ALERGIPEDIA.COM

FOOD ALLERGY AWARENESS – BETTER LIVES THROUGH SCIENCE

Alergi Makanan dan Gangguan Mata pada Anak. Peran Oral Food Challenge dalam Diagnosis dan Penanganan

 

Alergi Makanan dan Gangguan Mata pada Anak. Peran Oral Food Challenge dalam Diagnosis dan Penanganan

Abstrak

Alergi makanan merupakan salah satu penyakit imunologi yang sering dijumpai pada anak. Manifestasi klinisnya tidak hanya mengenai kulit, saluran cerna, dan saluran napas, tetapi juga dapat melibatkan mata. Gangguan mata akibat alergi makanan dapat berupa keluhan ringan seperti gatal dan mata berair hingga peradangan kronis yang memengaruhi kualitas hidup anak. Hubungan antara alergi makanan dan gangguan mata sering tidak dikenali sehingga diagnosis terlambat. Oral Food Challenge (OFC) merupakan baku emas untuk memastikan apakah suatu makanan benar menjadi penyebab reaksi alergi. Penegakan diagnosis yang akurat memungkinkan eliminasi makanan yang tepat, mencegah pembatasan diet yang tidak diperlukan, serta memperbaiki gejala mata. Artikel ini membahas hubungan alergi makanan dengan berbagai gangguan mata, mekanisme imunologi, serta peran OFC dalam diagnosis dan tata laksana berdasarkan bukti ilmiah terkini.

Kata kunci: alergi makanan, gangguan mata, oral food challenge, anak, konjungtivitis alergi.

Alergi makanan merupakan respons imun yang abnormal terhadap protein makanan tertentu. Prevalensinya diperkirakan mencapai 6 sampai 8 persen pada anak usia di bawah tiga tahun dan sekitar 3 sampai 4 persen pada anak yang lebih besar. Manifestasi alergi makanan sangat beragam karena melibatkan berbagai organ tubuh. Mata merupakan salah satu organ target yang sering kurang mendapat perhatian dalam evaluasi pasien alergi makanan.

Peradangan alergi pada mata terjadi akibat pelepasan histamin, leukotrien, prostaglandin, sitokin, dan aktivasi eosinofil yang menyebabkan inflamasi pada konjungtiva, kornea, kelopak mata, dan jaringan periokular. Pada sebagian anak, gangguan mata dapat menjadi manifestasi utama tanpa disertai keluhan kulit atau saluran napas. Oleh karena itu, evaluasi penyebab alergi makanan perlu dipertimbangkan terutama pada kasus gangguan mata berulang yang sulit dikendalikan.

Gangguan Mata yang Berkaitan dengan Alergi Makanan

1. Konjungtivitis alergi.
2. Vernal keratoconjunctivitis.
3. Atopic keratoconjunctivitis.
4. Giant papillary conjunctivitis.
5. Blefaritis alergi.
6. Dermatitis kelopak mata.
7. Edema kelopak mata.
8. Angioedema periorbital.
9. Mata gatal kronis.
10. Mata berair kronis.
11. Hiperemia konjungtiva.
12. Kemosis konjungtiva.
13. Keratitis superfisial akibat inflamasi alergi.
14. Keratopati punctata superfisial.
15. Ulkus kornea pada vernal keratoconjunctivitis berat.
16. Fotofobia akibat inflamasi alergi.
17. Mata kering akibat inflamasi kronis.
18. Papila konjungtiva hipertrofi.
19. Trantas dots pada vernal keratoconjunctivitis.
20. Penurunan ketajaman penglihatan sementara akibat inflamasi kornea.

21. Khalazion bintitan

22. Tic gerakann persarafan yangntidak terkendali

Penanganan dengan Oral Food Challenge

Oral Food Challenge merupakan baku emas dalam diagnosis alergi makanan. Pemeriksaan ini dilakukan secara bertahap dengan memberikan makanan yang dicurigai dalam dosis meningkat di bawah pengawasan tenaga medis yang berpengalaman. OFC dilakukan setelah evaluasi klinis, riwayat alergi, dan pemeriksaan penunjang yang sesuai.

Hasil OFC positif menunjukkan adanya hubungan sebab akibat antara makanan dan gejala. Eliminasi hanya dilakukan terhadap makanan yang terbukti menyebabkan reaksi. Pendekatan ini menghindari pembatasan makanan yang tidak diperlukan sehingga status gizi tetap optimal.

Pada pasien dengan gangguan mata akibat alergi makanan, eliminasi berdasarkan hasil OFC dapat menurunkan inflamasi, mengurangi kekambuhan konjungtivitis, memperbaiki kualitas hidup, dan mengurangi kebutuhan obat antialergi jangka panjang. Setelah periode eliminasi, evaluasi ulang dilakukan untuk menilai kemungkinan toleransi sesuai perkembangan usia anak.

Kesimpulan

Gangguan mata dapat menjadi manifestasi penting dari alergi makanan pada anak. Berbagai bentuk inflamasi mata, mulai dari konjungtivitis ringan hingga keratoconjunctivitis berat, dapat dipicu oleh reaksi imun terhadap makanan tertentu. Diagnosis yang tepat memerlukan evaluasi klinis yang komprehensif. Oral Food Challenge tetap menjadi baku emas untuk memastikan hubungan antara makanan dan gejala sehingga terapi eliminasi dapat dilakukan secara tepat, aman, dan berbasis bukti. Pendekatan ini membantu mencegah overdiagnosis, menghindari pembatasan diet yang tidak perlu, serta meningkatkan luaran klinis pasien.

Daftar Pustaka

  • Fouad SH, Baioumy SA, Zidan OFM, Hegab MA, Elgendy A, Hamdy M, Mohsen GM, Roman SW. Incidence of Food allergy among patients with allergic conjunctivitis. Egypt J Immunol. 2023 Oct;30(4):134-144. PMID: 37801032.
  • Ruran HB, Bartnikas LM. Multifood allergy: More than meets the eye. Ann Allergy Asthma Immunol. 2023 May;130(5):540-541. doi: 10.1016/j.anai.2023.01.038. PMID: 37137600; PMCID: PMC11418021.
  • Alqurashi H, Alzahrani YM, Alzahrani F, Alqurashi OM, Alanizi SF, Alzahrani R, Shatla MM. Knowledge and Awareness of Ocular Allergy Among the General Population of Makkah, Saudi Arabia: A Cross-Sectional Study. Cureus. 2025 Jul 14;17(7):e87947. doi: 10.7759/cureus.87947. PMID: 40821322; PMCID: PMC12351065.
Visited 2 times, 2 visit(s) today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *