti Bukan Alergi Makan

Anak Sering Sakit, tetapi Hasil Tes IgE Panel Alergi Negatif. Apakah Berarti Pasti Bukan Alergi Makanan?

Pertanyaan

“Dok, anak saya sekarang berusia 4 tahun. Hampir setiap bulan batuk pilek, beberapa kali dirawat karena bronkopneumonia, juga sering kambuh asma dan sesak napas. Selain itu, anak saya sulit makan, pilih-pilih makanan, mudah mual setelah makan, sering sembelit, dan berat badannya susah naik. Dokter menyarankan tes panel IgE alergi makanan, tetapi hasilnya semua negatif. Saya jadi bingung. Kalau hasil tes alerginya negatif, apakah berarti anak saya pasti tidak memiliki alergi makanan? Apakah masih perlu diperiksa atau dicari penyebab lain?”

Jawaban, dr Widodo Judarwanto, pediatrician

Belum tentu. Hasil panel IgE alergi makanan yang negatif tidak selalu berarti seorang anak pasti tidak mengalami alergi makanan. Pemeriksaan serum specific IgE atau IgE spesifik hanya dapat mendeteksi alergi yang diperantarai oleh antibodi IgE. Padahal, tidak semua alergi makanan bekerja melalui mekanisme tersebut. Pada sebagian anak, terutama yang mengalami alergi saluran cerna non-IgE atau campuran IgE dan non-IgE, hasil pemeriksaan IgE dapat tetap normal meskipun gejalanya memang disebabkan oleh alergi makanan. Kondisi ini dikenal sebagai false negative, yaitu hasil pemeriksaan negatif padahal penyakitnya memang ada.

Keluhan anak Anda juga tidak hanya berupa sesak atau batuk pilek. Anak mengalami infeksi saluran napas berulang, asma, sulit makan, mudah mual, sembelit, dan berat badan yang sulit naik. Semua keluhan tersebut perlu dievaluasi sebagai satu kesatuan. Dokter akan mempertimbangkan berbagai kemungkinan penyebab, seperti alergi makanan, refluks gastroesofageal, gangguan motilitas saluran cerna, konstipasi kronis, gangguan makan atau feeding difficulties, gangguan oral-motor, gangguan daya tahan tubuh, maupun penyakit lain yang dapat menimbulkan gejala serupa. Oleh karena itu, hasil tes laboratorium tidak boleh menjadi satu-satunya dasar untuk menegakkan atau menyingkirkan diagnosis.

World Allergy Organization (WAO) menjelaskan bahwa pemeriksaan Skin Prick Test maupun serum specific IgE merupakan pemeriksaan penunjang untuk membantu mengonfirmasi dugaan klinis, bukan alat diagnosis yang dapat berdiri sendiri. Pemeriksaan tersebut memiliki sensitivitas yang baik pada alergi makanan yang diperantarai IgE, tetapi tidak mampu mendeteksi alergi non-IgE. Karena itu, hasil negatif tidak selalu menyingkirkan kemungkinan alergi makanan bila riwayat klinis sangat mengarah. Pedoman WAO juga menegaskan bahwa riwayat penyakit tetap menjadi dasar utama dalam proses diagnosis.

Rekomendasi yang sama disampaikan oleh American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI), European Academy of Allergy and Clinical Immunology (EAACI), dan Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy (ASCIA). Semua organisasi tersebut menekankan bahwa pemeriksaan IgE harus dipilih berdasarkan dugaan terhadap makanan tertentu, bukan sebagai pemeriksaan skrining terhadap semua makanan. Hasil pemeriksaan harus selalu diinterpretasikan bersama riwayat klinis dan pemeriksaan fisik. Baik hasil positif maupun hasil negatif tidak boleh digunakan sendirian untuk memastikan atau menyingkirkan diagnosis alergi makanan.

Bila dokter mencurigai adanya alergi makanan meskipun hasil IgE negatif, evaluasi biasanya dilanjutkan dengan penelusuran riwayat makan yang lebih rinci, pemantauan kurva pertumbuhan, penilaian status gizi, evaluasi gangguan makan dan kemampuan oral-motor, kemudian dapat dilakukan diet eliminasi yang terarah terhadap makanan yang paling dicurigai. Perbaikan gejala setelah diet eliminasi juga belum cukup untuk memastikan diagnosis karena gejala dapat membaik akibat faktor lain.

Apabila setelah seluruh evaluasi diagnosis masih belum jelas dan kondisi anak memungkinkan, dokter dapat mempertimbangkan Oral Food Challenge (OFC). Pada pemeriksaan ini, makanan yang dicurigai diberikan kembali secara bertahap di bawah pengawasan tenaga medis untuk melihat apakah benar memicu reaksi alergi. Hingga saat ini, OFC tetap merupakan baku emas dalam menegakkan diagnosis alergi makanan dan menjadi cara paling akurat untuk membedakan alergi yang sebenarnya dari dugaan semata.

