KONSULTASI ALERGI: Anak Usia 3 Tahun Bentol Kecil Berulang Selama 6 Bulan. Tes Alergi Hampir Semua Negatif, Apakah Masih Bisa Alergi Makanan?
Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara
Pertanyaan
Dok, anak saya laki-laki usia 3 tahun. Sudah sekitar 6 bulan muncul bentol-bentol kecil yang sangat gatal. Bentolnya kadang hilang, lalu muncul lagi di tempat lain. Kami sudah berobat ke dokter anak, dokter kulit, dan dokter alergi. Ada yang mengatakan penyebabnya gigitan nyamuk, debu, udara dingin, air kotor, bahkan ada yang mendiagnosis papular urticaria. Hasil tes IgE panel alergi semuanya negatif. Skin prick test hanya menunjukkan alergi telur. Selain itu anak saya sering pilek, hidung tersumbat, mudah bersin, sembelit, kadang mual dan muntah, nafsu makan kurang, serta berat badan sulit naik. Apakah semua keluhan ini saling berhubungan? Apakah benar bisa disebabkan oleh alergi makanan walaupun hasil tes alerginya hampir semua negatif?
Jawaban
Keluhan seperti yang dialami anak Anda cukup sering dijumpai pada praktik dokter anak dan dokter alergi. Namun, penyebabnya tidak selalu hanya satu. Bentol berulang memang sering didiagnosis sebagai papular urticaria, yaitu reaksi kulit yang selama ini dianggap terutama disebabkan oleh gigitan serangga. Akan tetapi, penelitian menunjukkan bahwa pada sebagian anak, munculnya bentol berulang dipengaruhi oleh beberapa faktor yang bekerja bersamaan, bukan hanya gigitan serangga.
Pada anak yang memiliki bakat alergi, infeksi virus saluran napas berulang, seperti batuk pilek yang sering kambuh, dapat mengaktifkan sistem imun sehingga kulit menjadi lebih mudah mengalami reaksi peradangan. Bila kondisi tersebut disertai alergi makanan atau gangguan alergi pada saluran cerna, respons imun dapat menjadi semakin aktif sehingga bentol lebih mudah muncul atau kambuh kembali.
Hal ini menjelaskan mengapa sebagian anak dengan bentol berulang juga mengalami pilek berkepanjangan, hidung sensitif, sembelit, mual, muntah, sulit makan, gangguan tidur, dan berat badan yang sulit naik. Gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti semuanya disebabkan oleh alergi makanan, tetapi dapat menjadi petunjuk bahwa dokter perlu mengevaluasi kemungkinan adanya penyakit alergi yang melibatkan lebih dari satu organ.
Yang sering menimbulkan kebingungan adalah hasil pemeriksaan alergi. Banyak orang tua mengira hasil IgE atau skin prick test yang negatif berarti anak pasti tidak memiliki alergi makanan. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Skin prick test dan pemeriksaan IgE spesifik hanya dapat mendeteksi alergi yang dimediasi oleh antibodi IgE. Padahal, pada anak kecil cukup banyak alergi makanan yang terjadi melalui mekanisme non-IgE atau mekanisme campuran. Pada kondisi tersebut hasil pemeriksaan laboratorium dapat tetap normal meskipun makanan tertentu benar-benar memicu gejala.
Sebaliknya, hasil tes yang positif juga belum tentu berarti makanan tersebut harus dipantang. Pemeriksaan tersebut hanya menunjukkan adanya sensitisasi, yaitu tubuh mengenali protein makanan, tetapi belum membuktikan bahwa makanan tersebut benar-benar menyebabkan gejala ketika dimakan.
Karena itu, pedoman internasional dari EAACI, WAO, AAAAI, dan AAP menegaskan bahwa diagnosis alergi makanan harus dimulai dari riwayat klinis. Dokter akan menilai apakah gejala selalu muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, berapa lama setelah makan gejala timbul, organ apa saja yang terkena, serta apakah gejala membaik setelah makanan tersebut dihentikan.
Apabila riwayat klinis sangat mengarah tetapi hasil tes masih meragukan, pemeriksaan yang paling akurat adalah Oral Food Challenge (OFC). Pemeriksaan ini dilakukan dengan memberikan makanan yang dicurigai secara bertahap di bawah pengawasan dokter yang berpengalaman. Hingga saat ini, OFC masih menjadi baku emas untuk memastikan apakah suatu makanan benar-benar menyebabkan alergi.
