
ALLERGY MARCH. PERJALANAN PENYAKIT ALERGI PADA ANAK DARI BAYI HINGGA REMAJA
ABSTRAK
Allergy march adalah konsep yang menggambarkan perubahan manifestasi penyakit alergi yang terjadi secara bertahap sejak masa bayi hingga remaja. Perjalanan ini umumnya dimulai dengan dermatitis atopik dan alergi makanan pada awal kehidupan, kemudian berkembang menjadi asma dan rinitis alergi pada usia yang lebih besar. Meskipun tidak semua anak mengikuti pola ini, allergy march membantu memahami hubungan antarpenyakit alergi dan pentingnya deteksi dini, pengendalian faktor risiko, serta penatalaksanaan yang tepat. Diagnosis yang akurat, termasuk penggunaan Oral Food Challenge (OFC) bila diindikasikan, berperan dalam mencegah pembatasan makanan yang tidak perlu dan mengoptimalkan kualitas hidup anak.
PENDAHULUAN
Penyakit alergi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling sering dijumpai pada anak. Prevalensinya terus meningkat di berbagai negara dan menjadi penyebab penting gangguan pertumbuhan, kualitas hidup, prestasi belajar, serta beban ekonomi keluarga. Penyakit alergi tidak hanya muncul dalam satu bentuk, tetapi dapat berubah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan sistem imun anak.
Konsep allergy march menjelaskan bahwa manifestasi alergi berkembang secara bertahap sesuai usia. Pada masa bayi dan balita, keluhan yang sering muncul adalah dermatitis atopik dan alergi makanan. Memasuki usia prasekolah dan sekolah, sebagian anak mulai mengalami mengi berulang, asma, serta rinitis alergi. Pada usia remaja, rinitis alergi dan asma sering menjadi manifestasi yang dominan. Namun, perjalanan ini tidak terjadi pada semua anak dan dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, paparan alergen, mikrobiota usus, serta respons sistem imun masing-masing individu.
Tahapan Allergy March
| Usia | Manifestasi alergi yang sering muncul |
|---|---|
| 0 sampai 2 tahun | Dermatitis atopik, alergi makanan, kolik, muntah, diare, konstipasi, darah pada tinja, gagal tumbuh |
| 2 sampai 5 tahun | Dermatitis atopik mulai membaik pada sebagian anak, alergi makanan masih dapat berlanjut, mengi berulang, batuk kronis, asma mulai muncul |
| 5 sampai 12 tahun | Rinitis alergi, asma, konjungtivitis alergi, sebagian alergi makanan mulai menghilang terutama susu, telur, gandum, dan kedelai |
| Remaja | Rinitis alergi dan asma menjadi manifestasi utama, sebagian alergi makanan menetap terutama kacang tanah, kacang pohon, ikan, dan makanan laut |
Allergy march tidak berarti setiap anak pasti mengalami seluruh tahapan tersebut. Sebagian anak hanya mengalami dermatitis atopik, sebagian hanya mengalami alergi makanan, dan sebagian lagi berkembang menjadi asma atau rinitis alergi. Risiko dipengaruhi oleh faktor genetik, riwayat alergi dalam keluarga, paparan lingkungan, asap rokok, polusi udara, infeksi virus, serta gangguan sawar kulit dan saluran cerna.
Pada masa bayi dan balita, dermatitis atopik sering menjadi manifestasi pertama. Kerusakan sawar kulit diduga mempermudah masuknya alergen sehingga meningkatkan sensitisasi. Pada periode yang sama, alergi makanan juga lebih sering ditemukan karena sistem imun dan saluran cerna masih berkembang. Seiring bertambahnya usia, sebagian besar anak akan membentuk toleransi terhadap susu sapi, telur, gandum, dan kedelai, sedangkan alergi terhadap kacang tanah, kacang pohon, ikan, dan makanan laut lebih sering menetap hingga dewasa.
Perjalanan allergy march juga berkaitan dengan perubahan respons imun. Dominasi respons imun tipe 2, produksi IgE, gangguan fungsi sawar epitel, dan interaksi dengan mikrobiota diduga berperan dalam perkembangan penyakit alergi. Faktor lingkungan sejak awal kehidupan, termasuk pemberian ASI, pola makan, paparan asap rokok, polusi, dan infeksi, turut memengaruhi risiko terjadinya penyakit alergi.
Diagnosis alergi makanan tidak boleh ditegakkan hanya berdasarkan gejala atau hasil tes laboratorium. Riwayat klinis merupakan dasar utama. Skin Prick Test dan serum specific IgE hanya berfungsi sebagai pemeriksaan penunjang. Bila diperlukan, Oral Food Challenge tetap merupakan baku emas untuk memastikan apakah suatu makanan benar-benar menjadi penyebab alergi. Pendekatan ini membantu mencegah overdiagnosis dan pembatasan makanan yang tidak perlu.
KESIMPULAN
Allergy march menggambarkan perjalanan alami penyakit alergi yang dapat berubah dari masa bayi hingga remaja. Manifestasi awal biasanya berupa dermatitis atopik dan alergi makanan, kemudian pada sebagian anak berkembang menjadi asma dan rinitis alergi. Tidak semua anak mengikuti pola ini, sehingga setiap pasien memerlukan evaluasi individual. Diagnosis yang tepat berdasarkan riwayat klinis, pemeriksaan yang sesuai, dan Oral Food Challenge bila diindikasikan merupakan kunci untuk memberikan terapi yang tepat, mempertahankan status gizi, serta meningkatkan kualitas hidup anak.
DAFTAR PUSTAKA
- Muraro A, et al. EAACI Guidelines on the Diagnosis and Management of IgE-Mediated Food Allergy. Allergy. 2022.
- Sicherer SH, Sampson HA. Food Allergy. Journal of Allergy and Clinical Immunology. 2018.
- Pawankar R, et al. World Allergy Organization White Book on Allergy.
- Prescott SL. Early-Life Environmental Determinants of Allergic Diseases. Journal of Allergy and Clinical Immunology.
- Spergel JM, Paller AS. Atopic Dermatitis and the Atopic March. Journal of Allergy and Clinical Immunology.
- Bantz SK, Zhu Z, Zheng T. The Atopic March. Annals of Allergy, Asthma & Immunology. 2014.







Leave a Reply