
Pertanyaan:
Dok, saya menggunakan krim steroid untuk mengatasi dermatitis alergi. Keluhannya memang cepat membaik, tetapi saya khawatir jika dipakai terlalu lama dapat menimbulkan efek samping. Sebenarnya berapa lama krim steroid boleh digunakan, apa saja bahayanya jika digunakan terus-menerus, dan bagaimana cara memakai obat ini agar tetap aman?
Jawaban:
Kortikosteroid topikal merupakan salah satu terapi utama untuk mengatasi dermatitis atopik dan berbagai penyakit kulit alergi karena mampu mengurangi peradangan, gatal, dan kemerahan dengan cepat. Namun, obat ini sebaiknya digunakan sesuai anjuran dokter. Lama penggunaan bergantung pada lokasi kulit, usia pasien, tingkat keparahan penyakit, dan potensi steroid yang digunakan. Pada umumnya, steroid potensi ringan hingga sedang digunakan selama 1 hingga 2 minggu pada fase akut, kemudian dikurangi frekuensinya atau dihentikan setelah peradangan terkendali. Penggunaan jangka panjang setiap hari tanpa pengawasan tidak dianjurkan.
Efek samping paling sering terjadi pada kulit yang digunakan terus-menerus, terutama bila memakai steroid potensi tinggi. Kulit dapat menjadi tipis, muncul guratan seperti stretch mark, pelebaran pembuluh darah halus, perubahan warna kulit, jerawat akibat steroid, pertumbuhan rambut berlebih, serta peningkatan risiko infeksi bakteri, jamur, atau virus. Area wajah, lipatan kulit, kelopak mata, dan daerah genital lebih mudah mengalami efek samping karena kulitnya lebih tipis.
Bila digunakan dalam jumlah besar, pada area luas, dalam waktu lama, atau dengan balutan tertutup, sebagian steroid dapat diserap ke dalam sirkulasi tubuh. Kondisi ini berisiko menekan fungsi kelenjar adrenal, meningkatkan kadar gula darah, menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak, meningkatkan tekanan bola mata atau katarak bila digunakan di sekitar mata, meskipun kejadian tersebut relatif jarang bila obat digunakan dengan benar sesuai dosis dan durasi yang dianjurkan.
Agar tetap aman, gunakan kortikosteroid topikal hanya pada area yang mengalami peradangan, dalam lapisan tipis, sesuai potensi yang direkomendasikan dokter. Setelah keluhan membaik, terapi biasanya dialihkan ke pelembap secara rutin atau menggunakan pendekatan proaktif dengan frekuensi lebih jarang pada pasien yang sering kambuh. Bila dermatitis tidak membaik setelah 1 hingga 2 minggu, justru semakin luas, atau sering kambuh sehingga membutuhkan steroid berulang, pasien sebaiknya dievaluasi kembali untuk mencari penyebab yang mendasari, termasuk kemungkinan alergi makanan, dermatitis kontak, infeksi kulit, atau faktor pencetus lainnya.








Leave a Reply