Jadi, hasil panel IgE yang negatif tidak otomatis berarti anak pasti bebas dari alergi makanan. Pada sebagian anak dapat terjadi hasil negatif palsu, terutama pada alergi makanan non-IgE. Diagnosis harus didasarkan pada gabungan riwayat gejala, pemeriksaan fisik, evaluasi pertumbuhan, pemeriksaan penunjang yang sesuai indikasi, diet eliminasi yang terarah, serta konfirmasi dengan Oral Food Challenge bila diperlukan. Pendekatan ini membantu menghindari salah diagnosis, baik overdiagnosis maupun underdiagnosis, sehingga anak memperoleh penanganan yang tepat.

Tabel 1. Mengapa Hasil IgE Panel Bisa Negatif Padahal Anak Masih Diduga Mengalami Alergi?

Kondisi Penjelasan
Alergi non-IgE Tidak menghasilkan peningkatan IgE spesifik sehingga hasil dapat negatif.
Alergi campuran IgE dan non-IgE Sebagian gejala tidak terdeteksi oleh pemeriksaan IgE.
Makanan yang diperiksa tidak sesuai Panel tidak selalu mencakup makanan penyebab sebenarnya.
Sensitivitas pemeriksaan terbatas Tidak ada tes yang memiliki akurasi 100 persen.
Gejala disebabkan penyakit lain Perlu evaluasi refluks, konstipasi, infeksi, gangguan oral-motor, atau penyakit lain.

Tabel 2. Peran Pemeriksaan dalam Diagnosis Alergi Makanan

Pemeriksaan Apa yang Dinilai Dapat Memastikan Alergi?
Riwayat klinis Hubungan makanan dengan munculnya gejala Ya, merupakan dasar utama
Pemeriksaan fisik Manifestasi alergi dan penyakit lain Mendukung diagnosis
Skin Prick Test Sensitisasi yang diperantarai IgE Tidak bila digunakan sendiri
IgE spesifik Antibodi IgE terhadap makanan tertentu Tidak bila digunakan sendiri
Panel IgE makanan Sensitisasi terhadap banyak makanan Tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar diagnosis
Diet eliminasi terarah Respons setelah makanan dihentikan Membantu evaluasi
Oral Food Challenge Reaksi setelah makanan diberikan kembali di bawah pengawasan medis Ya, merupakan baku emas diagnosis

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hasil s-IgE positif jauh lebih sering ditemukan dibandingkan alergi makanan yang benar-benar terbukti secara klinis. Dengan kata lain, banyak anak memiliki hasil IgE positif terhadap satu atau beberapa makanan, tetapi tetap dapat mengonsumsi makanan tersebut tanpa mengalami reaksi alergi. Sebaliknya, pada sebagian penderita alergi makanan non-IgE, terutama yang mengenai saluran cerna, hasil pemeriksaan IgE dapat tetap normal meskipun pasien memang mengalami alergi.

World Allergy Organization (WAO) menjelaskan bahwa Skin Prick Test maupun pemeriksaan serum specific IgE merupakan alat bantu untuk mengonfirmasi dugaan klinis, bukan untuk menegakkan diagnosis secara mandiri. Pemeriksaan tersebut sebaiknya hanya dilakukan bila riwayat penyakit mengarah pada alergi terhadap makanan tertentu. Pemeriksaan tanpa dasar klinis meningkatkan kemungkinan hasil positif yang tidak bermakna.

American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI) juga tidak menganjurkan penggunaan panel IgE terhadap banyak makanan sebagai pemeriksaan skrining. Sensitivitas pemeriksaan ini memang tinggi sehingga jarang melewatkan kasus alergi IgE, tetapi spesifisitasnya rendah. Akibatnya, banyak hasil positif merupakan positif palsu secara klinis. Penggunaan panel makanan tanpa indikasi sering menyebabkan overdiagnosis, diet eliminasi yang tidak diperlukan, kekurangan zat gizi, kecemasan keluarga, peningkatan biaya pengobatan, bahkan dapat memperburuk kualitas hidup anak.

European Academy of Allergy and Clinical Immunology (EAACI) menegaskan bahwa diagnosis alergi makanan harus dimulai dari riwayat klinis yang khas, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, kemudian pemeriksaan Skin Prick Test atau IgE spesifik hanya bila memang diperlukan. Bila diagnosis masih belum jelas, Oral Food Challenge (OFC) tetap merupakan baku emas untuk memastikan apakah suatu makanan benar-benar menyebabkan alergi.

Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy (ASCIA) juga menyatakan bahwa pemeriksaan IgE tidak boleh dilakukan sebagai pemeriksaan skrining terhadap banyak makanan tanpa riwayat yang sesuai. Hasil positif hanya menunjukkan adanya sensitisasi dan harus selalu diinterpretasikan bersama gejala klinis. Tanpa adanya riwayat reaksi yang konsisten setelah mengonsumsi makanan tertentu, hasil IgE positif tidak dapat dijadikan dasar untuk memberikan pantangan makanan.

Karena itu, pemeriksaan panel IgE makanan tidak boleh digunakan untuk menentukan daftar makanan yang harus dihindari. Menghindari banyak makanan hanya berdasarkan hasil laboratorium dapat menyebabkan kekurangan energi, protein, kalsium, zat besi, vitamin, dan mineral, terutama pada bayi dan anak yang sedang tumbuh. Pendekatan yang direkomendasikan adalah melakukan evaluasi berdasarkan riwayat klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan IgE spesifik bila ada indikasi, diet eliminasi yang terarah, dan konfirmasi dengan Oral Food Challenge bila diperlukan.

Tabel. Rekomendasi Organisasi Alergi Internasional Mengenai Pemeriksaan IgE Panel Makanan

Organisasi Rekomendasi
WAO Skin Prick Test dan serum specific IgE hanya untuk mengonfirmasi dugaan klinis. Tidak digunakan sebagai pemeriksaan tunggal untuk diagnosis.
AAAAI Tidak merekomendasikan pemeriksaan panel IgE terhadap banyak makanan sebagai skrining karena meningkatkan overdiagnosis dan pantangan makanan yang tidak diperlukan.
EAACI Pemeriksaan IgE spesifik dilakukan hanya bila ada riwayat klinis yang sesuai. Oral Food Challenge merupakan baku emas diagnosis.
ASCIA Hasil IgE positif hanya menunjukkan sensitisasi, bukan bukti alergi. Pemeriksaan harus dipilih berdasarkan riwayat klinis dan tidak digunakan sebagai skrining.
NIAID Diagnosis alergi makanan harus menggabungkan riwayat klinis, pemeriksaan penunjang yang sesuai, dan Oral Food Challenge bila diperlukan.

Tabel. Peran Berbagai Pemeriksaan dalam Diagnosis Alergi Makanan

Pemeriksaan Apa yang Dinilai Dapat Memastikan Alergi?
Riwayat klinis Hubungan makanan dengan munculnya gejala Ya, merupakan dasar utama
Pemeriksaan fisik Manifestasi alergi dan kemungkinan penyakit lain Mendukung diagnosis
Skin Prick Test Sensitisasi yang diperantarai IgE Tidak bila digunakan sendiri
IgE spesifik Antibodi IgE terhadap makanan tertentu Tidak bila digunakan sendiri
Panel IgE makanan Sensitisasi terhadap banyak makanan Tidak, tidak dianjurkan sebagai pemeriksaan skrining
Diet eliminasi terarah Respons setelah makanan dihentikan Membantu evaluasi
Oral Food Challenge Reaksi setelah makanan diberikan kembali di bawah pengawasan medis Ya, merupakan baku emas diagnosis

Referensi

  • Parrish CP. A review of food allergy panels and their consequences. Ann Allergy Asthma Immunol. 2023 Oct;131(4):421-426. doi:10.1016/j.anai.2023.04.011. PMID: 37098403
  • Ansotegui IJ, Melioli G, Canonica GW, Caraballo L, Villa E, Ebisawa M, Passalacqua G, Savi E, Ebo D, Gómez RM, Luengo Sánchez O, Oppenheimer JJ, Jensen-Jarolim E, Fischer DA, Haahtela T, Antila M, Bousquet JJ, Cardona V, Chiang WC, Demoly PM, DuBuske LM, Ferrer Puga M, Gerth van Wijk R, González Díaz SN, Gonzalez-Estrada A, Jares E, Kalpaklioğlu AF, Kase Tanno L, Kowalski ML, Ledford DK, Monge Ortega OP, Morais Almeida M, Pfaar O, Poulsen LK, Pawankar R, Renz HE, Romano AG, Rosário Filho NA, Rosenwasser L, Sánchez Borges MA, Scala E, Senna GE, Sisul JC, Tang MLK, Thong BY, Valenta R, Wood RA, Zuberbier T. IgE allergy diagnostics and other relevant tests in allergy, a World Allergy Organization position paper. World Allergy Organ J. 2020 Feb 25;13(2):100080. doi: 10.1016/j.waojou.2019.100080. Erratum in: World Allergy Organ J. 2021 Jun 17;14(7):100557. doi: 10.1016/j.waojou.2021.100557. PMID: 32128023; PMCID: PMC7044795.
  • Al Ghamdi, A., Abrams, E., Carr, S. et al. Canadian Society of Allergy and Clinical Immunology position statement: panel testing for food allergies. Allergy Asthma Clin Immunol 20, 61 (2024). https://doi.org/10.1186/s13223-024-00937-0
Visited 2 times, 2 visit(s) today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *