Pertanyaan
Dokter, anak saya usia 6 tahun sudah hampir dua tahun sering mengucek mata karena gatal, terutama setiap bangun pagi. Hidungnya juga sering tersumbat, bersin, pilek bening, dan dokter THT mengatakan ada pembesaran adenoid serta amandel. Selain itu, anak saya sering flu dan batuk berulang, berat badannya sulit naik, pernah didiagnosis alergi makanan, dan kadang mengeluh sakit perut. Apakah semua keluhan ini saling berhubungan? Apakah mata gatal hanya karena infeksi atau bisa menjadi bagian dari penyakit alergi?
Jawaban
Keluhan anak Anda sangat khas mengarah ke penyakit alergi yang melibatkan lebih dari satu organ, bukan hanya mata. Mata gatal yang membuat anak terus mengucek mata merupakan gejala utama konjungtivitis alergi. Berbeda dengan infeksi mata, keluhan yang paling menonjol pada alergi adalah rasa gatal, mata berair, dan kemerahan, sedangkan kotoran mata kuning yang lengket biasanya tidak ditemukan. Pada banyak anak, alergi mata muncul bersamaan dengan rinitis alergi sehingga mata dan hidung hampir selalu mengalami keluhan pada waktu yang sama.
Rinitis alergi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan hidung terus tersumbat sehingga anak bernapas melalui mulut saat tidur. Keadaan ini dapat memperberat pembesaran adenoid dan amandel, memicu tidur mendengkur, tidur tidak nyenyak, dan anak sering terbangun pada malam hari. Tidur yang terganggu dalam jangka panjang dapat memengaruhi konsentrasi belajar, aktivitas sehari-hari, nafsu makan, serta produksi hormon pertumbuhan yang bekerja terutama saat tidur nyenyak.
Riwayat alergi makanan juga memperkuat dugaan bahwa seluruh keluhan tersebut saling berkaitan. Pada sebagian anak, alergi makanan tidak hanya menimbulkan gangguan pencernaan seperti muntah, nyeri perut, konstipasi, atau sulit makan, tetapi juga dapat memperberat peradangan alergi di saluran napas dan mata. Karena itu, anak dengan alergi makanan lebih sering memiliki kombinasi rinitis alergi, asma, dermatitis atopik, maupun konjungtivitis alergi. Pendekatan yang hanya mengobati mata tanpa mengendalikan alergi secara menyeluruh sering membuat keluhan mudah kambuh.
Sering flu atau batuk pilek berulang juga tidak selalu berarti daya tahan tubuh anak lemah. Pada anak dengan rinitis alergi, mukosa hidung mengalami peradangan kronis sehingga lebih mudah terinfeksi virus saluran napas. Hidung yang tersumbat dan produksi lendir yang berlebihan juga mengganggu fungsi pertahanan alami saluran napas. Akibatnya, anak tampak seperti selalu terkena flu, padahal sebagian keluhannya berasal dari alergi yang tidak terkendali.
Berat badan yang sulit naik juga perlu dievaluasi secara menyeluruh. Tidur yang terganggu akibat adenoid, nafsu makan yang menurun karena alergi makanan atau gangguan pencernaan, serta infeksi saluran napas yang berulang dapat bersama-sama menghambat pertumbuhan. Karena itu, penanganan tidak cukup hanya memberikan suplemen atau penambah nafsu makan. Penyebab dasar yang memicu seluruh rangkaian keluhan harus dicari dan ditangani.
Dokter biasanya akan melakukan evaluasi menyeluruh melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan pemeriksaan alergi seperti skin prick test atau IgE spesifik sesuai indikasi. Penanganan meliputi menghindari alergen penyebab, mengendalikan rinitis alergi, mengobati konjungtivitis alergi, mengevaluasi alergi makanan bila dicurigai, serta menilai kondisi adenoid dan amandel. Bila seluruh penyakit alergi dikendalikan dengan baik, mata gatal, hidung tersumbat, batuk berulang, kualitas tidur, nafsu makan, dan pertumbuhan anak sering kali ikut membaik secara bersamaan.
Tabel. Jenis-Jenis Penyakit Alergi Mata
| Jenis Penyakit | Mekanisme | Usia yang Sering Terkena | Gejala Khas | Faktor Pencetus | Keterlibatan Kornea | Hubungan dengan Penyakit Alergi Lain | Penanganan Utama |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Konjungtivitis Alergi Musiman (Seasonal Allergic Conjunctivitis, SAC) | IgE | Anak, remaja, dewasa muda | Mata gatal, merah, berair, bengkak | Serbuk sari, rumput, jamur musiman | Jarang | Sangat sering disertai rinitis alergi | Hindari alergen, tetes antihistamin, penstabil sel mast |
| Konjungtivitis Alergi Menahun (Perennial Allergic Conjunctivitis, PAC) | IgE | Semua usia | Gatal ringan hingga sedang sepanjang tahun | Tungau debu rumah, bulu hewan, jamur | Jarang | Rinitis alergi, asma, dermatitis atopik | Pengendalian lingkungan, tetes antialergi |
| Vernal Keratokonjungtivitis (VKC) | Campuran IgE dan non-IgE | Anak laki-laki usia 5 hingga 15 tahun | Gatal sangat berat, lendir kental, silau, sulit membuka mata pagi hari | Cuaca panas, musim kemarau, serbuk sari | Sering, dapat menyebabkan ulkus kornea | Sering pada anak dengan penyakit atopi | Terapi dokter mata, kortikosteroid topikal jangka pendek, siklosporin atau takrolimus |
| Atopic Keratokonjungtivitis (AKC) | Campuran IgE dan inflamasi kronis | Remaja dan dewasa | Mata gatal kronis, nyeri, penglihatan menurun, mata kering | Alergen lingkungan | Sangat sering | Sangat erat dengan dermatitis atopik, asma, rinitis alergi | Terapi jangka panjang oleh dokter mata dan ahli alergi |
| Giant Papillary Conjunctivitis (GPC) | Bukan murni IgE, dominan iritasi mekanik | Pengguna lensa kontak, pascaoperasi mata | Gatal, lendir berlebihan, tidak nyaman memakai lensa kontak | Gesekan lensa kontak, jahitan operasi, prostesis mata | Jarang | Tidak selalu berhubungan dengan alergi | Menghilangkan penyebab iritasi, terapi antiradang bila diperlukan |
Tabel. Perbedaan Berbagai Jenis Alergi Mata
| Karakteristik | SAC | PAC | VKC | AKC | GPC |
|---|---|---|---|---|---|
| Gatal | Sangat khas | Sangat khas | Sangat berat | Berat | Sedang hingga berat |
| Mata merah | Ya | Ya | Ya | Ya | Ya |
| Mata berair | Sangat sering | Sering | Dapat terjadi | Dapat terjadi | Kadang |
| Lendir kental | Jarang | Jarang | Sangat khas | Sering | Sering |
| Kelopak mata bengkak | Ringan | Ringan | Sedang hingga berat | Berat | Ringan |
| Silau | Jarang | Jarang | Sering | Sering | Jarang |
| Gangguan penglihatan | Jarang | Jarang | Dapat terjadi | Sering | Jarang |
| Risiko kerusakan kornea | Sangat rendah | Sangat rendah | Tinggi | Tinggi | Rendah |
| Perjalanan penyakit | Musiman | Menahun | Berulang, dapat berat | Kronis | Selama faktor pencetus ada |
| Memerlukan dokter mata | Bila berat | Bila berat | Ya | Ya | Ya bila menetap |
Tabel. Hubungan Alergi Mata dengan Penyakit Alergi Lain
| Penyakit Alergi | Hubungan dengan Alergi Mata | Penjelasan |
|---|---|---|
| Rinitis alergi | Sangat sering | Sekitar 60 hingga 90 persen penderita rinitis alergi juga mengalami keluhan mata |
| Asma | Sering | Peradangan saluran napas dan mata berasal dari mekanisme alergi yang sama |
| Dermatitis atopik | Sangat sering | Terutama pada atopic keratokonjungtivitis |
| Alergi makanan | Dapat menyertai | Sebagian anak mengalami mata gatal bersamaan dengan manifestasi alergi makanan |
| Sinusitis akibat alergi | Sering | Hidung tersumbat kronis dapat memperberat keluhan mata |
Tabel. Tanda Bahaya pada Alergi Mata
| Gejala | Arti Klinis |
|---|---|
| Mata sangat nyeri | Curiga keterlibatan kornea atau penyakit lain |
| Penglihatan kabur | Memerlukan pemeriksaan dokter mata segera |
| Sangat silau terhadap cahaya | Dapat menandakan keratitis |
| Mata sulit dibuka | Sering ditemukan pada VKC berat |
| Luka pada kornea | Berisiko mengganggu penglihatan |
| Keluar kotoran mata kuning atau hijau | Lebih mengarah ke infeksi daripada alergi |
| Tidak membaik dengan terapi antialergi | Perlu evaluasi diagnosis lain |









Leave a Reply