Bila OFC membuktikan adanya alergi makanan, makanan penyebab dihindari secara tepat, bukan berdasarkan dugaan. Pada sebagian anak, perbaikan mulai terlihat dalam 1 sampai 3 minggu. Bentol berulang berkurang, pilek lebih jarang kambuh, nafsu makan membaik, gangguan saluran cerna berkurang, tidur lebih nyenyak, dan berat badan mulai meningkat. Namun, bila bentol tetap muncul, dokter akan mencari penyebab lain seperti paparan gigitan serangga, infeksi kulit, dermatitis atopik, skabies, atau penyakit kulit lainnya.
Pendekatan seperti ini jauh lebih tepat dibandingkan melakukan pantangan banyak makanan hanya berdasarkan hasil tes laboratorium.
Kemungkinan Penyebab Bentol Berulang pada Anak
| Kemungkinan Penyebab | Ciri yang Mengarah | Hubungan dengan Alergi | Pemeriksaan yang Dianjurkan |
|---|---|---|---|
| Papular urticaria | Bentol kecil sangat gatal, berulang, sering di lengan dan tungkai | Dapat disertai penyakit alergi lain | Diagnosis dokter berdasarkan pemeriksaan kulit |
| Gigitan serangga | Muncul setelah bermain atau bangun tidur | Faktor pencetus | Pemeriksaan lingkungan rumah |
| Alergi makanan | Bentol disertai muntah, nyeri perut, sembelit, pilek, sulit makan | Sangat mungkin pada sebagian anak | Riwayat klinis, SPT, IgE spesifik, OFC |
| Dermatitis atopik | Kulit kering dan gatal kronis | Sering berkaitan | Pemeriksaan dokter |
| Urtikaria akut | Bentol berpindah dan hilang dalam kurang dari 24 jam | Dapat dipicu infeksi atau alergi | Diagnosis klinis |
| Infeksi virus | Batuk pilek berulang, demam, bentol muncul saat sakit | Dapat memperberat reaksi kulit | Pemeriksaan dokter |
| Skabies | Gatal hebat terutama malam hari | Bukan alergi | Pemeriksaan kulit |
Arti Hasil Pemeriksaan Alergi
| Pemeriksaan | Apa yang Dinilai | Kelebihan | Keterbatasan |
|---|---|---|---|
| Riwayat penyakit | Hubungan makanan dengan gejala | Langkah paling penting | Memerlukan wawancara rinci |
| Skin Prick Test | Sensitisasi IgE | Sensitif untuk alergi IgE | Tidak memastikan makanan penyebab |
| IgE spesifik | Antibodi terhadap makanan tertentu | Membantu bila dicurigai alergi IgE | Hasil positif belum tentu alergi |
| Total IgE | Kecenderungan alergi | Pendukung | Tidak dapat menentukan penyebab |
| Oral Food Challenge | Reaksi nyata setelah makan | Akurasi tertinggi, baku emas | Harus dilakukan dokter terlatih |
Mengapa Hasil Tes Alergi Bisa Negatif?
| Penyebab | Penjelasan |
|---|---|
| Alergi non-IgE | Tidak dapat dideteksi oleh Skin Prick Test maupun IgE spesifik |
| Pemeriksaan dilakukan di luar mekanisme alergi yang terjadi | Tes tidak sesuai dengan jenis alerginya |
| Penyakit bukan alergi IgE | Gejala berasal dari mekanisme lain |
| Akurasi pemeriksaan tidak 100 persen | Semua pemeriksaan memiliki keterbatasan |
| Diagnosis harus berdasarkan gejala | Laboratorium hanya membantu, bukan menentukan diagnosis |
Kapan Oral Food Challenge Perlu Dilakukan?
| Kondisi | Tujuan |
|---|---|
| Riwayat sangat mengarah ke alergi tetapi tes negatif | Memastikan apakah benar alergi makanan |
| Tes positif tetapi anak tidak pernah bereaksi saat makan | Menghindari pantangan yang tidak perlu |
| Anak sudah lama menghindari makanan tertentu | Menilai apakah alerginya sudah sembuh |
| Dugaan alergi non-IgE | Memastikan hubungan makanan dengan gejala |
| Gangguan makan, berat badan sulit naik, gejala saluran cerna menetap | Menentukan apakah makanan berperan terhadap keluhan |
Bila Alergi Makanan Sudah Dipastikan dengan OFC
| Kondisi Sebelum Terapi | Perubahan yang Sering Terlihat Setelah Eliminasi Makanan Penyebab |
|---|---|
| Bentol berulang | Frekuensi bentol berkurang |
| Pilek dan hidung tersumbat berulang | Gejala dapat berkurang pada sebagian anak |
| Sembelit atau gangguan pencernaan | Buang air besar lebih baik |
| Nafsu makan rendah | Nafsu makan meningkat |
| Berat badan sulit naik | Pertumbuhan mulai membaik |
| Tidur gelisah | Tidur lebih nyaman |
Perbaikan biasanya mulai terlihat dalam 1 sampai 3 minggu bila makanan pemicu memang merupakan salah satu penyebab keluhan. Lama perbaikan dapat berbeda pada setiap anak.
Pengalaman Klinis dalam Praktik Sehari-hari
- Dalam praktik sehari-hari, kami menjumpai 17 anak dengan papular urticaria atau bentol kecil berulang yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan. Sebagian besar sebelumnya telah berobat ke beberapa dokter dan memperoleh diagnosis yang berbeda, seperti gigitan serangga, papular urticaria, dermatitis atopik, urtikaria kronis, atau alergi debu. Pada sebagian besar kasus, hasil pemeriksaan IgE spesifik maupun skin prick test normal atau hanya menunjukkan sensitisasi terhadap satu atau dua alergen yang tidak selalu sesuai dengan gejala klinis. Hampir seluruh anak juga memiliki keluhan lain berupa infeksi saluran napas atas berulang, pilek yang sering kambuh, hidung tersumbat, gangguan saluran cerna seperti sembelit, mual, muntah, nyeri perut, nafsu makan menurun, serta berat badan yang sulit meningkat. Gambaran ini menunjukkan bahwa kelainan kulit sering merupakan bagian dari gangguan alergi yang melibatkan beberapa organ, bukan hanya masalah pada kulit saja.
- Berdasarkan evaluasi klinis yang menyeluruh, sebagian besar anak tersebut dicurigai mengalami alergi makanan yang terutama mengenai saluran cerna. Diagnosis tidak hanya didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium, tetapi melalui riwayat penyakit yang rinci, eliminasi makanan secara terarah, dan pada kasus yang memenuhi indikasi dilakukan Oral Food Challenge sebagai baku emas diagnosis. Setelah makanan penyebab berhasil diidentifikasi dan dieliminasi secara tepat, sebagian besar anak menunjukkan perbaikan dalam waktu sekitar 1 sampai 3 minggu. Bentol berulang berkurang, keluhan pilek dan hidung tersumbat membaik, gangguan pencernaan berkurang, nafsu makan meningkat, dan berat badan mulai bertambah sesuai usia. Pengamatan klinis ini mendukung konsep bahwa pada sebagian anak yang memiliki predisposisi alergi, infeksi virus saluran napas yang berulang dapat memperkuat respons inflamasi sehingga memperberat manifestasi alergi yang sudah ada. Meskipun demikian, pengalaman klinis ini merupakan seri kasus dari praktik sehari-hari sehingga tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab akibat. Temuan tersebut tetap memerlukan konfirmasi melalui penelitian prospektif dengan jumlah subjek yang lebih besar dan desain penelitian yang lebih kuat.
Pesan Penting untuk Orang Tua
- • Bentol berulang tidak selalu hanya disebabkan oleh gigitan serangga.
- • Pada sebagian anak, bentol dapat dipengaruhi oleh kombinasi infeksi virus berulang, penyakit alergi, dan alergi makanan.
- • Hasil IgE atau skin prick test yang negatif tidak selalu menyingkirkan alergi makanan.
- • Hasil tes yang positif juga tidak selalu berarti makanan tersebut harus dipantang.
- • Oral Food Challenge merupakan pemeriksaan paling akurat untuk memastikan apakah suatu makanan benar-benar menyebabkan alergi.
- • Tujuan utama pemeriksaan bukan mencari sebanyak mungkin pantangan makanan, tetapi menemukan makanan yang benar-benar menjadi penyebab sehingga pertumbuhan, status gizi, dan kualitas hidup anak dapat membaik.









Leave a Reply