ALERGIPEDIA.COM

FOOD ALLERGY AWARENESS – BETTER LIVES THROUGH SCIENCE

Diagnosis Alergi Makanan pada Anak. Pendekatan Berbasis Bukti 

Diagnosis Alergi Makanan pada Anak. Pendekatan Berbasis Bukti 

Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara

Diagnosis alergi makanan pada anak masih menjadi tantangan dalam praktik klinis karena manifestasi penyakit sangat heterogen, melibatkan berbagai organ, serta sering tumpang tindih dengan gangguan fungsional saluran cerna, infeksi, penyakit inflamasi, maupun gangguan makan. Diagnosis yang hanya berdasarkan hasil IgE spesifik atau skin prick test (SPT) berisiko menyebabkan overdiagnosis, eliminasi makanan yang tidak perlu, gangguan nutrisi, serta penurunan kualitas hidup pasien dan keluarga.

Pedoman terkini dari EAACI, WAO, AAAAI, NIAID, dan AAP menegaskan bahwa diagnosis alergi makanan harus didasarkan pada integrasi riwayat klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang yang sesuai, serta konfirmasi dengan Oral Food Challenge (OFC) apabila diagnosis masih meragukan. OFC tetap merupakan gold standard untuk menegakkan maupun menyingkirkan alergi makanan.


Algoritma Diagnosis Alergi Makanan

Pendekatan Diagnosis Berbasis Bukti

Tahapan Tujuan Pemeriksaan Nilai Diagnostik
Riwayat klinis Menentukan probabilitas pre-test Waktu muncul gejala, makanan pencetus, konsistensi reaksi Sangat tinggi
Pemeriksaan fisik Menilai manifestasi multisistem Kulit, saluran napas, saluran cerna, status nutrisi Tinggi
Eliminasi makanan Menilai hubungan sebab-akibat Eliminasi 2–6 minggu sesuai dugaan Sedang
Skin Prick Test Deteksi sensitisasi IgE Alergen terstandar Sensitif, spesifisitas sedang
Serum specific IgE Mengukur sensitisasi ImmunoCAP atau metode tervalidasi Sensitif, bukan diagnostik tunggal
Component-resolved diagnostics Stratifikasi risiko Ara h 2, Bos d 8, Gal d 1, Cor a 9, Cor a 14 Tinggi pada kasus tertentu
Oral Food Challenge Konfirmasi diagnosis Open, single blind, double blind placebo-controlled Gold standard

Manifestasi Klinis Berdasarkan Mekanisme Imun

Fenotipe Alergi Makanan

Mekanisme Onset Manifestasi Pemeriksaan Pendukung Peran OFC
IgE mediated Menit hingga 2 jam Urtikaria, angioedema, muntah akut, bronkospasme, anafilaksis SPT, specific IgE, CRD Sangat penting
Non-IgE mediated Beberapa jam hingga hari FPIAP, FPE, FPIES, enteropati, konstipasi kronis Tidak ada biomarker spesifik Esensial
Mixed IgE/non-IgE Bervariasi Dermatitis atopik, EoE, gangguan gastrointestinal kronis IgE dapat positif Sangat penting

Pemeriksaan Penunjang

Nilai Klinis Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Sensitivitas Spesifisitas Kegunaan Keterbatasan
Skin Prick Test Tinggi Sedang Skrining sensitisasi False positive relatif tinggi
Serum specific IgE Tinggi Sedang Menilai sensitisasi Tidak menentukan reaksi klinis
Total IgE Rendah Rendah Menunjang penyakit atopik Tidak diagnostik
Eosinofil darah Rendah Rendah Penyakit eosinofilik tertentu Tidak spesifik
CRD Tinggi Tinggi Stratifikasi risiko reaksi sistemik Tidak tersedia luas
Basophil Activation Test Sangat tinggi Sangat tinggi Kasus kompleks Terbatas di pusat rujukan
Oral Food Challenge Sangat tinggi Sangat tinggi Konfirmasi diagnosis Membutuhkan fasilitas dan tenaga terlatih

Interpretasi Hasil IgE

Interpretasi Pemeriksaan IgE

Hasil Interpretasi Keputusan Klinis
IgE negatif + riwayat tidak mendukung Alergi IgE kecil kemungkinan Evaluasi diagnosis lain
IgE positif rendah Sensitisasi mungkin Korelasikan dengan riwayat
IgE positif tinggi tanpa gejala Sensitisasi asimtomatik Jangan eliminasi hanya berdasarkan hasil laboratorium
IgE positif + riwayat khas Probabilitas tinggi Pertimbangkan OFC bila diperlukan
IgE negatif tetapi gejala kronis Curiga alergi non-IgE OFC setelah eliminasi

Oral Food Challenge

Indikasi OFC

Indikasi Tujuan
Riwayat tidak jelas Menegakkan diagnosis
SPT positif tanpa gejala Menentukan relevansi klinis
IgE rendah tetapi eliminasi lama Menilai toleransi
Evaluasi resolusi alergi Menentukan reintroduksi
Dugaan alergi non-IgE Konfirmasi diagnosis
Sebelum eliminasi jangka panjang Menghindari overdiagnosis

Kontraindikasi OFC

Kontraindikasi Alasan
Anafilaksis yang belum stabil Risiko tinggi
Asma tidak terkontrol Meningkatkan mortalitas
Infeksi akut berat Mengganggu interpretasi
Dermatitis atopik berat tidak terkontrol Sulit menilai reaksi
Orang tua tidak memahami prosedur Keselamatan pasien

Diagnosis Banding

Diagnosis Banding Alergi Makanan

Penyakit Gejala Pembeda Utama
Intoleransi laktosa Diare, kembung Tidak melibatkan sistem imun
Defisiensi enzim Diare setelah makanan tertentu Uji enzim
Penyakit celiac Diare kronis, gagal tumbuh Anti-tTG IgA positif
GERD Muntah kronis Tidak berhubungan dengan makanan tertentu
Gangguan makan (PFD) Selektif makan Evaluasi multidisiplin
IBS Nyeri perut berulang Tidak ada inflamasi
Infeksi saluran cerna Diare akut Pemeriksaan mikrobiologi
Eosinophilic gastrointestinal disease Gejala kronis Endoskopi dan biopsi

Pemeriksaan yang Tidak Direkomendasikan

Pemeriksaan yang Tidak Direkomendasikan dalam Diagnosis Alergi Makanan

Pemeriksaan Rekomendasi Alasan
Food-specific IgG Tidak direkomendasikan Menunjukkan paparan, bukan alergi
IgG4 makanan Tidak direkomendasikan Berhubungan dengan toleransi imun
Hair analysis Tidak direkomendasikan Tidak memiliki validitas ilmiah
Electrodermal testing Tidak direkomendasikan Tidak tervalidasi
Bioresonance Tidak direkomendasikan Tidak berbasis bukti
Applied kinesiology Tidak direkomendasikan Akurasi sangat rendah
Vega test Tidak direkomendasikan Tidak direkomendasikan oleh organisasi alergi internasional

Pesan Klinis

  • Riwayat klinis tetap merupakan dasar utama diagnosis alergi makanan.
  • Hasil SPT dan IgE spesifik hanya menunjukkan sensitisasi, bukan diagnosis pasti.
  • Nilai prediktif pemeriksaan meningkat bila dikombinasikan dengan probabilitas klinis sebelum pemeriksaan.
  • Alergi non-IgE sering memiliki hasil SPT dan IgE negatif.
  • Oral Food Challenge tetap menjadi standar emas untuk menegakkan maupun menyingkirkan alergi makanan.
  • Eliminasi makanan jangka panjang tanpa konfirmasi diagnosis dapat meningkatkan risiko defisiensi nutrisi dan gangguan pertumbuhan.
  • Pemeriksaan IgG makanan, bioresonance, dan metode alternatif lainnya tidak direkomendasikan oleh pedoman internasional.

Daftar Pustaka

  • European Academy of Allergy and Clinical Immunology. Muraro A, de Silva D, et al. EAACI Guidelines on the Diagnosis of IgE-Mediated Food Allergy. Allergy. 2023.
  • World Allergy Organization. Fiocchi A, Brożek J, et al. World Allergy Organization DRACMA Guideline Update for Cow’s Milk Allergy. World Allergy Organ J. 2023.
  • American Academy of Allergy Asthma & Immunology. Conducting an Oral Food Challenge. J Allergy Clin Immunol Pract. 2020.
  • National Institute of Allergy and Infectious Diseases. Guidelines for the Diagnosis and Management of Food Allergy in the United States. J Allergy Clin Immunol. 2010. Updated recommendations remain incorporated in current U.S. allergy practice.
Visited 3 times, 3 visit(s) today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *